Featured Post

Recommended

Khutbah Jumat 2024 (edisi 149) Tema : Nabi Ibrahim AS (Part.1) : “Puncak Cinta Sanggup Berbagi”

  Wafizs Al-Amin Center “Berbagi Cahaya Diatas Cahaya” Khutbah Jumat 2024/1445 (edisi 149) Tema  : Nabi Ibrahim AS (Part.1) : “Puncak Ci...

Khutbah Jumat 2024 (edisi 149) Tema  :  Nabi Ibrahim AS (Part.1) : “Puncak Cinta Sanggup Berbagi”

Khutbah Jumat 2024 (edisi 149) Tema : Nabi Ibrahim AS (Part.1) : “Puncak Cinta Sanggup Berbagi”

 

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat 2024/1445 (edisi 149) Tema  :

Nabi Ibrahim AS (Part.1) : “Puncak Cinta Sanggup Berbagi”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ NURUL HUDA K.A. Pengarengan Kota Bekasi. 24 Mei 2024 M/15 Dzulqo’dah 1445 H. 


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Umat muslim seluruh antero dunia sudah mulai berbondong-bondong menuju ke Baitulloh untuk memenuhi undangan Allah swt dari masyarakat perkotaan sampai pelosok pedesaan terpencil pun bisa datang dengan berbagai macam cara agar bisa sampai dirumah Allah swt. Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim as agar menyeru umat manusia untuk mengerjakan ibadah haji ke Baitullah dan menyampaikan kepada mereka bahwa ibadah haji itu termasuk ibadah yang diwajibkan bagi kaum muslimin.

وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ ۙ

“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. Al-Hajj : 27).


Sosok Nabi Ibrahim adalah penyabar, selalu سَمِعْنَا وَاَطَعْنَاۗ (kami mendengar, dan kami taat), patuh segala perintah Allah swt meskipun terlihat mengorbankan jiwa raganya, itulah sikap mukmin sejati sebagaimana firman Allah swt.

اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata: Kami mendengar, dan kami taat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS.  An Nur : 51).


Nabi Ibrahim as sangat menicintai Allah swt, dibenak dan fikirannya selalu yang diingat Allah swt bukti cintanya kepada Allah beliau siap berbagi yang dimiliki dan dicintainya karena puncak cinta adalah ketika sanggup berbagi.


Pertama, Berbagi Harta Yang Paling Dicintai.

Selama 86 tahun Nabi Ibrahim as berdoa agar bisa dikarunia keturunan, disaat doanya diterima Allah swt dan memiliki sang putra mahkota yang akan bisa melanjutkan estapet kenabiannya lalu Allah swt memintanya untuk disembelih, lagi-lagi Nabi Ibrahim as berkata سَمِعْنَا وَاَطَعْنَاۗ (kami mendengar, dan kami taat), siap berbagi harta yang paling ia cintai.


Karena puncak cinta itu bukan untuk memiliki, puncak cinta bukan untuk menguasai, puncak cinta itu ketika kita sanggup berbagi,  itu ditampakkan dalam kehidupan Nabi Ibrahim as setelah anak itu lahir, itulah puncak cinta, keinginan untuk memiliki selamanya tapi Allah swt berkata lain.

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ

“Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.” (QS. Ash Shaffat : 101).


Dan ketika usia anak yang sangat disayangi itu sedang menggemaskan dan sedang lucu-lucunya, Nabi Ibrahim as menyampaikan mimpinya.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!". (QS. Ash Shaffat : 102).


Dan yang luar biasanya ternyata anakpun sama berfikirnya dengan sang ayah, karena puncak dari cinta sang anak kepada ayah adalah saat sanggup anaknya berbagi kepada Allah swt. Apa kata sang anak kepada ayahnya.

قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar" !. (QS. Ash Shaffat :102).


Bertemu seorang ayah yang sholeh dengan anak yang sholeh adalah dambaan setiap keluarga, jangan pernah bermimpi mendapatkan anak yang sholeh kalau tidak dari ayah yang sholeh yaitu sholeh dalam berfikir, sholeh dalam beramal dan sholeh dalam mencari nafkah.


Hari ini godaan anak-anak kita luar biasa dalam mencari nafkah, hari ini godaan anak-anak kita jauh lebih kompleks, adakah yang sanggup menjamin anaknya 24 jam dari games online, play station, internet, dunia media sosial. Dan benteng terakhir pertahanan anak-anak kita adalah ilmu agama islam, Islamic boarding school, pondok pesantren, kirimkan mereka jauh dari dunia yang merusaknya sebagaimana Nabi Ibrahim as mengirimkan Ismail ke lembah yang sunyi, sepi, tidak ada tanaman, jauh dari keramaian, kemewahan dan hiruk pikuk manusia bahkan didekatkan dengan rumah Allah yang suci.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim : 37).


Karena itu, kalau sayang kepada anak maka dekatkan dia kepada Allah swt, ajak kerumaah Allah, sayang kepada anak jauhkan dia dari materi. Hari ini banyak orang yang salah dalam memberi sayang, disumbat mulut anak dengan banyak materi, ditunjukkan segala kecintaannya dengan memenuhi segala kemauannya, bukan itu, karena cinta puncaknya adalah mampu berbagi sebagaimana Nabi Ibrahim as mampu membagi anaknya. Siapa yang cinta kepada Allah maka dia bagikan kepada Allah, siapa yang cinta kepada makhluk maka habis untuk makhluk karena makhluk itu pasti mati, semuanya pasti berakhir, tapi cinta kepada Allah itulah yang kekal abadi.


Kedua, Berbagi Untuk Allah Itu Yang Abadi.

Hari ini orang sai antara bukit Shofa dan Marwa adalah bekas perbuatan Hajar istri Nabi Ibrahim as, hari ini orang minum air zamzam adalah bekas tumit kaki Ismail anak Nabi Ibrahim as dan Idul Adha menyembelih hewan qurban adalah sejarah penyembelihan Ismail anak Nabi Ibrahim as. Karena seseungguhnya yang dibagi ikhlas untuk Allah, itulah yang akan kekal abadi disepanjang zaman tidak akan lapuk karena hujan, tidak akan goyah karena angin kencang, sebab Allah yang mengekalkannya hingga hari kiamat, serahkan semuanya kepada Allah maka dia akan besar, bagikan kepada Allah maka dia akan kekal abadi. Nabi saw bersabda,

عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقْرَأُ أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ. يَقُوْلُ ابْنُ اۤدَمَ مَالِيْ مَالِيْ، قَالَ وَهَلْ لَكَ يَاابْنَ اۤدَمَ مِنْ مَالِكَ اِلاَّ مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ. (رواه مسلم)

Mutharrif bin Syu‘bah meriwayatkan dari ayahnya berkata, “Aku mendatangi Nabi saw, sedangkan beliau sedang membaca ayat ‘أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ.” Lalu Nabi saw bersabda, “(Ada seorang) manusia mengatakan ‘hartaku-hartaku.” Nabi saw bersabda lagi, “Wahai manusia, kamu tidaklah memiliki harta (yang kamu kumpulkan), melainkan apa yang kamu makan maka telah habis, apa yang kamu pakai maka telah lusuh, dan apa yang kamu sedekahkan maka telah berlalu.” (HR. Muslim). Yang engkau sedekahkan untuk Allah itulah yang kekal abadi.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7).


Yang engkau cari selama ini setiap hari, pergi pagi pulang petang, waktupun habis bahkan sampai meninggalkan sholat, terkadang menggadaikan agama dan aqidah, itu semua hanya sampai di tenggorokan setelah itu engkau akan mati, harta warisan dibagi-bagi tidak tersisa sedikitpun, semua tidak akan dibawa menghadap Ilahi dan tidak akan kembali, yang setia menemani hanya amal sholehmu.

عن أنس عن رسولِ اللَّهِ قَالَ: يتْبعُ الميْتَ ثلاثَةٌ: أهلُهُ ومالُه وعمَلُه، فيرْجِع اثنانِ ويبْقَى واحِدٌ: يرجعُ أهلُهُ ومالُهُ، ويبقَى عملُهُ متفقٌ عَلَيهِ.

“Akan mengiringi mayit tiga perkara, Hartanya, keluarganya dan amalannya. Maka akan kembali pulang dua perkara dan akan tinggal bersamanya satu perkara. Yang akan kembali pulang keluarganya dan hartanya, dan akan tinggal bersamanya amalannya.” (HR. Bukhori Muslim).


Anak menantu, sahabat, buat hati, belahan jiwa akan kembali kerumah, mereka akan menangis dua-tiga hari, selepas itu mereka akan tertawa, mereka akan melupakan kita. Kalau engkau kerja hari ini jabatanmu tinggi, punya kekuasaan hebat maka akan digantikan oleh orang lain, belum engkau mati pun mereka sudah menggantikanmu, yang tinggal hanya satu yaitu wakaf, infaq, sedekah, bila engkau punya yang lebih besar berikan wakaf, tidak punya lebih besar berikan infaq, tidak punya lebih besar berikan sedekah. Allah maha adil kalau engkau hebat, berikan wakaf, kalau engkau kurang hebat berikan infaq, kalau engkau manusia biasa berikan sedekah. Sebagaimana sabda Rasulullah saw,

«تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ»

“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah bagimu” (HR. Tirmidzi).


عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : “لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئاً، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ.” أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Dzarr ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Sungguh janganlah kamu memandang rendah sedikitpun suatu kebajikan, walaupun sekedar kamu bertemu saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim).


Itulah yang dikenang orang sepanjang zaman, dari abad ke abad, dari zaman ke zaman, tidak akan dilupakan orang, orang pun masih ingat dengan senyummu, saat engkau mati pun di makan cacing tanah masih didoakannya, saat ia lewat di makammu, masih sempat mulutnya berkata :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

“(Semoga keselamatan tercurah bagi penduduk kampung orang-orang mukmin dan muslim ini. Dan semoga Allah memberi rahmat kepada orang-orang yang telah mendahului kami dan orang-orang kemudian, dan kami insya Allah akan menyusul kalian semua)." (HR. Muslim).


Namun kalau engkau sombong dan angkuh itu pun juga akan dikenang orang, itu juga akan diingat orang sepanjang zaman, itulah orang yang sombong, itulah orang yang angkuh, itulah orang yang paling merasa tinggi hati. Oleh sebab itu bukti engkau rendah hati kepada Allah, berinfaq, berwakaf dan bersedekah, bukti engkau rendah hati, tawadhu’ kepada manusia berhadapanlah dengan orang itu dengan tatapan yang baik, dengan bertutur kata yang baik dan dengan perbuatan yang baik pula.

۞ قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَّمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ يَّتْبَعُهَآ اَذًى ۗ وَاللّٰهُ غَنِيٌّ حَلِيْمٌ

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah : 263).


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Berjuanglah sekuat tenaga untuk terus berbagi kepada Allah karena bukti puncak cinta kita kepada Allah swt adalah mampu berbagi segala apa yang kita cintai, bahkan Allah swt akan siapkan kebaikan dan surga bagi siapa saja yang mampu berbagi kepadaNya, firman Allah swt.

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ ۝٩٢

“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh surga (kebajikan yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.” (Ali 'Imran : 92).

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم

uanuan



KABAR GEMBIRA...
Bagi Anda Yang Ingin BERANGKAT HAJI REGULER di Tahun 2025
SILAHKAN BERGABUNG....
Bimbingan Manasik Reguler
Dibimbing Langsung Oleh : Ustadz H.Nur Anwar Amin,Lc Pimpinan Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Bisa BERGABUNG Bagi Anda Yang :
- Porsi Hajinya di tahun 2025
- Porsi Haji Kabupaten & Kota Bekasi
- Porsi Haji Mandiri
- Belum terdaftar di KBIHU Manapun
- Sudah terdaftar di KBIHU namun ingin Bimbingan Manasik Haji
- Rencana mau BADAL HAJI
- Rencana Mau Ibadah Umroh

JOIN US :
> Pembimbing Profesional
> Info Haji Terupdate
> Pelayanan Nyaman & Dilayani
> Lengkap Teori, Praktik Haji & Umroh
WA : 08161191890




YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
0857-7814-1993
08161191890



UMROH AWAL MUSIM 11 Hari Tahun 2024
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi
By Pesawat Saudia Airlines (SV 827)

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
Ahad, 14 Juli 2024
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah (11 Maret 2024) 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
Rabu, 24 Juli 2024
By Pesawat Saudia Airlines (SV 816) 
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Center & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @wafizscenter & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”



























































Khutbah Jumat 2024/1445 (edisi 148) Tema  :  “Jalan Membuka Pintu Surga”

Khutbah Jumat 2024/1445 (edisi 148) Tema : “Jalan Membuka Pintu Surga”

 

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat 2024/1445 (edisi 148) Tema  :

“Jalan Membuka Pintu Surga”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ NUURUSSA’ADAH Taman Wisma Asri Kota Bekasi. 09 Mei 2024 M/01 Dzulqo’dah 1445 H. 


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Setiap insan beriman pasti sangat merindukan masuk surga, di akhirat ingin bahagia, bukan hanya bahagia di surga seorang diri namun ingin masuk surga sekeluarga bersama istri, anak-anak, cucu dan semua keturunannya sehingga setiap saat selalu berdoa, minta bahagia di dunia dan bahagia akhirat.

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ ۝٢٠١

 “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.” (Al-Baqarah : 201).


Tugas orang beriman baik ia seorang istri terutama lagi seorang suami sebagai kepala rumah tangga wajib menjaga dirinya dan keluarganya jangan sampai masuk kelobang api neraka. Firman Allah swt.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ۝٦

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6).


Ayat ini Allah swt serukan dengan kata يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا “Wahai orang beriman”, bukan dengan kata يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ “Wahai manusia” karena tidak semua manusia itu masuk surga, surga khusus disiapkan hanya untuk orang beriman. Selamatkan dirimu, selamatkan istrimu dan selamatkan keluargamu karena semua itu akan ditanya dihadapan Allah swt.

ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِࣖ ۝٨

“Kemudian, kamu pasti benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).” (QS. At-Takatsur · Ayat 8).


Nikmat hembusan nafas, nikmat kedipan mata, nikmat bisikan telingan, nikmat detak jantung, nikmat bergerak, nikmat berjalan kaki dan ada nikmat yang paling besar dianatara itu semua yaitu nikmat anak dan keturunan. Semua itu pula akan dituntut dan diminta pertanggunjwabannya. Dari Abdullah bin Umar ra, Nabi saw bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah, bahwa setiap kalian adalah pemimipin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas siapa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Karena itu pula dalam islam tidak dibenarkan nikah beda agama karena dalam kompilasi hukum islam tidak ada satupun KUA di Indonesia yang mau menikahkan orang beragama islam dengan non muslim, kalau pun ada yang mengaku nikah, itu pasti nikahnya bukan di Kantor Urusan Agama.


Jadi, yang sangat berhak masuk surga dan jangan sampai masuk neraka, itu Allah sudah wanti-wanti khusus kepada orang beriman dan orang beriman, jika ingin mudah masuk surga harus sering-sering bersama orang dalam (ordal), orang yang sangat dekat dengan Allah, orang yang sudah dijamin masuk surga yaitu Rasulullah saw dengan mengikuti ajarannya, ikuti sunahnya, sering sebut-sebut namanya dan banyak-banyak bershodaqoh, karena shodaqoh lisan itu dengan banyak sholawat kepada Nabi saw agar mendapat syafa’at dan pertolongannya sehingga dibawa kita masuk surga, shodaqoh uang itu dengan harta dan shodaqoh tulang-tulang itu dengan sering banyak menolong orang.


Kunci Jalan Membuka Pintu Surga adalah :

Pertama, Iman

Bukti keimanan seseorang itu adalah diawali bersyahadat dengan mengucapkan لاَ اِلَهَ اِلاّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ (Tiada Tuhan selain Allah Nabi Muhammad adalah utusan Allah). Jika ada seseorang siap mengatakan لاَ اِلَهَ اِلاّ اللهُ namun tidak siap mengucapkan مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ maka tidak sah keimanannya. Iman seseorang dianggap sempurna apabila syahadat yang diucapkannya pun harus sempurna yaitu لاَ اِلَهَ اِلاّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ karena dulu waktu Nabi Muhammad saw berdakwah di kota al-Madinah al-Munawwaroh diajak mereka masuk islam, meraka mengatakan : “Kami percaya kepada Allah namun kami tidak percaya kepada Muhammad saw sebagai Rasulullah”, lalu turun ayat

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran : 31).


Wahai penduduk Madinah kalau kamu memang benar-benar cinta kepada Allah فَاتَّبِعُونِي ikuti Nabi saw, makanya nama Nabi saw selalu bersanding dengan nama Allah karena setiap hari dalam sholat selalu kita sebut terus menerus nama Nabi saw dalam sholawat, karena tidak semua mau mengakui Nabi Muhammad saw, seperti orang Yahudi tidak mau mengakui Nabi Muhammad sebagai khotamun nabiyyin (penutup para nabi) karena mereka mau nabi yang akhir zaman itu keturunan Nabi Ibrahim dari jalur Sarah (istri Nabi Ibrahim pertama), sedangkan Nabi Muhammad saw itu keturunan Nabi Ibrahim dari jalur Hajar (istri Nabi Ibrahim kedua).


Nabi Ibrahim punya istri Sarah namun tidak memiliki anak, lalu Ibrahim nikah dengan Hajar, saat usia 86 tahun Nabi Ibrahim memiliki anak yang bernama Ismail, setelah usia Nabi Ibrahim 99 tahun (saat 13 tahun usia Nabi Ismail) lahirlah anak dari Sarah bernama Ishaq, Ishaq punya anak bernama Ya’qub, Ya’qub disebut dengan nama Israil. Jadi, Bani Israil adalah anak cucu keturunan Ya’qub, mereka menginginkan  nabi terakhir itu dari jalur Ya’qub bukan dari jalur Nabi Ismail.


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Kalimat لاَ اِلَهَ اِلاّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ merupakan kunci surga, suatu saat Nabi saw mendengar muadzin mengucapkan ’ اشهد ان لااله الا الله’. Lalu beliau mengatakan pada muadzin tadi,

« خَرَجْتَ مِنَ النَّارِ »

”Engkau terbebas dari neraka.” (HR. Muslim).

Nabi saw juga bersabda,

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ

”Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘لاَ اِلَهَ اِلاّ اللهُ’, maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Daud).

Dari riwayat ‘Utsman, beliau berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa mati dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah, maka dia akan masuk surga.” (HR. Muslim).


Meskipun ia seorang pezina dan seorang pencuri, selama ia yakini kalimat لاَ اِلَهَ اِلاّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ maka ada harapan masuk surga walau harus transit terlebih dahulu di neraka Jahannam, karenanya sering-sering bertaubat dan membaca doa ini agar selamat dunia akhirat.

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ ۝٢٠١

 “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.” (Al-Baqarah : 201).


Kedua, Amal Sholeh.

Allah sudah janjikan bagi seseorang yang selalu beriman dan melakukan amal sholeh akan memperoleh surga dan setiap kali melakukan amal sholeh itu mesti didahului beriman karena amal sholeh seseorang tanpa iman maka tidak akan memperoleh ganjaran pahala dan surga bahkan iman dan amal sholeh itu berpeluang akan diberikan surga yang paling tinggi yaitu surga Firdaus.

 إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh memperoleh surga Firdaus sebagai tempat tinggal.” (QS. Alkahfi : 107).

Allah swt berfirman:

وَا لَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  وَعَمِلُوا  الصّٰلِحٰتِ  اُولٰٓئِكَ  اَصْحٰبُ  الْجَـنَّةِ   ۚ هُمْ  فِيْهَا  خٰلِدُوْنَ

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah : 82).

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ وَعْدَ اللّٰهِ حَقًّاۗ وَمَنْ اَصْدَقُ مِنَ اللّٰهِ قِيْلًا ۝١٢٢

“Orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?” (QS. An-Nisa' : 122).


Ketiga, Istiqomah.

Istiqomah adalah lurus, benar, tetap pendirian dan usaha untuk selalu menjaga perbuatan baik di jalan Allah swt secara konsisten dan tidak pernah berubah. Karenanya kita selalu minta dalam sholat agar diberi hidayah untuk bisa istiqomah dijalan yang diridhoi Allah swt.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah: 1-7).


Istqomah itu, Allah jaminkan masuk surga kekal didalamnya. Firman Allah swt.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ, أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Ahqaf : 13-14).

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushilat: 30)


Dari Abu ‘Amr atau Abu ‘Amrah Sufyan bin Abdillah, beliau berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِى فِى الإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ – وَفِى حَدِيثِ أَبِى أُسَامَةَ غَيْرَكَ  قَالَ « قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ

“Wahai Rasulullah saw, ajarkanlah kepadaku dalam (agama) islam ini ucapan (yang mencakup semua perkara islam sehingga) aku tidak (perlu lagi) bertanya tentang hal itu kepada orang lain setelahmu [dalam hadits Abu Usamah dikatakan, “selain engkau”]. Rasulullah saw bersabda, “Katakanlah: “Aku beriman kepada Allah“, kemudian beristiqamahlah dalam ucapan itu.” (HR. Muslim).


Ibnu Rajab mengatakan, “Wasiat Nabi saw ini sudah mencakup wasiat dalam agama ini seluruhnya.” (Jaami’ul Ulum wal Hikam,hal.246).

Karena kurangnnya istiqomah, waspadalah terhadap fitnah dunia yang sangat kejam berakibat fatal yang bisa merubah keimanan seseorang, pagi harinya ia masih status seorang muslim bisa jadi sore harinya ia sudah menjadi kafir. Sabda Rasulullah saw.

عَنْ أبي هريرة رضي اللَّه عنه أن رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: « بادِروا بالأعْمالِ الصَّالِحةِ ، فستكونُ فِتَنٌ كقطَعِ اللَّيلِ الْمُظْلمِ يُصبحُ الرجُلُ مُؤمناً ويُمْسِي كافراً ، ويُمسِي مُؤْمناً ويُصبحُ كافراً ، يبيع دينه بعَرَضٍ من الدُّنْيا» رواه مسلم .

Dari Abu Huroiroh ra, Rosulullah saw bersabda: “Bersegeralah engkau sekalian untuk melakukan amalan-amalan sholeh sebelum datangnya bermacam-macam fitnah yang diumpamakan sebagai potongan-potongan dari malam yang gelap gulita.” Berpagi-pagi seorang itu menjadi orang mu’min dan bersore-sore menjadi orang kafir, ada lagi yang bersore-sore masih sebagai seorang mu’min, tetapi berpagi-pagi telah menjadi seorang kafir. Orang itu menjual agamanya dengan harta dari keduniaan.” (HR.Muslim).


Karena jiwa yang Istiqomah itu, walaupun engkau dibakar, walaupun engkau dipotong-dipotong, engkau tetap mngatakan لاَ اِلَهَ اِلاّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله sampai mati menjemputnya, ucapan terakhirnya tetap  لاَ اِلَهَ اِلاّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله.

عْنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ أَوْصَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتِسْعٍ

لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ شَيْئًا وَإِنْ قُطِّعْتَ أَوْ حُرِّقَتْ وَلَا تَتْرُكَنَّ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوْبَةَ مُتَعَمِّدًا وَمَنْ تَرَكَهَا مُتَعَمِّدًا بَرِئَتْ مِنْهُ الذِّمَّةُ وَلَا تَشْرَبَنَّ الْخَمْرَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ، وَأَطِعْ وَالِدَيْكَ وَإِنْ أَمَرَاكَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ دُنْيَاكَ فَاخْرُجْ لَهُمَا، وَلَا تُنَازِعَنَّ وُلَاةَ الْأَمْرِ وَإِنْ رَأَيْتَ أَنَّكَ أَنْتَ وَلَا تَفْرُرْ مِنَ الزَّحْفِ وَإِنْ هَلَكْتَ وَفَرَّ أَصْحَابُكَ وَأَنْفِقْ مِنْ طَوْلِكَ عَلَى أَهْلِكَ وَلَا تَرْفَعْ عَصَاكَ عَلَى أَهْلَكَ وَأَخِفْهُمْ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Dari Abud Darda’ ra, berkata : “Rasulullah saw memberikan wasiat kepadaku dengan sembilan (perkara) :

(1). Janganlah engkau menyekutukan Allah dengan apa-pun, meski engkau dibunuh atau dibakar.

(2). Janganlah engkau meninggalkan shalat wajib dengan sengaja, karena sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat wajib dengan sengaja telah lepas dari perlindungan Allah. (3). Janganlah engkau minum khomer, karena itu induk semua kekejian. (4). Taatilah kedua orang tuamu, meski keduanya memerintahkanmu untuk meninggalkan duniamu, maka tinggalkanlah karena mentaati keduanya.

(5). Janganlah engkau memberontak Pemerintah (muslim), walaupun engkau melihat bahwa engkau di atas kebenaran. (6). Janganlah engkau lari dari peperangan, walaupun engkau pasti binasa, dan kawan-kawan-mu telah lari.

(7). Nafkahilah keluargamu dari usahamu. (8). Janganlah engkau angkat tongkatmu terhadap keluargamu. (9). Ingatkan mereka untuk takut kepada Allah.” (HR. Al-Bukhori).


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Berjuanglah sekuat tenaga untuk menjaga, memelihara dan menyelamatkan diri kita dan keluarga dari siksa api neraka agar bisa berkumpul bersama-sama dalam surga Allah swt

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم

uanuan


YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
0857-7814-1993
08161191890



UMROH AWAL MUSIM 11 Hari Tahun 2024
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi
By Pesawat Saudia Airlines (SV 827)

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
Ahad, 14 Juli 2024
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah (11 Maret 2024) 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
Rabu, 24 Juli 2024
By Pesawat Saudia Airlines (SV 816) 
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Center & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @wafizscenter & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”