Wafizs Al-Amin Center “Berbagi Cahaya Diatas Cahaya” Khutbah Jumat (Edisi 195) Tema :
“2 DZIKIR TERDAHSYAT
SEPANJANG RAMADHAN” Oleh : Nur Anwar
Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie
Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim
Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan
Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs
Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMI’ KHOIRUL UMMAH Kp. Pulo Timaha Kab.
Bekasi Jumat, 27Pebruari 2026 M/09 Ramadhan 1447 H.
مَعَاشِرَ
الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Bulan suci
telah tiba lagi, bersyukur kita berada didalamnya sehinga berpeluang besar
orang-orang yang berjumpa Ramadhan dosanya akan Allah swt hapus, sesuai dengan
nama Ramadhan (رمضان) berasal dari kata ar-ramad
(الرمض) yang berarti panas yang menyengat,
membakar, atau kekeringan. Diharapkan bertemu dengan bulan mulia ini dapat membakar
dosa-dosa manusia melalui ibadah dan amal saleh, sebagaimana matahari membakar
tanah. Begitu juga rasa dahaga tenggorokan yang terasa panas karena menahan
lapar dan haus saat berpuasa dapat membakar kesalahan yang pernah dilakukannya.
Imam Al-Qurthubi rohimahullah berkata,
“Dan
dikatakan: dinamakan Ramadhan karena dia yarmadhu adz-dzunuub ‘melenyapkan
dosa-dosa’ yaitu membakar dosa-dosa tersebut dengan amalan shalih” (Al-Jami’ li
Ahkamil Qur’an).
Jangan
sampai kita sudah berada dibulan Ramadhan, lalu dosa-dosa kita tidak diampuni
Allah swt, maka menjadi orang yang rugi besar dan hina. Rasulullah saw
bersabda,
"Sungguh
celaka/hina seorang hamba atau jauh (dari rahmat Allah) yang Ramadhan masuk
kepadanya, lalu (Ramadhan) berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum
diampuni" (HR. Ahmad).
Bahkan bukan
hanya tidak diampuni dosanya di bulan Ramadhan pun diluar Ramadhan berpeluang
besar tidak akan mendapatkan ampunanNya. Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
“Siapa saja
yang tidak diampuni di bulan Ramadhan, maka sungguh di hari lain (di luar
Ramadhan), ia pun akan sulit diampuni.” (Lathaif
Al-Ma’arif).
Setidaknya
ada dua dzikir terdahsyat yang bisa kita amalkan selama bulan Ramadhan agar betul-betul datangnya bulan suci
ini dapat membakar dosa-dosa kita, baik dosa besar, kecil, dosa baru ataupun
lama sekalipun dosa pernah membunuh orang, menyakiti orang tua, mencuri atau
dosa pernah berzina. Ini amalanya :
Pertama,
Dzikir Dipertengahan Malam.
Sepanjang
siang dan malam Ramadhan semua waktunya mustajab 24 jam selama satu bulan
penuh, diwaktu kapan saja kita berdoa pasti akan Allah ijabah doa-doa yang kita
pinta, terutama lagi dibaca waktu-waktu jeda antara dua salam sholat taraweh
dan doa ini boleh dibaca baik laki-laki dan wanita yang dalam keadaan suci
ataupun yang sedang haidh dan sanad ini langsung dari Nabi saw yang digajarkan kepada
Sayyidah Aisyah.
"Ya
Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf.
Oleh karena itu, maafkanlah aku". (HR. Imam
At-Tirmidzi).
Doa ini
memohon agar dosa-dosanya dihapus sampai tidak berbekas dengan bertawassul pada
sifat Allah yang Maha Pemaaf, dibaca secara maksimal tiap malam Ramadhan terutama
lagi selama 10 malam terakhir Ramadhan untuk meraih keberkahan malam Laitul
Qodar yang nilai pahalanya lebih baik dari 1000 bulan setara dengan 83 tahun 4
bulan.
Kedua,
Dzikir di Waktu Sahur.
Dzikir ini
bisa dilakukan siapa saja baik oleh seorang suami setelah qiyamullail dan
seorang istri walaupun sedang haidh atau nifas tapi tetap menyiapkan makan sahur,
perbanyaklah istighfar dan amalan ini dapat dikerjakan saat sahur, itu sesuai
firman Allah swt.
وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ ١٨
“dan pada
akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzariyat : 18).
Istigfar
yang paling singkat dan dapat dibaca berulangkali minimal 100 kali,
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
“Astaghfirullah
(saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung)” (HR. Muslim).
Jika ingin lebih
bagus baca itighfar itu yang lebih panjang lagi,
“Saya
memohon ampun kepada Allah,dzat yang tiada tuhan selain Dia yang Maha Hidup
lagi Maha Tegak. Aku bertaubat kepadaNya.”
(HR. Tirmidzi).
Atau kalau
pernah berbuat dosa besar dan ingin dimaafkan Allah swt seperti kisah Nabi Musa
AS saat menampar seseorang lalu orang itu meninggal dunia, maka Nabi Musa berdoa,
“Dia
(Allah) lalu mengampuninya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.” (QS. Al-Qashash : 16).
Atau pernah
berbuat salah meninggalkan keluarga, kurang perhatian pada keluarga, diuji
terus-menerus, pernah berbuat salah pada orang tua, ibu salah ke anak, istri salah
ke suami, sehingga ada ujian yang dialami tidak kunjung selesai, sakit tidak
pernah tuntas, dagang tak pernah laku, pekerjaan tidak dapat-dapat. Coba
silahkan cek, bisa jadi hubungan dengan orang tua yang kurang bagus, hubungan
sama keluarga kurang harmonis. Dzikirnya adalah kisah Nabi Yunus AS ketika dia
pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Allah swt tidak akan
menyulitkannya.
“Kami lalu
mengabulkan (doa)-nya dan Kami menyelamatkannya dari kedukaan. Demikianlah Kami
menyelamatkan orang-orang mukmin.” (QS. Al-Anbiya'
: 88).
Kata Allah
‘Kami selamatkan dia, Kami selesaikan masalahnya’, perhatikan diujung ayatnya
Allah swt berfirman : وَكَذٰلِكَ نُـنْجِى
الْمُؤْمِنِيْنَ(Demikianlah Kami
menyelamatkan orang-orang mukmin).
Ayat ini
turun karena Nabi Yunus menyimpulkan bahwa kaumnya tidak lagi mau taat dan
berlaku baik lalu ditinggalkan kaumnya, padahal kaumnya ingin sadar, ingin jadi
baik, begitu Nabi Yunus pergi kaumnya malah beriman mendekat kepada Allah lalu
ditegurlah Nabi Yunus dan ditelanlah oleh ikan paus.
Point
pentingnya adalah bahwa jika ada orang yang beriman baik laki-laki ataupun
perempuan yang punya masalah serupa, cari kerjaan susah, hidup sulit, rumah
tangga berantakan, anak-anak carut marut, dililit hutang yang tak kunjung usai,
beban ekonomi tak terpecahkan atau bahkan lebih gelap lagi dari yang dialami
oleh Nabi Yunus saat dalam perut ikan, maka baca dzikir ini waktu sahur setelah
qiyamullail seblum sholat shubuh.
Dan yang
paling istimewanya lagi, bagi siapa saja yang bisa melakukan istighfar di waktu
sahur maka statusnya serupa dengan orang yang dapat melakukan empat amalan ini
:
“(Juga)
orang-orang yang sabar, benar, taat, dan berinfak, serta memohon ampunan pada
akhir malam.” (QS. Ali 'Imran : 17).
Dan orang yang
rajin istighfar di waktu sahur langsung dipersaksikan Allah, Allah langsung melihatnya,
Allah mengabulkan doanya, Allah menyelesaikan masalahnya, Allah berikan
kelapangan pada hatinya, ditambahkan kesabaran sehingga mudah mengatasi beragam
persoalan, sebesar apapun masalahnya lalu Allah kescilkan dan Allah
menghilangkan kesedihannya dengan kebahagiaan, ada 5 golongan :
A. اَلصّٰبِرِيْنَ (orang sabar saat diuji), Allah tanamkan
kelapangan pada hatinya, dicepatkan solusinya, dibahagiakan hidupnya. Makanya kalau
sedang ada masalah bersabar dahulu karena semua orang pun punya masalah, tidak
ada orang hidup yang tidak punya masalah dan Allah Maha adil, Allah memberikan masalah
kepada orang yang sanggup mengatasinya, jika dikira tidak sanggup maka tidak
akan diuji. Kaedahnya firman Allah swt.
“(yaitu)
orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa
innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya
hanya kepada-Nya kami akan kembali).” (QS. Al-Baqarah
: 156).
Pribahasanya
kita berterimaksi kepada Allah, Engkau percayakan masalah ini kepadaku bukan
pada yang lain dan Engkau berikan kesanggupan kepadaku untuk menerimanya tidak
pada yang lain karena janjiMU,
“Mereka
itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah
orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah
: 157).
Orang-orang
yang punya sikap seperti itu dipuji oleh Allah. Rahmat Allah diturunkan
seketika solusi diberikan وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ
الْمُهْتَدُوْنَ sabar, sabar itu bukan diam, sabar itu kesanggupan dan
ketenangan menerima ujian dari Allah disertai keyakinan untuk mendapatkan
solusinya.
B. وَالصّٰدِقِيْنَ (orang-orang yang membenarkan ajaran Allah
dan langsung mudah mengamalkannya). ketika Allah turunkan ayat tahajjud,
langsung ingin mengerjakan tahajjud, Allah turunkan ayat sodaqoh, langsug ingin
bersedekah dan orang seperti ini nilainya sangat tinggi.
C. وَالْقٰنِتِيْنَ (orang yang khusyu beribadah). Sholatnya
khusyu’ semata-mata karena Allah bukan karena manusia, bukan karena sholatnya tapi ia kerjakan karena Allah yang memanggil,
kalau pun Allah tidak meminta maka tidak ia kerjakan.
E. وَالْمُنْفِقِيْنَ
(orang yang senang berinfaq karena Allah), ia punya agenda tiap hari selama sebulan
walau hanya seribu rupiah, tidak dilihat besra kecilnya infaq yang penting
siapkan, seribu rupiah yang ditunaikan karena Allah lebih baik dibandingkan 1 milyar
selalu di update di media sosial.
Namun jika
4 point ini belum bisa dikerjakan maka kerjakan amalan ke 5 karena yang ke 5 ini
mengikat pada 4 point diatas, yaitu,
F. وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ(orang
yang senang dan rajin beristighfar khususnya di waktu sahur). Dahsyatnya istighfar
di waktu sahur, maka lakukan setiap hari agar semua problematika Allah beri
solusinya.
“Barang
siapa membiasakan istighfar niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap
kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang
tidak disangka-sangka”. (HR. Abu Dawud).
“HIKMAH PUASA : MEMBANGUN TAQWA” Oleh : Nur Anwar Amin
(adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie
Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim
Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan
Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs
Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMI’ NURUL ISLAM Islamic Center Kota Bekasi
Jumat, 06 Maret 2026 M/16 Ramadhan 1447 H.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Hidup itu hanya sesaat, hanya sebentar saja, tidak ada
yang abadi, semuanya fana dan akan binasa, dunia ini pastinya akan kita
tinggalkan saat kembali pulang kampung menghadap Sang Pencipta, terasa belum
siap kalau harus segera meninggalkan dunia ini, bekal kebaikan belum cukup
banyak, hidup masih diselimuti dosa dan penuh bayang-bayang fatamorgana.
Hebat dan bersyukurnya menjadi umat Nabi Muhammad saw
bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan adalah anugrah termahal dan terindah, semua
aktifitas Ramadhan bernilai tinggi, serat dengan pahala kebaikan, pahalanya pun
besar dan berlimpah, satu malam saja beramal sholeh setara dengan 83 tahun 4
bulan beribadah, pantas saja Ramadhan disebut bulan untuk banyak berbekal dan
bekal terbaik itu adalah ketaqwaaan. Firman Allah swt.
“Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah
takwa." (QS. Al-Baqarah : 197).
Belum lagi kata رمضان,
huruf per hurufnya itu bermakna, sehingga tidak heran sejak bulan Rajab dan
Sya’ban berdoa minta disampaikan bertemu dengan bulan Ramadhan, satu ayat saja
dikaji, bikin merinding tidak ingin menyia-nyiakan seluruh waktu selama satu
bulan penuh, karena bisa jadi ini Ramdhan terakhir untuk kita. Apa saja
hikmahnya agar kita menjadin insan muttaqin.?
Pertama,
Indahnya Orang Beriman.
Hari senin
dibulan Sya’ban tahun kedua hijrah saat Nabi saw kurang lebih berada 2 tahun di
kota Madinah turunlah satu ayat dalam al-quran suroh al-Baqoroh yaitu ayat 183
dan indahnya ayat ini dibuka dengan kalimat iman.
Perlu dicatat,
setiap ada kalimat iman membuka ayat al-quran, itu menentukan kadar keimanan
dan pembuktian seseorang dihadapan Allah swt sekaligus ada tiket termahal yang
akan diberikan kepadanya untuk meraih agar dapat memasuki surga terindah yang didambakan
semua orang.
“Wahai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah : 183).
Diawali
kalimat يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاdalam kaidah bahasa arab "يَا"
هي حرف نداء (huruf panggilan) dan kata "يَا"
itu تُستخدم للقريب والبعيد والمتوسط
(digunakan untuk memanggil objek manapun dalam 3 jarak utama, dekat, menengah
ataupun jauh dan yang dipanggil adalah الَّذِيْنَ
untuk menunjukkan semua kalangan tanpa batas, mau laki-laki, perempuan, mau
besar, kecil, mau tua, muda sepanjang mereka sudah baligh, yang dipanggil adalah
nilai keimanannya اٰمَنُوْا para ulama lughotul
quran berkata “ketika kalimat اٰمَنُوْا
disandingkan dengam huruf "يَا"
seakan-akan ada kalimat dan makna yang indah didalamnya.
Wahai orang-orang
yang merasa punya iman, tidak peduli keadaan imannya kuat sehingga merasa dekat
dengan Allah swt sampai-sampai sebelum adzan berkumandang sudah datang ke
masjid, atau imannya menengah sehingga jarak dengan Allah biasa-biasa saja, saat
adzan berkumandang baru datang, atau merasa imannya lemah sampai dengan saat
ini, sehingga sudah iqomah belum juga datang, Allah tidak peduli itu, Allah
akan turunkan kepada orang beriman satu jenis ibadah yang dengan ibadah itu
iman yang kuat semakin menguat, iman yang menengah semakin dekat dan iman yang
jauh semakin dekat kepada Allah swt.
Allah
menegaskan sekali lagi dengan menggunakan kata اَيُّهَا
ibadah yang akan mendekatkan kalian dengan Allah swt lebih daripada ibadah-ibadah
lainnya yaitu كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ
ibadah itu namanya puasa. Allah buktikan langsung diawal puasa Ramadhan,
pemberian nilai keimanan begitu dahsyat dari Allah swt, jangankan yang kuat
imannya, imannya yang lemah saja yang sebelum Ramadhan tidak pernah ke masjid,
malam pertama Ramadhan sudah berada di shaf terdepan, begitu juga bagi
yang tidak pernah membaca al-quran atau jarang-jarang membacanya pada malam
pertama Ramadhan sudah bisa tadarusan. Hanya persoalannya, tidak semua orang yang
mendapatkan nilai-nila keimanan mampu mempertahankannya, sangat disayangkan,
diawal sudah diberikan kadang dipertengahan mulai terjadi pergeseran bahkan
nyaris meninggalkannya.
مَعَاشِرَ
الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Begitu ayat
ini turun semua merasakan bahagia, semua gembira bahkan kebahagiannya tak
terlukiskan karena mereka mengetahui dipanggil dengan kalimat يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاdimana
ada tiket surga yang sangat dinantikan, surga yang dirindukan, ada amalan yang
harus dibuktikan, dan dahsyatnya bulan puasa Ramdhan itu dapat mengumpulkan
ibadah lebih daripada sebelumnya, seperti ibadah sholat diperbanyak dan
ditingkatkan, membaca al-quran diperbanyak, sodaqoh diperbanyak maka semakin
bahagia orang pada saat itu karena tiket dan bekalnya semakin diperbanyak dan
dipercepat menju surgaNya, karena itulah tidak ada satupun diantar para sahabat
tabiin ketika mendekati Ramadhan kecuali mempercepat kerinduannya untuk tiba
dimasanya agar dapat mengantarkan meraka ke surga. Justru akan menjadi aneh
jika datang bulan suci Ramadhan ada perasaam tidak nyaman, tidak bahagia itu
menunjukan bahwa belum siap untuk masuk ke surga dan imannya cukup lemah karena
belum tentu Ramadhan tahun depan kita masih dipertemukan lagi.
Kedua, Raih
Taqwa dengan Serius dan Sunguh-sungguh.
Apakah
setiap yang puasa itu otomatis memiliki banyak bekal tuk menuju surga? Jawabannya,
belum tentu. Karena ternyata ayatnya berlanjut “hai orang-orangyang telah menyatakan beriman kepada Allah, Aku
wajibkan engkau menunaikan puasa, dengan puasa bisa menguatkan imanmu,
mendekatkan dirimu kepada Ku, mempercepat bekalmu tuk ke surga, sebagaimana Aku
wajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, supaya kalian bertaqwa.
Coba
perhatikan, dipenghujung ayat ini Allah gunakan kata لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُوْنَۙ. Kata لَعَلَّكُمْ, terdiri dari kata لعلى dan كم.
Kata كم menunjuk kepada kita yang berpuasa dan لعلىmenurut Imam Sibawaih
memiliki dua makna dengan satu penekanan yang sama yaitu At-Tarajji (الترجي)-Pengharapan Baik dan Al-Isyfaq (الإشفاق)-Kekhawatiran. Artinya, harapan yang
sangat ingin diraih tapi mustahil bisa diwujudkan kecuali dengan kesungguhan yang
dalam, sehingga pesannya, Allah ingin mengatakan tidak semua orang puasa akan
meraih derajat taqwa kecuali orang yang serius dan sunguh-sungguh saat mejalani
puasanya.
Ibadah itu
tiket surga, jika semua jenis ibadah dikumpulkan tiketnya disatukan itulah namanya
tiket taqwa, begitu dikumpulkan tiket taqwa inilah yang menentukan surga bagi
kita, karena ketika kita ingin memasuki surga, ada jenis-jenis surga dalam
alquran yang umumnya selalu disandingkan dengan kalimat-kalimat taqwa. Contoh :
ada surga yang saat kita memasuki bentangan keluasnya itu seluas langit dan
bumi. Firman Allah swt
“Bersegeralah
menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi
yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,” (QS Ali 'Imran : 133).
Bersegeralah
untuk mengevaluasi diri dengan banyak beristighfar, koreksi diri biar jadi lebih
baik dan berharaplah, bercita-citalah masuk surga, yang sudah Allah siapkan
tempatnya untukmu seluas langit dan bumi اُعِدَّتْ
لِلْمُتَّقِيْنَۙ kami sediakan untuk orang bertaqwa.
Begitu ia
mau masuk ke surga yang luasnya langit dan bumi ini, taqwanya dicek dan
dikumpulkan tiketnya darimana mendapatkan nilai taqwa ini, amalnnya adalah
“(yaitu)
orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit,
orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan
(kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali 'Imran : 134).
Orang yang
gemar berinfaq dalam keadaan lapang ataupun sulit, orang yang sangat mampu
menahan amarah dan orang yang memaafkan kesalahan orang lain serta orang yang banyak
berbuat baik (amal sholeh) dalam kehidupan dan dicintai oleh Allah swt, Allah
sediakan jenis surganya
“(Di surga)
mereka dapat mengambil apa saja yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka.
Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat
kebaikan.” (QS. Adz-Dzariyat : 16).
Mereka
mendapatkan kenikmatan langsung dari Allah swt, mereka adalah orang yang bertaqwa,
bagaimana mereka mengumpulkan tiket taqwanya untuk mendapatkan taman surga
terindah. Amalannya adalah,
“Mereka
sedikit sekali tidur pada waktu malam,” (QS. Adz-Dzariyat
: 17).
Kalimat يَهْجَعُوْنَitu tidur malamnya
sedikit, lebih banyak ibadahnya, bukankah di bulan Ramadhan kita sedikit
tidurnya dan orang yang seperti ini bisa masuk ke dalam surga yang telah
disedikan dengan segala kenikmatannya.
Maksudnya,
ketika Allah mengundang kita dengan puasa dan Allah tutup ujungnya dengan
kalimat taqwa ada surga yang terbentang menjadi pilihan, kita bisa masuk ke
taman surga yang seluas langit dan bumi dan semua peluang itu berkumpul saat Ramadhan
karena semua amalan-amalan baik dimaksimalkan disaat bulan Ramadhan,
Kedua, Amalan
Sholat.
Taqwa itu
adalah kondisi terdekat dengan Allah, jalannya dibangun lewat ibadah, untuk
mencapai taqwa itu lewatnya ibadah, salah satunya sholat, disebutkan kalimat
taqwa dalam alquran,
“(yaitu)
orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan
sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,” (QS. Al-Baqarah : 3).
Coba
bedakan tulisan sholat di ayat ke 3 suroh albaqoroh dengan ayat ke 238 suroh
albaqoroh,
حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ ٢٣٨
“Peliharalah
semua salat (fardu).” (QS. Al-Baqarah : 238).
Penulisan
sholat dengan huruf ت terbuka الصَّلَوٰتِtapi
ketika Allah berfirmn di albaqoroh ayat 3 penulisan sholat dengan huruf ة marbuthoh الصَّلٰوةَ.
Bedanya adalah :
حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ ini
maksudnya sholat fardhu 5 waktu, sementara الصَّلٰوةَ
ini maksudnya sholat sunah, jadi, jika ingin menambah dari yang fardhu itu dengan
tambahan sunah seperti 12 rokaat qobliyah badiayah, sholat tahajjud dll.
Dan orang
taqwa dalam al-quran itu disifatinya الصَّلٰوةَini. Jika ingin meningkatkan peribadi lebih taqwa, naik
levelnya yang Allah tantang adalah naikkan dari yang fardhu, begitu الصَّلٰوةَ ini optimal terus naik lalu apa kaitan
taqwa dengan kehidupan kita?, contohnya Sayyidah Aisya begitu tinggi ilmunya,
hubungan taqwa dengan ilmu ditemukan dalam firmanNya,
“Allah
memberikan pengajaran kepadamu tentang hak dan kewajiban, dan Allah Maha
Mengetahui Segala sesuatu.” (QS. Al-Baqoroh :
282).
Tingkatkanlah
taqwamu kepada Allah, semakin menigkat taqwa mu, Allah tanamkan, Allah ajarkan
dan tambahkan pengetahuan pada dirimu, jadi percepatan pengetahuan itu bukan
hanya ditempuh dengan ikhtiar kita untuk menghafal dan belajar. Namun jika ingin
cepat dapat aksesnya, dekati pemiliknya, yaitu yang punya ilmu Allah swt, yang
punya harta Allah swt. Makanya orang dulu itu cerdas, kalau ingin cepat pintar
yang diajarkan terlebih dahulu itu sholat.
Ketiga, Taqwa
itu Ekspresi Kebahagiaan.
Kalau ada
iman berarti ada amal sholeh dan kalau sudah dihadirkan amal sholeh tujuannya untuk
baik dan kebaikan itu akan menghantarkan kebahagiaan dan kesuksesan, biasanya kalau
sudah bahagia dan sukses kita harus bersyukur kepada Allah swt, maka diakhir
ayat setelah selesai puasa kita bersyukur dengan takbir,
“Hendaklah
kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang
diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.” (QS.
Al-Baqoroh : 185).
Karena
puncak akhir Ramadhan itu golnya adalah kebahgiaan dan kesuksesanyang diwujudkan dengan kata taqwa lalu
diekspresikan dengan syukur. Orang bahagia itu kalau punya masalah kemudian
datang solusi, bahagia itu kalau perlu materi, perlu rezeki kemudian tiba-tiba
datang bahkan datangnya dari sisi yang tidak diduga maka bahgianya akan
berlipat, bahagia itu ketika ujian, tiba-tiba soal ujiannya sesuai dengan yang diharapkan
atau bisa menjawab dengan sempurna, maka semua ekspresi kebahgiaan yang
didapatkan itu ternyata digambarkan oleh alquran dengan satu kata yang bernama “taqwa”,
semakin meningkat taqwanya maka semakin cepat kita mendapatkan solusinya dari
setiap persoalan yang kita alami
“Siapa yang
bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya” (QS. At-Thalaq : 2).
Kalau sudah
pakai مَنْ itu personal sifatnya, tawaran untuk mendapatkan
taqwa itu personal, panggilannya umum dan siapapun yang mampu meningkatkan
taqwanya kepada Allah maka Allah akan dekatkan ia pada solusi dari setiap
persoalan yang ia alami dan kata مَخْرَجًاۙ
itu نَكِرَةٌ (umum, masalah apa saja). Seperti
persoalan terbesar dalam rumah tangga yang kadang melahirkan celah untuk
berpisah, kalau pun ada taqwa itu menjadi solusi.
“dan
menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang
bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.
Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat
ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS.
At-Thalaq : 2).
Urusan ilmu,
siapa saja yang meningkatkan taqwanya kepada Allah pasti Allah tambahkan
pengetahuannya.
“Lalu,
mereka berdua bertemu dengan seorang dari hamba-hamba Kami yang telah Kami
anugerahi rahmat kepadanya dari sisi Kami. Kami telah mengajarkan ilmu
kepadanya dari sisi Kami.” (QS. Al-Kahf : 65).
Mau
kebahgiaan, langsung bahagia dengan taqwa. Firman Allah swt
وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ١
“dan
bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS. Al-Baqoroh : 189).
Semua itu karena
taqwa dan akumulasi semua ini ketika kita dudukan dalam satu tujuan ternyata
mengakhiri ayat puasa itu dengan taqwa
“Wahai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah : 183).
Tidak semua
orang puasa akan mendapatkan taqwa kalau ia tidak sungguh-sungguh menjalani
puasanya karena kata تَتَّقُوْنَۙ diawali dengan kata لَعَلَّكُمْ (yaitu keingin untuk meraih sesuatu yang
besar yang tidak mungkin dapat dicapai kecuali dengan kesengguhan).
Jadi, orang
puasa berkeinginan besar mendapatkan taqwa namun kata Allah tidak mungkin bisa
dicapai kecuali serius menjalaniya, dan keseriusan itu baru bisa terlaksana
jika ada programnya, disiapkan dari awal Ramadhan, siang dan malamnya penuh
dengan amaliah Ramadhan. itulah sebabnya puasanya menggunakan kata الصِّيَامُbukan dengan kata الصوم. Karena kata الصومhanya sekali disebutkan dalam alquran,
“Sesungguhnya
aku telah bernazar puasa (bicara) untuk Tuhan Yang Maha Pengasih. Oleh karena
itu, aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.” (QS. Maryam : 26).
Arti الصوم dalam bahasa arab itu maknanya masih umum,
bisa puasa lapar, dahaga, puasa tertawa, berbicara, berkedip apa saja yang
ditahan, karena itu Sayyidah Maryam ketika melahirkan Nabi Isa as maka Maryam yang
tidak pernah disentuh laki-laki manapun.
“Dia
(Maryam) berkata, “Bagaimana (mungkin) aku mempunyai anak laki-laki, padahal
tidak pernah ada seorang (laki-laki) pun yang menyentuhku dan aku bukan seorang
pelacur?” (QS. Maryam : 20).
Maryam bisa
mengandung, bisa melahirkan, begitu beliau mengandung dan melahirkan munculah
fitnah dan tuduhan, kata Allah jika kamu ditanya, jangan jawab, tunjukkan saja
bayinya, engkau sedang الصوم yaitu puasa bicara
namun masih tetap makan.
“Makan,
minum, dan bersukacitalah engkau. Jika engkau melihat seseorang, katakanlah,
‘Sesungguhnya aku telah bernazar puasa (bicara) untuk Tuhan Yang Maha Pengasih.
Oleh karena itu, aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.’” (QS. Maryam : 26).
Berbeda
dengan kata الصِّيَامُada
aturannya, diatur waktunya, bulannya khusus tidak sembarangan, bukan puasa
biasa, ada latihan khusus maka turun ayat pembukanya