Khutbah Jumat (Edisi 212) Tema : “5 SEBAB DATANGKAN SYAFA'AT”
khutbah-jumat
Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 212) Tema :
“5 SEBAB DATANGKAN SYAFA'AT”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) dan Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl' ATTAQWA KH.NOER ALIE Ujungharapan. Jumat, 25 September 2026 M/14 R. Akhir 1447 H.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Sebagai manusia kita semua pasti sangat membutuhkan syafa'at terutama bagi orang yang beriman, dalam istilah agama islam syafa'at itu adalah pertolongan atau permohonan kebaikan dari pihak lain atas izin Allah swt agar dapat meringankan kesusahan atau Menghapuskan dosa seseorang.
Kelak pada hari yang dahsyat di padang mahsyar, manusia kebingungan dan kepayahan menunggu giliran hisab. Mereka mendatangi para nabi (dari Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, hingga Isa) untuk meminta pertolongan, tapi semuanya tidak berani karena urusan yang maha dahsyat.
Akhirnya mendatangi manusia Nabi Muhammad saw yang memohon kepada Allah swt agar hisab segera dimulai dan ini adalah bentuk pertolongan agung karena Rasululullah saw itu satu-satunya diantara nabi dan rasul yang ketika yaumul hisab itu sujud minta sama Allah saw .
فَيَقُولُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي فَيَقُولُ انْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مِنْهَا مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ شَعِيرَةٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ
Maka Allah berfirman 'Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, ucapkan engkau akan didengar, mintalah engkau akan diberi, mintalah syafaat (keringanan) engkau akan diberi syafaat (keringanan).' Maka aku menghiba 'Wahai tuhanku, umatku-umatku.' Allah menjawab, 'Berangkat dan keluarkanlah dari neraka siapa saja yang di dalam hatinya masih terdapat sebiji gandum keimanan.' Maka aku mendatangi mereka hingga aku pun memberi syafaat.” (HR.Bukhari ).
Untuk meraih syafa'at itu kita harus menyambutnya dengan ikhtiar, setidaknya ada 5 sebab yang mendatangkan syafa'at di hari berhenti kelak. Diantaranya :
Pertama. Sering-seringlah Mengucapkan Tahlil ( لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ).
Mengucapkan kalimat tauhid ini dengan tuus dan ikhlas menjadi salah satu jalan utama bagi seorang muslim untuk mendapatkan pertolongan atau syafa'at di hari akhir nanti.
Rasulullah saw bersabda,
قِيلَ يا رَسولَ اللَّهِ مَن أسْعَدُ النَّاسِ بشَفَاعَتِكَ يَومَ القِيَامَةِ؟ قالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: لقَدْ ظَنَنْتُ يا أبَا هُرَيْرَةَ أنْ لا يَسْأَلُنِي عن هذا الحَديثِ أحَدٌ أوَّلُ مِنْكَ لِما رَأَيْتُ مِن حِرْصِكَ علَى الحَديثِ أسْعَدُ النَّاسِ بشَفَاعَتي يَومَ القِيَامَةِ، مَن قالَ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، خَالِصًا أوْ نَفْسِهِ
“Terdapat satu pertanyaan yang disampaikan kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafaatmu pada hari penegakan?” Rasulullah saw menjawab, “Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan masalah ini. Karena aku melihatmu sangat tertarik terhadap hadis. Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan “ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ“dengan ikhlas dari hati atau jiwa.” (HR.Bukhari).
Kalimat tahlil menjadi pembebas dari neraka, pelindung dan jaminan bagi seseorang untuk terhindar atau keluar dari api neraka, serta menjadi kunci pembuka pintu surga. Suatu saat Nabi melihat mendengar muadzin mengucapkan ' أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ'. Lalu dia berkata pada muadzin tadi,
« خَرَجْتَ مِنَ النَّارِ»
”Engkau terbebas dari neraka.” (HR.Muslim).
Kalimat tahlil menjadi amalan penutup (husnul khotimah), siapa saja yang akhir ucapannya sebelum meninggal dunia adalah kalimat tahlil, maka ia mengizinkan masuk surga. Nabi melihat bersabda,
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ
”Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ, maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Daud).
Dari Abu Hurairoh ra, dari Nabi saw bersabda,
مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ . فى يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ, كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، لَهُ Layanan yang Dapat Membantu Diatur وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِىَ، وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ ، إِلاَّ أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ
”Barangsiapa mengucapkan ' لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ ، وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ فِى يَوْمٍ' (tidak ada sesembahan yang dapat disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu) dalam sehari sebanyak 100 kali, maka penutupnya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pena), mencatatnya 100 bantuan, menghapusnya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membaca lebih banyak dari itu .” (HR. Bukhari dan HR. Muslim).
Kedua, Gemar Membaca Al-Quran).
Membaca al-Qur'an itu benar-benar akan datang pada hari berhenti sebagai pemberi syafa'at (penolong) bagi orang yang rajin membaca.
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Umamah ra, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda, “Bacalah Al-Qur'an karena pada hari berhenti, ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya .” (HR.Muslim).
Dihari ketika tidak ada lagi penolong selain izin Allah swt, al-quran akan hadir menampakkan wujudnya dan memohon kepada Allah sawt agar memberikan keselamatan bagi pembacanya. Al-Quran akan meminta kepada Allah swt untuk menyempurnakan pembacanya dengan mahkota kehormatan dan pakaian kemuliaan di akhirat. Nabi melihat bersabda,
يَجِيءُ القُرْآنُ يَوْمَ القِيَامَةِ فَيَقُولُ : يَا رَبِّ حَلِّهِ، فَيُلْبَسُ تَاجَ الكَرَامَةِ، ثُمَّ يَقُولُ : يَا رَبِّ زِدْهُ، فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الكَرَامَةِ، ثُمَّ يَقُولُ : يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ، فَيَرْضَى عَنْهُ، فَيُقَالُ لَهُ : اقْرَأْ وَارْقَ، وَيُزَادُ Layanan Pelanggan
“Kelak di hari berhentinya Al-Qur'an akan datang, seraya memohon kepada Tuhannya : 'Wahai Tuhan, pakaikanlah kepadanya (pembaca Al-Qur'an)!' Kemudian ia memakaikan mahkota kemuliaan. Kemudian ia memohon kembali, 'Wahai Tuhan, tambahkanlah!' Kemudian dipakaikan pakaian kemuliaan. Kemudian dia memohon lagi, 'Wahai Tuhan, ridhailah dia!' Kemudian Allah pun meridhainya. Maka ia berkata: bacalah dan naiklah. Sebab setiap satu ayat akan dibukakan satu kebaikan.” (HR.Imam Turmudzi).
Terutama terkhusus bagi mereka yang menghafal dan mengamalkannya dengan baik, maka akan bisa memberi syafa'at bagi anggota keluarganya yang lain. Nabi melihat bersabda,
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَحَفِظَهُ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَشَفَّعَهُ فِي عَشَرَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ كُلُّهُمْ قَدْ اسْتَوْجَبُوا النَّارَ
“Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an dan menghafalkannya, maka Allah memasukkan ia ke surga, dan memberikan syafaat kepada sepuluh dari keluarga yang semua divonis masuk neraka.” (HR. Ibnu Majah).
Begitu juga, jika seseorang masih merasa kesulitan atau membaca dengan terbata-bata, dia tetap mendapatkan dua pahala yaitu pahala membaca dan pahala kesulitan dalam belajar. -Qur'an Terbata-Bata
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ ) متفقٌ عَلَيْهِ
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membaca, maka ia bersama para malaikat yang mulia (bersih dari maksiat) dan taat dalam kebaikan. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan ketika membaca, maka berakhirlah dua pahala.” (HR.Muttafaqun 'alaih).
Ingat, al-quran itu bisa jadi memberi syafaat bagi seseorang yang menjadi imam, panutan dan pedoman dengan mengamalkan isi kandungannya sehingga al-quran bisa menariknya masuk ke dalam surga, namun sebaliknya, al-quran itu akan dapat mencelakai dan menariknya masuk ke dalam neraka bagi seseorang yang meninggalkan isi kandunganya. Nabi melihat bersabda,
وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
“Al-Qur'an dapat memberi manfaat kepadamu dan mencelakaimu” . (HR.Muslim).
Ketiga, Bagi yang Rajin Berpuasa.
Bagi seseorang yang istiqomah berpuasa maka puasa itu kelak akan menjadi syafa'at di hari berhenti atas izin Allah swt. Puasa itu akan memohon kepada Allah swt agar diperkenankan memberi bantuan kepada orang yang mengamalkannya kerena telah berhasil menahan makan dan syahwat selama di dunia. Dari 'Abdullah bin 'Amr ra, Rasulullah saw bersabda,
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ
Puasa dan Al Qur'an itu akan memberikan syafa'at kepada seorang hamba pada hari bersandar kelak. Puasa akan berkata, 'Wahai Rabbku, aku telah menahan makan dan nafsu syahwat makanya perkenankan aku untuk memberikan syafa'at kepadanya'. Dan Al Qur'an pula berkata, 'Aku telah melarangnya dari tidur pada malam hari, maka perkenankan aku untuk memberi syafa'at kepadanya.' Beliau bersabda, 'Maka syafa'at keduanya diperkenankan.'” (HR. Ahmad).
Dari Jabir bin 'Abdillah ra, Rasulullah saw bersabda,
إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ
“Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka.” (HR.Ahmad).
Dari Abu Sa'id ra, Rasulullah saw bersabda,
مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا
“Barangsiapa melakukan puasa satu hari di jalan Allah (dalam melakukan ketaatan pada Allah), maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan 70 tahun.” (HR.Bukhari).
Keempat, Banyak Bersholawat.
Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad saw adalah salah satu amalan ringan yang memiliki keutamaan luar biasa, termasuk mendapatkan syafaat (pertolongan) beliau di hari berhenti karena orang yang paling banyak bersholawat maka dialah yang paling dekat dengan Nabi saw pada hari berhenti. Dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash ra, Rasulullah saw bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ أَوْ سَأَلَ لِي الوَسِيْلَةَ حَقَّتْ عَلَيْهِ شَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ
“Barangsiapa bershalawat saya atau meminta agar saya dijadikan wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafa'atku pada hari berhenti nanti.” (HR.Muslim).
أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ القِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً
“Orang yang paling utama (mendapatkan syafa'at-ku) di hari berhenti adalah orang yang paling banyak membaca shalawat untuk-ku.” (HR. at-Tirmidzi).
Dari Abu Umamah ra, Rasulullah saw bersabda,
أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً
“Perbanyaklah shalawat saya pada setiap Jum'at. Karena shalawat umatku akan tersampaikan kepada saya pada setiap Jum'at. Barangsiapa yang banyak bershalawat saya, dialah yang paling dekat denganku pada hari berakhir nanti .” (HR. Al-Baihaqi).
Kelima, Datang kerumah Nabi saw.
Mendatangi rumah Nabi Muhammad saw atau berziarah ke Makam Rasulullah saw di Masjid Nabawi, Madinah adalah merupakan salah satu amalan yang sangat mulia dan percaya diri menjadi jalan untuk mendapatkan syafaat beliau di hari berhenti. Dari Abdulloh bin Umar ra, Rasulullah saw bersabda,
مَنْ زَارَ قَبْرِي وَجَبَتْ لَهُ شَفَاعَتِي
“Barangsiapa yang berziarah ke Makamku, maka wajib dia (mendapat) syafaatku.” (HR.ad-Daruquthni).
Dari Abdullah bin Umar ra, Rasulullah saw bersabda :
مَنْ جَاءَنِيْ زَائِرًا لَا يُهِمَّهَ إِلَّا زِيَارِتِيْ كَانَ حَقًّا عَلَيّ أَنْ أَكُوْنَ لَهُ شَفِيْعاً
“Siapa pun yang datang kepadaku untuk berziarah. Ia tidak memiliki tujuan lain selain berziarah maka wajib untuk menjadi pemberi syafaat kepadanya di hari berhenti.” (HR. At-Thabrani).
Dari Abdullah bin Umar ra, Rasulullah saw bersabda :
مَنْ حَجَّ فَزَارَ قَبْرِيْ فِيْ مَمَاتِيْ كَانَ كَمَنْ زَارَنِيْ فِي حَيَاتِيْ
“Siapa yang berhaji kemudian menziarahi kuburku setelah aku mati maka seolah ia menziarahiku ketika aku masih hidup.” (HR. Imam Ad-Daruquthni dalam kitab Al-Sunan).
Bahkan setiap kali seorang muslim bersholawat dan mengucapkan salam kepada Nabi saw baik dari jauh maupun saat datang berziarah ke makamnya maka Allah swt mengembalikan ruhnya ke jasadnya agar Nabi saw dapat membalas salam tersebut secara langsung. Ini menjadi motivasi kuat bagi kita untuk sering-sering mengucapkan sholawat dan salam kepada Rasulullah saw karena salam itu benar-benar sampai dan dijawab langsung oleh beliau.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلَّا رَدّ اللَّهُ عَلَيَّ رُوحِي، حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah seseorang di antara kalian mengucapkan salam hormat kepada mereka melainkan Allah mengembalikan ruhku hingga aku menjawab salamnya.” (HR.Imam Abu Daud).
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا حِيْم
uanuan







