Khutbah Jumat (Edisi 206) Tema : “2 NABI JADIKAN IDOLA TERBAIK”
khutbah-jumat
Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 206) Tema :
“2 NABI JADIKAN IDOLA TERBAIK”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie
Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim
Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan
Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs
Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ ATTAQWA Ujungharapan Bahagia Bekasi. Jumat,
15 Mei 2026 M/27 Dzulqo’dah 1447 H.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Untuk kita umat islam sudah Allah abadikan dalam al-quran
ada dua Nabi yang sangat mulia, jadi panutan, idola, suri tauladan dan uswah
yang sangat bagus untuk diikuti. Bahkan nama dua Nabi ini selalu kita sebut
untuk menjadi kesempurnaan tiap kali dalam sholat.
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الأَنْصَارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
قَالَ: قَالَ بَشِيرُ بْنُ سَعْدٍ: يَا رَسُولَ اللهِ! أَمَرَنَا اللهُ أَنْ
نُصَلِّيَ عَلَيْكَ، فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ؟ فَسَكَتَ، ثمَّ قَالَ: «قُولُوا:
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلّيْتَ عَلَى
آلِ إبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى آلِ إبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
وَالسَّلاَمُ كَمَا عَلِمْتُمْ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Dari Abu Mas’ud Al-Anshari ra, ia berkata bahwa Basyir
bin Sa’ad berkata, “Wahai Rasulullah, Allah memerintahkan kepada kami untuk
bershalawat kepadamu, bagaimanakah cara kami bershalawat kepadamu?” Beliau diam
kemudian bersabda, “Ucapkanlah :
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas Muhammad dan
keluarganya sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat atas keluarga Ibrahim.
Berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkahi
keluarga Ibrahim. Di seluruh alam ini, Engkau Maha Terpuji dan Mahaagung).
Kemudian ucapan salam (keselamatan) sebagaimana yang
telah kalian ketahui (atau yang telah aku ajarkan kepada kalian).” (HR. Muslim).
Pertama, Nabi Ibrahim as
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِيْٓ
اِبْرٰهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗۚ
“Sungguh,
benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu pada (diri) Ibrahim dan
orang-orang yang bersama dengannya.” (QS. Al-Mumtahanah : 4).
Kedua, Nabi
Muhammad saw.
لَقَدْ
كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا
اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ٢١
“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar
ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat)
Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab : 21).
Kenapa Nabi Ibrahim as menjadi uswah terbaik
untuk kita ikuti :
Pertama, Kuat Keyakinanya.
Meski ayahnya yang bernama Azar tidak seakidah
dengan Nabi Ibrahim, bahkan Allah menyatakan sebagai musuh Allah karena
kekufurannya, Ibrahim tetap hormat dan patuh serta mendoakanya agar Allah
mengampuninya,
اِلَّا
قَوْلَ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ لَاَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ اَمْلِكُ لَكَ مِنَ
اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍۗ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَبْنَا
وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ ٤
“Akan tetapi, (janganlah engkau teladani)
perkataan Ibrahim kepada ayahnya, “Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu,
tetapi aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu.”
(Ibrahim berkata,) “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal, hanya
kepada Engkau kami bertobat, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.” (QS. Al-Mumtahanah : 4).
Seburuk apapun orang tua kita, kewajiban seorang
anak tetap berbakti kepadanya, berbuat baik denganya bahkan mendoakan yang
baik-baik untuknya, apa lagi jika orang tua kita seaqidah dan sama-sama seorang
muslim baik masih hidup ataupun sudah berada di alam kubur, maka perintahnya Adalah
۞
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ
اِحْسٰنًاۗ ٢٣
“Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan
menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.” (QS. Al-Isra' : 23).
Berbakti kepada kedua orang itu itu pahalanya
besar bahkan Nabi saw sebutkan pahalanya setara dengan pahala jihad, berhaji
dan umroh. Dan berbakti itu pahalanya besar bahkan setara dengan ibadah haji,
umroh dan jihad. Dari Anas bin Malik ra, ia berkata,
إِنِّي
أَشْتَهِي الْجِهَادَ وَلا أَقْدِرُ عَلَيْهِ ، قَالَ : هَلْ بَقِيَ مِنْ
وَالِدَيْكَ أَحَدٌ ؟ قَالَ : أُمِّي، قَالَ : فَأَبْلِ اللَّهَ فِي بِرِّهَا،
فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَأَنْتَ حَاجٌّ، وَمُعْتَمِرٌ، وَمُجَاهِدٌ، فَإِذَا
رَضِيَتْ عَنْكَ أُمُّكَ فَاتَّقِ اللَّهَ وَبِرَّهَا
“Ada seseorang yang mendatangi Rasululah saw
dan ia sangat ingin pergi berjihad namun tidak mampu. Rasulullah saw bertanya
padanya apakah salah satu dari kedua orang tuanya masih hidup. Ia jawab, ibunya
masih hidup.
Rasul pun berkata padanya, “Bertakwalah pada
Allah dengan berbuat baik pada ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya, maka
statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad.” (HR. Ath-Thabrani).
Kedua, Berani Menegakkan Amar Ma’ruf nahi
Munkar.
Ibrahim berani menghancurkan berhala-berhala
sesembahan Raja Namrud sehingga membuat sang raja marah dan vonis telah
dijatuhkan terhadap Ibrahim, segera rakyat raja Namrud mengumpulkan kayu bakar
dan membuat kobaran api besar untuk membakar Ibrahim, lalu mereka kebingungan
bagaimana cara melemparkan kedalam kobaran api, mereka membuat ketapel besar
dan para algojo yang berbadan kekar telah siap melakukan ekskusi, akan tetapi
apa yang tejadi? Tidak ada seorangpun yang kuat menarik ketapel besar itu. Akhiranya
raja Namrud memerintahkan Azar untuk melakukan eksekusi melemparkan Ibrahim ke
dalam api yang bernyala-nyala itu.
Azar dengan hati yang bimbang, ragu dan
ketidakberdayakan akan melemparkan anaknya sendiri ke dalam api besar, sementara
disaat itulah Ibrahim berdoa agar Allah swt memberikan kekuatan kepada bapaknya
agar bapaknya tidak ikut menerima resiko dari perbuatan tangannya sendiri.
Saatnya Ibrahim dilempar ke dalam kobaran api
besar, para malaikat pun datang menawarkan bantuan namun Ibrahim menolaknya
dengan halus dan bijaksana, Allah lebih tahu tentang dirinya saat ini lalu
Allah berfirman,
قُلْنَا
يٰنَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَۙ ٦٩
“Kami (Allah) berfirman, “Wahai api, jadilah
dingin dan keselamatan bagi Ibrahim!” (QS. Al-Anbiya'
: 69).
Sifat api yang panas berubah menajdi dingin,
seandainya Allah tidak sertai kalimat بَرْدًا
وَّسَلٰمًا dingin yang
menyelamatkan, bisa jadi Ibrahim mati kedinginan, makanya Allah tegaskan dengan
kalimmat بَرْدًا وَّسَلٰمًا dingin
dan selamat. Betapa terkejutnya raja Namrud dan rakyatnya ketika api padam,
Ibrahim keluar tanpa cedera sedikitpun, mereka menyaksikan sebuah bukti
kekuasaan Allah.
Ketiga,
Jangan Tinggalkan Doa Nabi Ibrahim.
Nabi Ibrahim
mengajarkan pada kita banyak hal terutama untuk urusan keturanan, diusianya
yang sudah sangat senja, sudah beruban, sudah tua bahkan Sarah istrinya sudah
dinyatakan mandul, tidak mungkin punya keturunan, namun Ibrahim tetap dekat
dengan Allah, menyerehakan semua urusanya hanya disandarkan kepada Allah dan
selalu berdoa.
رَبِّ
هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“Ya
Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang
saleh”. (QS. Ash Shaffaat : 100).
Doa ini
menjadi bukti Nabi Ibrahim dikaruniai anak dari Hajar lahir Nabi Ismail anak
yang sholeh dan menajdi seorang Nabi, dari Sarah lahir Nabi Ishaq anak yang Sholeh
dan menjadi seorang Nabi. Syaukani rahimahullah mengatakan apa yang dikatakan
oleh para pakar tafsir, “Ya Rabb, anugerahkanlah padaku anak yang sholeh
yang termasuk jajaran orang-orang yang sholeh, yang bisa semakin menolongku
taat pada-Mu”. Jadi yang namanya keturunan terutama yang sholeh bisa
membantu seseorang semakin taat pada Allah.
Berdoa
agar keturunan senantiasa menjaga kewajiban shalat.
رَبِّ
اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
"Ya
Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan
salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim
: 40).
Doa memohon
ampunan (Istighfar Nabi Ibrahim) untuk diri sendiri, orang tua, dan seluruh
kaum mukminin di hari perhitungan.
رَبَّنَا
اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
"Ya
Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman
pada hari diadakan perhitungan (hari kiamat)." (QS. Ibrahim
: 41).
Doa memohon
kebaikan dunia akhirat (keteguhan iman), doa ini bermakna memohon agar ibadah
diterima dan memohon petunjuk.
رَبَّنَا
وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ
وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
"Ya
Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, dan
(jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang berserah diri kepada-Mu dan
tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan ibadah (manasik) kami, dan terimalah
tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."
(QS. Al-Baqarah : 128).
Terutama doa untuk keamanan negeri, banyak
aneka buah-buahan,
وَاِذْ
قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ
الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ قَالَ وَمَنْ
كَفَرَ فَاُمَتِّعُهٗ قَلِيْلًا ثُمَّ اَضْطَرُّهٗٓ اِلٰى عَذَابِ النَّارِۗ
وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ ١٢٦
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya
Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa dan berikanlah rezeki
dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah
dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri
kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah
seburuk-buruk tempat kembali.”
(QS. Al-Baqarah : 126)
Doa agar amalan diterima,
وَاِذْ
يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا
تَقَبَّلْ مِنَّاۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ١٢٧
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan
(membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami
terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah : 127).
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Jangan pernah lelah terus berdoa agar Allah senantiasa
membimbing kita dan Allah mampukan kita mensuritauladani dua Nabi yang sangat
mulia ini sampai masuk bersama kedalam surgaNya. Amiiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ.
وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.
فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم
uanuan









.jpeg)