Featured Post

Recommended

Khutbah IDUL FITRI 2026/1447 (edisi 198) Tema : “IDUL FITRI : MEMAAFKAN LEBIH MULIA DAN LEBIH BESAR PAHALANYA”

  Wafizs Al-Amin Center “Berbagi Cahaya Diatas Cahaya” Khutbah IDUL FITRI 2026/1447 (edisi 198) Tema  : “IDUL FITRI : MEMAAFKAN LEBIH MU...

Khutbah IDUL FITRI 2026/1447 (edisi 198) Tema  :  “IDUL FITRI : MEMAAFKAN LEBIH MULIA DAN LEBIH BESAR PAHALANYA”

Khutbah IDUL FITRI 2026/1447 (edisi 198) Tema : “IDUL FITRI : MEMAAFKAN LEBIH MULIA DAN LEBIH BESAR PAHALANYA”

 

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah IDUL FITRI 2026/1447 (edisi 198) Tema  :

“IDUL FITRI : MEMAAFKAN LEBIH MULIA DAN LEBIH BESAR PAHALANYA”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid BESAR NURUL HUDA Kp. Gabus Pabrik, Desa Sriamur, Tambun Utara, Bekasi. Sabtu, 21 Maret 2026 M/01 Syawwal 1447 H.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله. اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ

 

أَمَّا بَعْدُ، فَيَآ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قال الله تعالى : وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Dengan terbenamnya matahari dipenghujung Ramadhan maka sempurnalah kita menjalankan ibadah puasa sebulan penuh disertai melakukan semua amal sholeh yang pahalanya disisi Allah saw amatlah sangat besar dan itulah bekal dalam perjalanan yang tersisa di dunia ini dan bekal perjalanan yang abadi di akhirat yang tidak ada kesudahannya. Itulah yang membuat kita gembira.

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ ۝٥٨

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus : 58).


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله.

Segala puji bagi Allah swt yang telah menyejukkan hati kita diatas aqidah yang benar, segala puji bagi Allah swt yang telah memberikan kita banyak nikmat sehingga dengan nikmat tersebut kita dapat melakukan amal-amal sholeh, segala puji bagi Allah swt yang telah menyampaikan usia kita sampai di akhir ujung Ramadhan, dimana banyak sekali saudara-saudara kita yang ingin bertemu dengan bulan Ramdhan tapi Allah swt mentakdirnya ia wafat sebelum datang bulan Ramadhan, betapa banyak orang yang sudah berjumpa Ramadhan tetapi Allah swt memberikan ia sakit sehingga ia tidak dapat berpuasa pada bulan Ramadhan.

اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Ramadhan telah berlalu, rasa lelah yang dirasakan orang-orang qiyamullail sudah hilang dan rasa letih yang dirasakan orang-orang yang rajin beribadah pun sudah berlalu, yang tersisa adalah pahala yang kelak akan mereka dapatkan disisi Allah swt,

Di hari raya yang fitri ini ada 4 point yang sangat penting untuk kita jadikan pembelajaran agar kesucian, kemenangan dan pahala besar yang selalu melekat dalam sanubari kita sehingga Ramadhan lalu berhasil mempatri diri kita menjadi orang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah swt. Diantaranya adalah :


Pertama, Pahala Puasa dan Sholat.

Berbahagialah bagi orang-orang yang puasa selama bulan Ramadhan, karena Rasulullah swt bersabda, dari Abu Hurairah,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim). Dosa orang tersebut habis dihapus oleh Allah swt.


Namun celaka dan dosa besar bagi orang-orang yang telah berani meninggalkan puasa, sengaja tidak berpuasa di bulan Ramadhan, pelakunya wajib segera bertaubat nasuha, jika tidak segera bertaubat, ancaman berat baginya.

عَنْ أَبي أُمَامَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ: بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِى رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعَىَّ، ثُمَّ انْطُلِقَ بِى فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا. قُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قَالَ: هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ  

“Dari Abu Umamah berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: ‘Pada saat aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang malaikat membawa pundakku. Kemudian mereka membawaku, saat itu aku mendapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya, dari mulutnya yang pecah keluar darah. Aku bertanya : ‘Siapa mereka?’ Ia menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum diperbolehkan waktunya berbuka puasa’.” (HR. An-Nasa’i).


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ رُخْصَةٍ رَخَّصَهَا اللَّهُ لَهُ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ الدَّهْرَ كُلَّهُ

Dari Abu Hurairah ra, “Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa tidak berpuasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa (udzur syar’i) keringanan yang Allâh berikan kepadanya, maka tidak akan diterima sekalipun ia berpuasa selama satu tahun semuanya.” (HR. Ahmad).   


Berbahagialah bagi orang-orang yang telah melakukan qiyam Ramadhan (sholat sunah taraweh) dan melakukan sholat lima waktunya dengan sempurna selama bulan Ramadhan karena Rasulullah swt bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari Muslim). Dosa orang tersebut habis dihapus oleh Allah swt.


Namun celaka dan dosa besar bagi orang-orang yang telah berani meninggalkan sholat terutama sholat 5 waktu dengan sengaja, berarti ia berani meninggalkan Allah swt, kalau sudah berani meninggalkan Allah, jangan pernah berharap akan bisa masuk dalam surgaNya, jangan pernah berharap dapat jaminan dari Allah bahkan orang tersebut akan dijerumuskan masuk dalam neraka saqor yaitu neraka yang sangat panas dan menghanguskan. Allah swt berfirman,

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43) وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ (44) وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ (45) وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ (46) حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ (47)

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.” (QS. Al-Mudattsir: 42-47).


Orang-orang yang sengaja berani meningglkan sholat, pelakunya dianggap tidak beragama islam, Umar bin al-Khattab mengatakan,

إِنَّ أَهَمَّ أُمُوْرِكُمْ عِنْدِي الصَّلاَةُ فَمَنْ حَفِظَهَا حَفِظَ دِيْنَهُ وَمَنْ ضَيَّعَهَا فَهُوَ لِمَا سِوَاهَا أَضْيَع وَلاَحَظَّ فِي الاِسْلاَمِ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ

“Menurutku, perkara yang paling penting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa yang menjaga shalatnya, maka ia berarti menjaga agamanya. Barangsiapa yang menyia-nyiakan shalat, berarti dalam hal lainnya ia lebih menyia-nyiakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat. ” (Ash Shalah, hal. 12).


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Kedua, Dua Kebahagiaan Bagi Orang yang Berpuasa.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

“Bagi orang yang berpuasa akan merasakan dua kebahagiaan: (1) kebahagiaan ketika berbuka, dan (2) kebahagiaan ketika berjumpa dengan Allah.” (HR. Muslim).

(فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ ) Kegembiraan fisik dan spiritual karena hari ini tidak berpuasa dapat menikmati makanan dan minuman setelah menahan lapar, serta rasa syukur karena berhasil menyelesaikan ibadah puasa satu bulan penuh.

(وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ ) Kebahagiaan saat bertemu Tuhannya  dan itu kegembiraan  tertinggi di akhirat kelak adalah ketika mendapatkan pahala berlipat, ridha Allah, dan balasan surga atas puasa yang telah dilakukannya.


Maka hari ini adalah hari bergembira bagi kaum muslimin dan merupakan hak bagi seorang muslim untuk bergembira pada hari ini, karenanya, bersenang-senanglah tetapi ingat, kesenangan itu ada batasnya tidak boleh melampoi syariat yang sudah ditetapkan Allah swt.

Hari raya umat islam berbeda dengan hari raya umat lain, hari raya umat islam itu dibuka dengan alunan gema takbir kepada Allah swt, sholat, sujud dan ruku karena itu merupakan keagungan agam islam.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ قَالُوا كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ

Anas berkata, Rasulullah saw ketika tiba di Madinah, sedangkan penduduknya memiliki dua hari khusus untuk permainan, maka beliau bersabda: "Apakah maksud dari dua hari ini?" mereka menjawab: "Kami biasa mengadakan permainan pada dua hari tersebut semasa masih Jahiliyyah." Maka Rasulullah saw bersabda : "Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian yang lebih baik dari kedua hari tersebut, yaitu hari raya idul Adlha dan hari raya Idul Fithri." (HR. Sunan Abu Daud).


Di hari bahagia ini silahkan berbagi kebahagiaan bersama keluarga, saling memberi hadiah, buat aneka kue dan makanan dan berkunjung antar sanak keluarga saudara yang kita inginkan karena sesungguhnya hari ini adalah hari kebahagiaan baig seluruh kaum muslimin, dan Allah sempurnakan kebahagiaan tersebut dengan diharamkan berpuasa pada hari ini.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الأَضْحَى وَيَوْمِ الْفِطْرِ

Dari Abu Hurairah ra. “Sesungguhnya Rasulullah saw melarang berpuasa pada dua hari raya yaitu Idul Fithri dan Idul ‘Adha”. (HR. Muslim).


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Ketiga, Saling Memaafkan (Menghapus Kesalahan).

Pada hari ini ada sebagian orang yang kebahagiaannya tidak sempurna disebabkan karena tidak saling tegur sapa kepada saudaranya, sedang bermusuhan dengan saudaranya bahkan terhadap orang tuanya sendiri pun marah menahun. Maka untuk orang tersebut ada pesan khusus dari Rasulullah saw.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ لَا تَرْتَفِعُ صَلَاتُهُمْ فَوْقَ رُءُوسِهِمْ شِبْرًا رَجُلٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ

Dari Ibnu Abbas, dari Rasulullah saw bersabda: "Tiga golongan yang shalatnya tidak akan di angkat (diterima) meski satu jengkal dari kepalanya : (1). Seorang laki-laki yang mengimami suatu kaum sementara mereka tidak menyukainya, (2). Seorang istri yang menghabiskan malamnya sementara suaminya murka kepadanya, dan (3). Dua bersaudara yang saling bermusuhan (memutuskan tali persaudaraan)." (HR. Ibnu Majah).


Maka orang tersebut tidak akan mendapatkan ampunan Allah swt, Nabi saw bersabda,

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا، إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

"Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka Allah akan mengampuni setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terdapat permusuhan. Maka dikatakan : 'Tundalah (ampunan) bagi kedua orang ini sampai mereka berdamai, tundalah (ampunan) bagi kedua orang ini sampai mereka berdamai, tundalah (ampunan) bagi kedua orang ini sampai mereka berdamai'." (HR. Muslim).


Jika kita ingin mendapatkan ampunan Allah swt seluas luasnya maka di hari fitri ini kesempatan emas untuk saling memaafkan, kesempatan untuk saling berkunjung dan meminta maaf kepada saudara-saudara kita. Jika sebaliknya, tidak mau minta maaf, tidak saling meridhoi bahkan nyaris memutuskan tali salaturrahim, maka kata Nabi saw “berdosa bagi orang yang memutuskan tali silaturahim dan tidak akan merasakan indahnya surga.

عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ قَالَ إِنَّ جُبَيْرَ بْنَ مُطْعِمٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ رَحْمٍ. رواه البخاري ، ومسلم ، وأبو داود ، الترمذي

Dari Jubair bin Muth’im ra. dari Rasulullah saw. Bersabda, “Tidak masuk surga pemutus silaturrahim.” (Bukhari Muslim).

إِنَّ الرَّحْمَةَ لَا تَنْزِلُ عَلَى قَوْمٍ فِيهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ

“Rahmat Allah tidak akan turun pada sekelompok kaum yang memutuskan silaturrahim”. Bahkan lebih seram lagi ancaman Nabi saw,

قَاطِعُ الرَّحِمِ مَلْعُونٌ وَلَوْ مَاتَ فِي جَوْفِ الكَعْبَةِ

“orang yng memutuskan silaturrahim dengan kerabatnya dilaknat, dimurkai Allah, diusir dari rahmat Allah walaupun matinya ditengah-tengah ka’bah” (HR. Imam Al Qudo’I).


Siapa yang meninggalkan rasa dendam dan mudah memaafkan orang lain, maka Allah pun akan menganugerahkan kemuliaan pada dirinya. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا

“Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya.” (HR. Muslim).

Maka tidak ada alasan bagi kita untuk memboikot atau memutuskan saudara kita, jangan pernah malu meski kita lebih tua, buang itu jauh-jauh, ingat pesan Nabi saw, siapa yang memafkan maka Allah akan muliakan dia, minta maaf itu mulia tapi memaafkan itu jauh lebih mulia dan lebih besar pahalanya.


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Orang-orang yang mampu menjalin tali silaturrahim itu merupakan ciri-ciri penduduk surga, dijelaskan dalam al-quran,

وَالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُوْنَ سُوْۤءَ الْحِسَابِۗ ۝٢١

“Orang-orang yang menghubungkan apa yang Allah perintahkan untuk disambungkan (seperti silaturahmi), takut kepada Tuhannya, dan takut (pula) pada hisab yang buruk.” (QS. Ar-Ra'd : 21).

Diantara ciri-ciri penduduk surga adalah mereka yang menyambung tali silaturrahmi, diujung ayat ini allah tegaskan

جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍۚ ۝٢٣

“(Yaitu) surga-surga ‘Adn. Mereka memasukinya bersama orang saleh dari leluhur, pasangan-pasangan, dan keturunan-keturunan mereka, sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu.” (QS Ar-Ra'd : 23).

Maka bagaimana mungkin kita akan masuk bersama ibu, kaka, adik dan suadara-saudara kita kedalam surga sementara di dunia kita tidak berbaikan dan tidak akur, bagaimana mungkin kita mendapatkan pahala surga yang dijanjikan Allah swt.

سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِۗ ۝٢٤

“(Malaikat berkata,) “Salāmun‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu) karena kesabaranmu.” (Itulah) sebaik-baiknya tempat kesudahan (surga).” (QS. Ar-Ra'd : 24).


Seakan-akan di ayat ini Allah mengatakan bahwa orang yang menyambung tali silaturrahim butuh kesabaran, dan ini benar, disbutkan dalam sebuah hadist, ada seorang laki-laki datang kepada Nabi saw dan dia berkata

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : أَنَّ رَجُلًا قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ لِي قَرَابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُونِي، وَأُحْسِنُ إِلَيْهِمْ وَيُسِيئُونَ إِلَيَّ، وَأَحْلُمُ عَنْهُمْ وَيَجْهَلُونَ عَلَيَّ، فَقَالَ : «لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ، فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ، وَلَا يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللَّهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ». (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki kaum kerabat, aku menyambung hubungan dengan mereka namun mereka memutuskan hubungan denganku. Aku berbuat baik kepada mereka, namun mereka berbuat jahat kepadaku. Aku bersikap santun (lemah lembut) kepada mereka, namun mereka bersikap bodoh (kasar) kepadaku." Maka Nabi saw bersabda: "Jika engkau benar seperti apa yang engkau katakan, maka seolah-olah engkau menyuapi mereka abu panas (yakni mereka mendapat dosa besar), dan pertolongan Allah akan senantiasa bersamamu melawan mereka selama engkau tetap melakukan hal tersebut (berbuat baik)." (HR. Muslim).


Jika kita benar-benar ingin mendapatkan keutamaan ini, jika kita ingin ditolong Allah swt maka sambunglah tali silaturrahim diantara kita. Janji Rasulullah saw tuk orang yang senang dengan tali silaturrahim,

"مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ"

 "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya (ditangguhkan ajalnya), maka hendaklah ia menyambung silaturahim". (HR. Bukhari & Muslim).

Cari rezeki dengan silaturrahim, panjangkan usia dengan silaturrahim maka hari ini adalah hari yang sangat tepat untuk menyambung tali yang dahulunya pernah putus lama hanya gara-gara urusan dunia, sementara Allah katakan itu,

قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيْلٌۚ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقٰىۗ وَلَا تُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا ۝٧٧

Katakanlah, “Kesenangan di dunia ini hanyalah sedikit, sedangkan akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun.” (QS. An-Nisa' : 77).

Dunia itu hanya perhiasan, hanya kenikmatan sesaat, sangat sedikit, dunia ini akan kita tinggalkan, tidak mungkin kita akan hidup lama di dunia ini, kita akan hidup di akhirat yang abadi dalam surgaNya Allah swt.


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Keempat, Nasehat Nabi saw Khusus untuk Kaum Wanita.

Pada hari ini Rasulullah saw mengkhususkan nasehat kepada kaum perempuan, betapa Nabi saw menunjukkan sangat sayang kepada kaum perempuan sampai-sampai mengkhususkan nasehat ini. Tatkala Rasulullah saw selesai khutbah id, beliau mendatangi para wanita sembari memberikan nasihat,

يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ، تَصَدَّقْنَ، فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ فَقُلْنَ: وَبِمَ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وَتَكْفُرْنَ العَشِيرَ، مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ، أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الحَازِمِ، مِنْ إِحْدَاكُنَّ، يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ

“Wahai kaum wanita, bersedekahlah. Sungguh aku melihat kalian adalah yang paling banyak akan menjadi penghuni neraka”. Mereka bertanya: ‘Mengapa begitu, wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab, ‘Kalian banyak melaknat dan mengingkari pemberian (kebaikan suami). Tidaklah aku melihat orang yang lebih kurang akal dan agamanya melebihi seorang dari kalian, wahai para wanita’.” (HR. Bukhari).


Karena itu bagi para perempuan :

(1). Hari ini banyaklah bersedekah untuk menghapus dosa-dosa dan menjauhkan dari siksa api neraka.

(2). Bahagiakanlah hati suami setiap hari terkhusus di hari ini, banyak berbuat baiklah kepada suami sebagimana dahulu ketika gadis berbakti kepada orang tua mendapatkan pahala yang sangat besar begitu juga berbakti kepada suami  akan memperoleh pahala besar pula, pintu surga pun terbuka lebar-lebar untuknya. Rasulullah saw bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ibnu Hibban, no. 4163 dan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath, 4715).


Betapa besarnya hak suami dalam rumah tangga, sehingga jika sujud kepada makhluk dibolehkan, maka suamilah yang paling berhak mendapatkannya. Nabi saw bersabda,

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنَ الْحَقِّ

“Seandainya aku memerintahkan seseorang untuk sujud pada yang lain, maka tentu aku akan memerintah para wanita untuk sujud pada suaminya karena Allah telah menjadikan begitu besarnya hak suami yang menjadi kewajiban istri” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Mari niatkan mulai saat ini untuk menurunkan ego kita, membelenggu hawa nafsu kita untuk minta maaf karena orang yang meminta maaf itu jauh lebih mulia daripada orang yang didatangin, jangan malu meminta maaf, mulailah dengan komunikasi wa, telepon untuk minta maaf, jangan malu karena engkau lebih mulia, engkau mampu mengendalikan hawa nafsumu dan egomu.

Bahkan na’udzubillah kalau sampai orang itu tidak memberi maaf, Imam Syafi’i mengatakan “Kalau udah ada orang dimintain maaf namun tidak mau memberi maaf maka orang itu hakekatnya adalah setan yang dilaknat Allah swt” karena kotor dan sombong hatinya. Sempurnakan nilai Ramadhan kita kali ini agar  kita termasuk orang-orang yang minal faizin wal maqbulin.

”Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M Mohon Maaf Lahir Batin.”

مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ فِيْ كُلِّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ. جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِيْ زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَاَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ لِيْ وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم


KHUTBAH KEDUA

الله أكبر – الله أَكْبَرُ – الله أَكْبَرُ – الله أَكْبَرُ –الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر كَبِيْرًا وَالحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً لاَ إِلَهَ إِلاّاَلله وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاّاَلله وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ المُناَفِقُوْنَ. اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ إِرْغاَماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلَآئِقِ وَالبَشَرِ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحَ الغُرَرِ. أَمَّا بَعْدُ:

 فَيآأَيُّهاَالحاَضِرُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَافْعَلُوْاالخَيْرَ وَاجْتَنِبُوْآ عَنِ السَّيِّآتِ. وَاعْلَمُوْآ أَنَّ الله أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّابِمَلَآئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقاَلَ تعالى مخبرا وامرا إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآأَيُّهاَالَّذِيْنَ آمَنُوْآ صَلُّوْآ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصِحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وأرض اللهم على أربعة الخلفاء الراشدين سيدنا ابي بكر وعمر وعثمان وعلي  وعلى بقية الصحابة التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَارْضَ الله ُعَنَّا وَعَنْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الراَحِمِيْنَ.

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِناَتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعُ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ انْصُرْأُمَّةَ سَيّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهُمَّ انْصُرْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ. وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الدِّيْنَ. وَاجْعَلْ بَلْدَتَناَ إِنْدُوْنِيْسِيَّا هَذِهِ بَلْدَةً تَجْرِيْ فِيْهَا أَحْكاَمُكَ وَسُنَّةُ رَسُوْلِكَ ياَ حَيُّ ياَ قَيُّوْمُ. يآاِلهَناَ وَإِلهَ كُلِّ شَيْئٍ. هَذَا حَالُناَ ياَالله ُلاَيَخْفَى عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنّاَ الغَلآءَ وَالبَلآءَ وَالوَبآءَ وَالفَحْشآءَ وَالمُنْكَرَ وَالبَغْيَ وَالسُّيُوفَ المُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَآئِدَ وَالِمحَنَ ماَ ظَهَرَ مِنْهَا وَماَ بَطَنَ مِنْ بَلَدِناَ هَذاَ خاَصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ المُسْلِمِيْنَ عاَمَّةً ياَ رَبَّ العَالمَيِنَ

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِاْلحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ اْلفَاتِحِيْنَ. رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهىَ عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

uanuan








Telah HADIR KBIHU Wafizs Al-Amin Centre (KBIHU WAC), SIIAP MEMBERANGKATKAN JAMAAH HAJI REGULER 2027/1448.
Kenapa Memilih Haji Reguler bersama KBIHU WAC, Karena KBIHU WAC Itu :
#Nyaman
#Dilayani
#Pembimbing Profesional
CP : 08161191890

7 KEUNGGULAN HAJI & UMROH bersama KBIHU Wafizs Al-Amin Centre Itu :
1. Dibimbing Langsung oleh KH. Nur Anwar Amin,Lc biasa disapa Ustadz Adjie Nung  (UAN) Pim. Wafizs Al-Amin Center Bekasi. 
2. Dapat 7 Kali Umroh saat Musim Haji dan 4 kali Umroh saat musim Umroh dengan 4 Tempat Miqot (Tan'im, Ji'ronah, Hudaibiyah & Thoif Qornul Manazil) 
3. Nyaman, Dilayani & Pembimbing Profesional
4. Fasilitas Umroh Hotel *5 & Transportasi Bis Full Wifi
5. Sholat Qiamullail Berjamaah & Khotmul Qur'an
6. Bermalam 1 Malam Untuk Paket Umroh di Hotel Jeddah Sebelum go to Makkah
7. Jamaah Wanita Dibimbing Langsung Pembimbing Wanita oleh Usth Hj. Uswatun Hasanah, S.Pd. I



YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
0857-7814-1993
08161191890



UMROH AWAL MUSIM 1447/2026
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
05 JULI 2026
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
14 JULI  2026
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”

KABAR GEMBIRA...
Bagi Anda Yang Ingin BERANGKAT HAJI REGULER di Tahun 2027
SILAHKAN BERGABUNG....
Bimbingan Manasik Reguler
Dibimbing Langsung Oleh : Ustadz KH. Nur Anwar Amin,Lc Pim. Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Bisa BERGABUNG Bagi Anda Yang :
- Porsi Hajinya di tahun 2027
- Porsi Haji Kabupaten & Kota Bekasi
- Porsi Haji Mandiri
- Belum terdaftar di KBIHU Manapun
- Sudah terdaftar di KBIHU namun ingin Bimbingan Manasik Haji
- Rencana mau BADAL HAJI
- Rencana Mau Ibadah Umroh

JOIN US :
> Pembimbing Profesional
> Info Haji Terupdate
> Pelayanan Nyaman & Dilayani
> Lengkap Teori, Praktik Haji & Umroh & Senam Sehat
WA : 08161191890


YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
08161191890

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 08161191890 

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”















 

 


Khutbah Jumat (Edisi 197) Tema  :  “5 DO’A JANGAN PERNAH DITINGGAL SELAMA RAMADHAN”

Khutbah Jumat (Edisi 197) Tema : “5 DO’A JANGAN PERNAH DITINGGAL SELAMA RAMADHAN”

 

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 197) Tema  :

“5 DO’A JANGAN PERNAH DITINGGAL SELAMA RAMADHAN”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMI’ ASY-SYAKIRIN Thamrin City Jakarta Jumat, 13 Maret 2026 M/22 Ramadhan 1447 H.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله 

Sebagai umat Nabi Muhammad saw sangatlah beruntung, diberi usia singkat namun Allah swt anugerahi pahala ibadah yang bisa jadi melebihi usianya Nabi Nuh AS. Setiap kali bertemu bulan Ramadhan lalu bisa beribadah di malam lailatul qodar sudah mendapatkan pahala خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ۝٣ “ lebih baik daripada 1000 bulan” yaitu setara dengan ibadah selama 83 tahun 4 bulan. Tidak berhenti disitu saja, di bulan Ramadhan saatnya menggapai waktu mustajab untuk panjatkan segala doa selama 24 jam dan selama satu bulan penuh itu semua waktu mustajab, kapan saja bordoa, mau di pagi hari, siang hari, malam hari atau di sepertiga malam merupakan waktu-waktu terkabulkan segala doa.


Sering-sering minta dan berdoa selama berada dibulan Ramadhan karena Allah swt Maha Penerima doa dan Allah itu sangat dekat dengan orang-orang yang berdoa. Firman Allah swt

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ۝١٨٦

“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al-Baqarah : 186).


Semua doa yang dipinta itu pasti diterima Allah, pada ayat ini Allah swt tegaskan jika ingin doanya diterima, kata Allah ‘فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku’. Syaratnya, patuhi segala perintah Allah, lakukan dengan sepenuh hati dan beriman kepadaNya dan kudu sabar dengan proses diterimanya doa. Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda,

لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ؟ قَالَ يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ، وَقَدْ دَعَوْتُ، فَلَمْ أَرَ يُسْتَجَابُ لِي، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

“Doa hamba akan terkabul selama tidak berdoa untuk kemaksiatan atau untuk memutus silaturahim, dan selama ia tidak tergesa-gesa.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, seperti apakah bentuk ketergesa-gesaan tersebut?” Nabi menjawab, “Hamba tadi berkata: ‘Aku telah berdoa, sungguh aku telah berdoa, tetapi Allah belum juga mengabulkan doa tersebut.” Ia merasa jenuh dan letih, lalu akhirnya, ia meninggalkan doa.” (HR. Muslim).


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله 

Rasulullah saw di sepuluh terakhir Ramadhan itu lebih serius dan lebih semangat dalam beribadah. Dari Aisyah ra, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ

“Rasulullah saw sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim).

Dikatakan oleh istri tercinta beliau, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Apabila Nabi saw memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Terkhusus lagi selama di bulan Ramadhan ini, setidaknya ada 5 doa yang jangan sampai ditinggalkan, terutama di sepuluh terakhir Ramadhan. Yaitu :

Pertama, Doa Minta Maaf.

Minta ampun dan minta maaflah kepada Allah swt seberapapun dosa yang pernah kita lakukan, jangan pernah takut untuk minta dimaafkan oleh Allah karena Allah itu maha Pemaaf. Doa ini diajarkan langsung oleh Nabi saw pada Aisyah ra agar meraih maaf Allah di malam lailatul qodar.

وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي

Dari sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai lailatul qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, ‘اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي’ Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf (menghapus kesalahan), karenanya maafkanlah aku (hapuslah dosa-dosaku).”  (HR At-Tirmidzi).


Kedua, Do’a Agar Berjumpa Lailatul Qodar.

Lailatul qodar pasti datang tiap tahun di bulan Ramadhan hanya saja tidak semua orang mendapatinya, karena itu mintalah sebanyak-banyaknya kepada Allah agar termasuk yang diberikan bisa bertemu dengan lailatul qodar.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لنَا فِيْ شَهْرِ رَمَضَانَ وَ بَلِّغْنَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَعِبَدَةً فِيْهَا

"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Ramadhan ini dan pertemukanlah kami dengan Lailatul Qadar dan beribadah di malamnya."

اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَارْزُقْنَا فِيهَا مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ

"Ya Allah, sampaikan kami ke malam Lailatul Qadar dan berilah kami rezeki dengan keutamaan serta rahmat-Mu".

Begitu juga doa yang diajarkan Al-Habib Salim bin Abdulloh Asy-Syathiri (ulama besar Tarim, Yaman) untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar:

اَللَّهُمَّ اِطَّلِعْ عَلَيْنَا لَيْلَةَ الْقَدَرِ اَلْعَظِيْمَةَ الْقَدَرِ فِى الْيَقَظَةِ وَ الْمَنَامِ

"Ya Allah, tampakkanlah kepada kami Lailatul Qadar, yang agung kemuliaannya, baik dalam keadaan terjaga (sadar) maupun dalam tidur".


Ketiga, Doa Dibebaskan Api Neraka.

Disepanjang Ramadhan waktunya berdoa agar dibebaskan dari siksa api neraka terutama difase sepuluh terakhir Ramadhan adalah  عِتْقٌ مِنَ النَّارِ (dibebaskan dari api neraka). Nabi saw bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ عِنْدَ كُلِّ فِطْرٍ عُتَقَاءَ مِنَ النَّارِ، وَذَلِكَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ

"Sesungguhnya Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari api neraka pada setiap saat berbuka, dan itu terjadi setiap malam (di bulan Ramadhan)." (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Ahmad, Thabrani, dan Al-Baihaqi).

Setiap malam ketika berbuka puasa adalah moment untuk berdoa agar dibebaskan dari azab neraka. Dan bukan hanya kita minta untuk diri sendiri namun juga minta dibebaskan dari api neraka untuk kedua orang tua.

اللَّهُمَّ اعْتِقْ رِقَابَنَا وَرِقَابَ آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا مِنَ النَّارِ

“Ya Allah, bebaskan/merdekakanlah kami, ayah-ayah kami, dan ibu-ibu kami dari api neraka".

Termasuk doa ini dibaca setiap selesai sholat maghrib dan shubuh sebanyak 7 kali, tiap hari baik di bulan Ramadhan ataupun di bulan-bulan lain

اَللّٰهُمَّ أَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ

“Ya Allah, lindungilah/selamatkanlah aku dari api neraka".

Dalilnya sabda Nabi saw hadits Imam Abu Dawud,

إِذَا انْصَرَفْتَ مِنْ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ فَقُلْ اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنْ النَّارِ سَبْعَ مَرَّاتٍ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ ثُمَّ مِتَّ فِي لَيْلَتِكَ كُتِبَ لَكَ جِوَارٌ مِنْهَا وَإِذَا صَلَّيْتَ الصُّبْحَ فَقُلْ كَذَلِكَ فَإِنَّكَ إِنْ مِتَّ فِي يَوْمِكَ كُتِبَ لَكَ جِوَارٌ مِنْهَا

“Jika engkau selesai dari shalat Maghrib maka bacalah اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنْ النَّارِ sebanyak tujuh kali. Sebab jika kamu baca doa itu kemudian kamu meninggal pada malam itu juga, maka akan ditetapkan bahwa kamu terbebas dari neraka. Jika kamu selesai dari shalat subuh maka bacalah doa itu juga, sebab jika pada hari itu kamu meninggal, maka akan ditetapkan bahwa kamu terbebas dari neraka.” (HR. Abu Daud).


Keempat, Do’a Minta Diampuni Dosa.

Perbanyaklah istighfar terutama saat sahur, sesuai dengan firman Allah swt.

وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ ۝١٨

“dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzariyat : 18).

Istigfar yang paling singkat dan dapat dibaca berulangkali minimal 100 kali,

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

“Astaghfirullah (saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung)” (HR. Muslim).

Jika ingin lebih bagus baca itighfar itu yang lebih panjang lagi,

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

“Saya memohon ampun kepada Allah,dzat yang tiada tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak. Aku bertaubat kepadaNya.” (HR. Tirmidzi).

Atau kalau pernah berbuat dosa besar dan ingin dimaafkan Allah swt seperti kisah Nabi Musa AS saat menampar seseorang lalu orang itu meninggal dunia, maka Nabi Musa berdoa,

رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ۝١٦

“Dia (Musa) berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.” (QS. Al-Qashash : 16).

Dan doanya langsung Allah jawab, Allah ampuni,

فَغَفَرَ لَهٗۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ ۝١٦

“Dia (Allah) lalu mengampuninya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Qashash : 16).


Atau pula pernah berbuat salah meninggalkan keluarga, kurang perhatian pada keluarga, diuji terus-menerus, pernah berbuat salah pada orang tua, ibu salah ke anak, istri salah ke suami, sehingga ada ujian yang dialami tidak kunjung selesai, sakit tidak pernah tuntas, dagang tak pernah laku, pekerjaan tidak dapat-dapat. Coba silahkan cek, bisa jadi hubungan dengan orang tua yang kurang bagus, hubungan sama keluarga kurang harmonis. Dzikirnya adalah kisah Nabi Yunus AS ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Allah swt tidak akan menyulitkannya.

اللهم لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ ۝٨٧

“Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” (QS. Al-Anbiya' : 87).

Doa Nabi Yunus AS langsung Allah jawab,

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـنْجِى الْمُؤْمِنِيْنَ ۝٨٨

“Kami lalu mengabulkan (doa)-nya dan Kami menyelamatkannya dari kedukaan. Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang mukmin.” (QS. Al-Anbiya' : 88).

Kata Allah ‘Kami selamatkan dia, Kami selesaikan masalahnya’, perhatikan diujung ayatnya Allah swt berfirman : وَكَذٰلِكَ نُـنْجِى الْمُؤْمِنِيْنَ (Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang mukmin).


Umar bin ‘Abdul ‘Aziz pernah membuat tulisan yang ingin dikirimkan ke berbagai ke negeri. Isi surat tersebut adalah memerintahkan mereka untuk menutup bulan Ramadhan dengan istighfar dan sedekah yaitu zakat fitrah. Zakat fitrah berfungsi untuk menyucikan orang yang berpuasa dari hal-hal yang sia-sia dan dari kata-kata haram. Sedangkan istighfar berfungsi sebagai penambal atas kekurangan yang dilakukan selama berpuasa yaitu ketika melakukan hal-hal yang sia-sia dan perkara yang haram. Oleh karena itu, perbanyaklah ucapan seperti yang diucapkan oleh Nabi Adam AS,

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Rabb  kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 23).


Kelima, Do’a Diterima Semua Amal.

Setiap amal sholeh yang kita lakukan belum tahu diterima apa ditolak Allah, tugas kita hanya mengerjakan dengan sebaik-baiknya karena menerima amal seorang hamba adalah hak prerogatif Allah semata, Rasulullah saw saja setiap selesai sholat shubuh beliau selalu berdoa agar amal ibdahnya diterima Allah swt,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima." (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).

Begitu juga Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail selalu berdoa agar amalnya diterima Allah swt,

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

"Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah : 127).

Tidak cukup hanya dengan doa agar amal diterima, mereka juga meminta agar senantiasa menjadi hamba yang tunduk dan mendapatkan petunjuk untuk beribadah dengan benar:

رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu, dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu, dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara ibadah kami, serta terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah : 128).


Tutuplah disetiap penghujung doa dengan doa ini agar semua ibadah kita diterima Allah swt

اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَـقَـبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَلله يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

"Ya Allah Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, ruku' kami, sujud kami, duduk kami, tadharru' kami (tunduk rendah diri), kekhusyukan kami, dan pengabdian kami. Sempurnakanlah kekurangan kami, wahai Allah, wahai Tuhan semesta alam".

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم

uanaunuan








Telah HADIR KBIHU Wafizs Al-Amin Centre (KBIHU WAC), SIIAP MEMBERANGKATKAN JAMAAH HAJI REGULER 2027/1448.
Kenapa Memilih Haji Reguler bersama KBIHU WAC, Karena KBIHU WAC Itu :
#Nyaman
#Dilayani
#Pembimbing Profesional
CP : 08161191890

7 KEUNGGULAN HAJI & UMROH bersama KBIHU Wafizs Al-Amin Centre Itu :
1. Dibimbing Langsung oleh KH. Nur Anwar Amin,Lc biasa disapa Ustadz Adjie Nung  (UAN) Pim. Wafizs Al-Amin Center Bekasi. 
2. Dapat 7 Kali Umroh saat Musim Haji dan 4 kali Umroh saat musim Umroh dengan 4 Tempat Miqot (Tan'im, Ji'ronah, Hudaibiyah & Thoif Qornul Manazil) 
3. Nyaman, Dilayani & Pembimbing Profesional
4. Fasilitas Umroh Hotel *5 & Transportasi Bis Full Wifi
5. Sholat Qiamullail Berjamaah & Khotmul Qur'an
6. Bermalam 1 Malam Untuk Paket Umroh di Hotel Jeddah Sebelum go to Makkah
7. Jamaah Wanita Dibimbing Langsung Pembimbing Wanita oleh Usth Hj. Uswatun Hasanah, S.Pd. I



YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
0857-7814-1993
08161191890



UMROH AWAL MUSIM 1447/2026
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
05 JULI 2026
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
14 JULI  2026
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”

KABAR GEMBIRA...
Bagi Anda Yang Ingin BERANGKAT HAJI REGULER di Tahun 2027
SILAHKAN BERGABUNG....
Bimbingan Manasik Reguler
Dibimbing Langsung Oleh : Ustadz KH. Nur Anwar Amin,Lc Pim. Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Bisa BERGABUNG Bagi Anda Yang :
- Porsi Hajinya di tahun 2027
- Porsi Haji Kabupaten & Kota Bekasi
- Porsi Haji Mandiri
- Belum terdaftar di KBIHU Manapun
- Sudah terdaftar di KBIHU namun ingin Bimbingan Manasik Haji
- Rencana mau BADAL HAJI
- Rencana Mau Ibadah Umroh

JOIN US :
> Pembimbing Profesional
> Info Haji Terupdate
> Pelayanan Nyaman & Dilayani
> Lengkap Teori, Praktik Haji & Umroh & Senam Sehat
WA : 08161191890


YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
08161191890

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 08161191890 

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”