Featured Post

Recommended

Khutbah Jumat 2024 (edisi 154) Tema : “BAHAYA JUDI ONLINE”

  Wafizs Al-Amin Center “Berbagi Cahaya Diatas Cahaya” Khutbah Jumat 2024 (edisi 154) Tema  :   “BAHAYA JUDI ONLINE” Oleh : Nur Anwar A...

Khutbah Jumat 2024 (edisi 154) Tema  :   “BAHAYA JUDI ONLINE”

Khutbah Jumat 2024 (edisi 154) Tema : “BAHAYA JUDI ONLINE”

 

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat 2024 (edisi 154) Tema  :

 “BAHAYA JUDI ONLINE”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ KHOIRUL UMMAH Pulo Timaha Bekasi. 12 Juli 2024 M/06 Muharram 1446 H. 


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Jaman semakin canggih, perkembangan teknologi pun tak terhindarkan, semua berita, semua keinginan, yang jauh bisa lebih dekat, yang lama bisa lebih cepat, yang lamban bisa lebih singkat, semua bisa instan dan bisa diakses via online, ternyata dibalik itu banyak manfaatnya dan banyak pula mudhorotnya sehingga membuat kerusakan dimana-mana, kita bisa saksikan dengan mata kepala sendiri, berapa banyak anak-anak rusak dengan sebab keseringan bermain game online sehingga tak kenal waktu, banyak melalaikan sholat, berapa banyak orang dewasa rusak karena tergiur dengan judi online, ingin kaya, ingin banyak harta tapi dengan cara instan akhirnya memilih jalan pintas dengan berjudi online dan berapa banyak para orang  tua yang sulit mencari pekerjaan, biaya hidup besar, kebutuhan rumah tangga, biaya anak-anak sekolah mahal, bingung mau cari pekerjaan sulit, mau usaha butuh modal besar akahirnya terjerat dan kelilit dengan pinjaman online.


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Munculnya transaksi judi online ini sangat meresahkan masyarakat dan menarik perhatian banyak pihak terutama pihak pemerinta yaitu Kementrian Komunikasi dan Informatika (kominfo) untuk bisa memberikan langkah-langkah pencegahan dan penindakan. Menurut laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) selama priode 2017-2023 saja didapati ada 3,2 juta warga Indonesia yang bermain judi online, 168 juta transaksi judi online dan ini musibah besar untuk bangsa dan masyarakat kita sehingga total perputaran uang yang beredar mencapai 327 triliun lebih, bisa kita bayangkan bagaimana penyimpangan ini sangat merajarela dan meresahkan.


Tentu ini menjadi bukti pengingat dan langkah pencegahan yang sudah sekian lama disampaikan oleh Nabi saw sejak 15 abad yang lalu bahkan ditegaskan turunnya dua ayat khusus dalam alquran.

Pertama, Judi Larangan Langsung dari Allah swt.

Larangan Allah ini karena Allah itu sayang kita, Allah itu maha mengetahui tentang kehidupan kita, yang mengatur jalan-jalan kebaikan supaya kita nyaman berkehidupan dan juga Allah itu mencegah, mengingatkan kita dari hal-hal yang buruk yang diprovokasi setan yang berpotensi menjerumuskan manusia dalam dunia kegelapan baik ia sadari ataupun tidak disadari, baik ia sedang dibuai merasa seakan-akan nyaman tapi sesungguhnya ada jurang gelap yang sangat membahayakan dan itu adalah hal yang paling buruk dialami oleh manusia bahkan sampai sebelum ia berpulang kembali kehadapan Allah swt dan dihisab diakhirat kelak.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۝٩٠

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (Al-Ma'idah : 90).


Pelajarannya untuk kita semua :

Pertama, Ayat ini Diseru untuk Orang Beriman.

Jika ada ayat alquran yang dibuka dengan kata iman (يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا), maka pesan yang disampaikan ayat itu bukan hanya menunjukkan tentang (1). Aktifitas ibadah yang bernilai pahala jika dikerjakan yang terkait dengan amar ma’ruf. (2). juga bernilai pahala jika ditinggalkan yang terkait dengan nahi munkar.

Dan ini juga menjadi barometer tinggkat keimanan seorng hamba jika ia semakin sering melakukan kebaikan amar ma’ruf dan meninggalkan larangan Allah nahi munkar maka menunjukkan imannya semakin kuat dan kokoh.


Kata Allah (اِنَّمَا), kalau ada kata اِنَّ dalam bahasa arab itu fungsinya memiliki penakanan, bila ada yang ditekankan berarti ada yang penting, ada sesuatu yang istimewa yang membutuhkan perhatian yang lebih dalam dan kosentrasi yang lebih tinggi.


Kedua, Judi Digandengkan dengan Beberapa Perbuatan Buruk yang Sangat Membahayakan  : Khamr, Berkurban untuk Berhala dan Mengundi Nasib.

Allah swt berfirman:

إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ  Khamar, mabuk-mabukan, minuman keras, narkotika (mirasantika), insan beriman tidak mungkin minum-minuman keras, insan beriman tidak mungkin terlibat narkotikan apapun jenisnya, sepanjang beriman maka imannya yang akan mencegah dan melindungi dari perbuatan demikian.


Larangan berjudi itu termasuk dalam katagori nahi munkar (yang diinkari hati) dengan nafsu perut dan akal karena itu orang-orang yang berjudi sebetulnya hatinya itu mengingkari dan biasanya orang berjudi itu (1). Kebutuhan perutnya (2). Kebutuhan nafsu akalnya yang menginginkan jalan pintas untuk mendapatkan suatu yang besar padahal terlibat dalam satu jurang yang sangat berbahaya tanpa ia sadari.


Ketiga, Judi disebut dengan رِجْسٌ (keji/najis) dan Amalan Setan.

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan, kata رِجْسٌ menurut Said bin Jubair adalah perbuatan dosa, menurut Zaid bin Aslam adalah perbuatan buruk bahkan termasuk perbuatan setan maka kata Allah فَاجْتَنِبُوْهُ “jauhilah” karena semua yang mengandung bahaya. Allah terkadang menyebut berhala dengan rijs, seperti dalam firman-Nya:

فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْأَوْثَانِ

“maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu” (QS. Al Hajj: 30).

Dan terkadang Allah menyebutnya dengan rujz.

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

“dan perbuatan dosa tinggalkanlah” (QS. Al Mudatsir: 5).

Judi juga termasuk perbuatan setan dan semua amalan yang merupakan amalan setan, hukumnya haram. Karena setan itu sangat bersemangat untuk menyesatkan manusia dan menjerumuskannya ke dalam kesesatan karena setan itu tidaklah mendatangimu kecuali untuk mengelabuimu dan menipumu, serta membuat permusuhan antara engkau dan saudaramu. Allah swt berfirman:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” (QS. Fathir : 6).


Dalam sejarah setan itu telah memperdaya Nabi Adam dan Hawa sehingga mereka dikeluarkan dari surga. Dan setan bersumpah kepada Adam dan Hawa bahwa ia adalah pemberi nasehat, padahal ia pendusta. Allah swta berfirman:

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ

“(setan) bersumpah kepada keduanya: ‘saya adalah pemberi nasehat kepada kalian berdua‘” (QS. Al A’raf: 21).


Namun Allah swt memberikan peringatan terhadap musuh besar kita ini dalam firmanNya.

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga” (QS. Al A’raf : 27).


Oleh sebab itu setan adalah musuh manusia, dan ia sangat bersemangat untuk menyesatkan manusia. Khamr, judi, وَالْاَنْصَابُ (berkurban untuk) berhala, dan وَالْاَزْلَامُ (mengundi nasib dengan anak panah) adalah amalan yang dibawa setan. Dan amalan-amalan inilah yang dibisikan oleh setan kepada para hamba, dan setan menghias-hiasanya sehingga manusia terbujuk melakukannya dan terjerumus ke dalamnya.


Disamping itu juga, judi adalah dosa besar meskipun ada sedikit manfaat namun dosanya jauh lebih besar dari manfaatnya. Allah swt berfirman.

۞ يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ

”Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". (QS. Al-Baqarah : 219).


Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’adi berkata : Bahaya keduanya adalah akan menghilangkan akal dan harta. Keduanya pun akan membuat pelakunya lalai dari berdzikir kepada Allah, lalai dari shalat, juga akan menimbulkan permusuhan. Bahayanya lebih besar dari manfaat yang diperoleh. Manfaat yang dikira diperoleh dari keduanya adalah mendapatkan harta dengan jual beli khamar serta untung besar dari perjudian. Orang yang berakal sehat pasti akan memilih yang maslahatnya lebih besar dan pasti akan menjauhi jika melihat ada mudarat yang lebih besar di dalamnya.


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Kedua, Jauhi Judi.

Perintah Allah فَاجْتَنِبُوْهُ “cepat jauhilah” jangan pernah dekati 4 point yang Allah langsung larang dalam al-quran karena manjauhinya pasti akan selamat. Jika kita tidak menajuahinya maka akan terseret jurang berbahaya dalam lingkaran setan yaitu akan menimbulkan permusuhan diantara manusia, menimbulkan kebencian, menjauhkan dari mengingat Allah swt, melalaikan sholat bahkan Allah menyuruhnya untuk berhenti berjudi. Fiman Allah swt

اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ ۝٩١

“Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?” (Al-Ma'idah : 91).


Kalau sudah ada kata “menjauhi”, medekat saja sudah tidak dibolehkan apalagi medatanginya, hanya orang-orang yang jauh dari rahmat Allah yang mau menjeruskan dirinya dalam judi, maka hindari judi supaya hidup bahagia, orang-orang yang terlibat dalam judi sesungguhnya hidupnya jauh dari kebahagiaan. Judi ini sangat berbahaya karena temannya setan, hanya setan yang mengerjakan perbuatan jauh dari rahmat Allah dan hanya setan yang menjauh dari kebaikann, makanya orang beriman tidak akan mungkin terlibat judi.


Bisa kita liat bagaimana H. Rhoma Irama pada lirik lagunya berjudul “Judi”

Judi itu menjanjikan kemenangan, judi menjanjikan kekayaan, bohong, kalaupun menang itu awal dari kekalahan, bohong, kalaupun kaya itu awal dari kemiskinan. Judi meracuni kehidupan, judi meracuni keimanan, karena perjudian orang malas dibuai harapan, karena perjudian perdukunan ramai menyesatkan. Yang beriman bisa jadi murtad apalagi yang awam. Yang menang bisa jadi jahat apalagi yang kalah. Yang kaya bisa jadi melarat apalagi yang miskin. Yang senang bisa jadi sengsara. Apapun nama dan bentuk judi semuanya perbuatan keji. Jangan dilakukan jauhi.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم

uanuan

UMROH HEMAT 09 Hari Tahun 2024
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi
By Scoot Air

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
Ahad, 06 Oktober 2024
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
Rabu, 14 Oktober 2024
By Pesawat Scoot Air
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Center & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @wafizscenter & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”


KABAR GEMBIRA...
Bagi Anda Yang Ingin BERANGKAT HAJI REGULER di Tahun 2025
SILAHKAN BERGABUNG....
Bimbingan Manasik Reguler
Dibimbing Langsung Oleh : Ustadz H.Nur Anwar Amin,Lc Pimpinan Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Bisa BERGABUNG Bagi Anda Yang :
- Porsi Hajinya di tahun 2025
- Porsi Haji Kabupaten & Kota Bekasi
- Porsi Haji Mandiri
- Belum terdaftar di KBIHU Manapun
- Sudah terdaftar di KBIHU namun ingin Bimbingan Manasik Haji
- Rencana mau BADAL HAJI
- Rencana Mau Ibadah Umroh

JOIN US :
> Pembimbing Profesional
> Info Haji Terupdate
> Pelayanan Nyaman & Dilayani
> Lengkap Teori, Praktik Haji & Umroh
WA : 08161191890




YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
0857-7814-1993
08161191890



UMROH AWAL MUSIM 11 Hari Tahun 2024
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi
By Pesawat Saudia Airlines (SV 827)

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
Ahad, 14 Juli 2024
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah (11 Maret 2024) 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
Rabu, 24 Juli 2024
By Pesawat Saudia Airlines (SV 816) 
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Center & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @wafizscenter & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”









































































 

100 (alm) Praka Supriadi bin

100 (alm) Praka Supriadi bin

 

100 (alm) Praka Supriadi bin

Pertama, 99 Sebab kematian,

Seseorang mati itu banyak sebabnya, ada yang mati terkena wabah, reruntuhan, tenggelam, kecelakaan, terbakar, terpeleset, sakit menahun tak kunjung sembuh dan banyak sebab-sebab lainnya termasuk penyakit tua/pikun. Sabda Rasulullah saw

عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُثِّلَ ابْنُ آدَمَ وَإِلَى جَنْبِهِ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ مَنِيَّةً إِنْ أَخْطَأَتْهُ الْمَنَايَا وَقَعَ فِي الْهَرَمِ

Dari Mutharrif bin Abdillah bin asy-Syikhkhir, dari bapaknya, ia berkata: Rasulullah saw bersabda, “Telah diciptakan di dekat anak Adam sembilan puluh sembilan musibah (sebab kematian). Jika dia tidak terkena semua musibah itu, dia pasti mengalami ketuaan”. (HR Tirmidzi).

Berbahagialah saat mati dalam kondisi sakit kronis yang menahun tidak kunjung sembuh, sudah berusaha berobat kesana kemari, pindah dari rumah sakit yang satu ke rumah sakit lainnya, susah, sedih dan rasa sakit yang dirasakannya karena itu semua akan menghapus dosa-dosa dan kesalahannya. Nabi saw bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dan dalam riwayat lain beliau saw bersabda,

مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ وَصَبٍ، حَتَّى الْهَمُّ يُهِمُّهُ؛ إِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ بِهِ عَنْهُ سِيِّئَاتِهِ

“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.” HR. Muslim).

Kedua, Mati dibunuh.

Tukang rampok atau tukang begal yang ingin merampas harta kita.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ جَءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ جَاءَ رَجُلٌ يُرِيدُ أَخْذَ مَالِى قَالَ « فَلاَ تُعْطِهِ مَالَكَ ». قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَاتَلَنِى قَالَ « قَاتِلْهُ ». قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلَنِى قَالَ « فَأَنْتَ شَهِيدٌ ». قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُهُ قَالَ « هُوَ فِى النَّارِ »

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa ada seseorang yang menghadap Rasulullah saw, ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang mendatangiku dan ingin merampas hartaku?”

Beliau bersabda, “Jangan kau beri padanya.”

Ia bertanya lagi, “Bagaimana pendapatmu jika ia ingin membunuhku?”

Beliau bersabda, “Bunuhlah dia.”

“Bagaimana jika ia malah membunuhku?”, ia balik bertanya.

“Engkau dicatat syahid”, jawab Nabi saw.

“Bagaimana jika aku yang membunuhnya?”, ia bertanya kembali.

“Ia yang di neraka”, jawab Nabi saw. (HR. Muslim no. 140).

Hadits Mati Syahid

عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : « مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ أَوْ دُونَ دَمِهِ أَوْ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ »

 

Dari Sa’id bin Zaid, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Siapa yang dibunuh karena membela hartanya maka ia syahid. Siapa yang dibunuh karena membela keluarganya maka ia syahid. Siapa yang dibunuh karena membela darahnya atau karena membela agamanya, ia syahid.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i).

Maksud syahid sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Ambari,

لِأَنَّ اللَّه تَعَالَى وَمَلَائِكَته عَلَيْهِمْ السَّلَام يَشْهَدُونَ لَهُ بِالْجَنَّةِ . فَمَعْنَى شَهِيد مَشْهُود لَهُ

“Karena Allah Ta’ala dan malaikatnya ‘alaihimus salam menyaksikan orang tersebut dengan surga. Makna syahid di sini adalah disaksikan untuknya.” (Syarh Shahih Muslim, 2: 142).

Imam Nawawi menjelaskan bahwa syahid itu ada tiga macam:

Syahid yang mati ketika berperang melawan kafir harbi (yang berhak untuk diperangi). Orang ini dihukumi syahid di dunia dan mendapat pahala di akhirat. Syahid seperti ini tidak dimandikan dan tidak dishalatkan.

Syahid dalam hal pahala namun tidak disikapi dengan hukum syahid di dunia. Contoh syahid jenis ini adalah mati karena melahirkan, mati karena wabah penyakit, mati karena reruntuhan, dan mati karena membela hartanya dari rampasan, begitu pula penyebutan syahid lainnya yang disebutkan dalam hadits shahih. Mereka tetap dimandikan, dishalatkan, namun di akhirat mendapatkan pahala syahid. Namun pahalanya tidak harus seperti syahid jenis pertama.

Orang yang khianat dalam harta ghanimah (harta rampasan perang), dalam dalil pun menafikan syahid pada dirinya ketika berperang melawan orang kafir. Namun hukumnya di dunia tetap dihukumi sebagai syahid, yaitu tidak dimandikan dan tidak dishalatkan. Sedangkan di akhirat, ia tidak mendapatkan pahala syahid yang sempurna. Wallahu a’lam. (Syarh Shahih Muslim, 2: 142-143).

Ketiga, Hidupnya Tidak Pelit

Halimah idrus

(1). Karenanya Penting bagi kita untuk memperbaiki wudhu, Orang kalau wudhunya benar, sholatnya benar, orang kalau sholatnya benar, ibadahnya benar, orang kalau ibadahnya benar hidupnya bener, orang kalau hidupnya benar, matinya benar, orang kalau matinya benar di akhiratnya dia akan benar dikumpulkan manusia yang paling benar yaitu baginda kita Nabi besar Muhammad saw

(2). Kalau mau hidup enak itu jangan pelit-pelit, orang pelit itu jauh dari surga, orng pelit jauh dari keluarga, orng pelit jauh dari tetangga, orang pelit jauh dari semua orang, orang pelit itu udah ga ada enak-enaknya… kenapa orang bisa pelit yaa

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” (QS. Al-Baqarah : 268).

Jd klo pelit tuh emang dr setan, setan ngebisikin, klo kamu kasih buat dia nnti buat kamunya mana, klo kamu ngasih ama dia bnyakan nnti kamu ga bs beli kerungan baru, yg warnanya biru.. itu yg suka dikerjan ama setan

Kita ga mikirin apay g akan terjadi di kuburan krn hidup 10 th akan datang blm tentu tp hidup dalam kuburan udah pasti, satu hari nani kamu akan masuk didlam kubur,

Keempat, anak yatim kuat

Khutbah Jumat 2024 (edisi 153) Tema  :   “HIKMAH SELALU INGAT MATI”

Khutbah Jumat 2024 (edisi 153) Tema : “HIKMAH SELALU INGAT MATI”

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat 2024 (edisi 153) Tema  :

 “HIKMAH SELALU INGAT MATI”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ AL-MUKMINUN Perum Depsos Kota Bekasi. 05 Juli 2024 M/28 Dzulhijjah 1445 H. 


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Kematian yang pasti akan menjemput kita dan tidak ada yang mengetahui kapan kematian itu datang, tugas kita adalah mempersiapkan kedatangannya dan selalu mengingatnya. Disebutkan dari Abu Hamid al laqob, beliau berkata :

مَنْ أَكْثَرَ ذِكْرَ الْمَوْتِ أُكْرِمَ بِثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ: تَعْجِيْلِ التَّوْبَةِ، وَقَنَاعَةِ الْقَلْبِ، وَالنَّشَاطِ فِيْ الْعِبَادَةِ. وَمَنْ نَسِيَهُ عُوقِبَ بِثَلاَثَةِ أَشْيَاءَ: تَسْوِيْفِ التَّوْبَةِ وَتَرْكِ الرِّضَا بِالكَفَّافِ، وَالتَّكَاسُل فِي الْعِبَادَةِ

“Barangsiapa yang sering mengingat kematian maka ia akan dimuliakan dengan tiga hal : (1). Bersegera bertaubat, (2). Hati yang selalu qona’ah (menerima pemberian Allah), dan (3). Semangat dalam beribadah. Dan barangsiapa yang melupakan kematian maka ia akan mendapatkan siksa  tiga hal : (1). Menunda-nunda bertaubat, (2). Tidak ridho terhadap pemberian Allah, dan (3). Malas dalam beribadah.” (Lihat kitab At-Tadzkirah fi Ahwal Al-Mauta wa Umur Al-Akhirah, karya Al Qurthuby).


Tujuan utama diciptakan manusia adalah semata-mata untuk beribadah kepada Allah swt

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ۝٥٦

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat : 56).


Namun terkadang kita sebagai manusia biasa mengalami pasang surut, naik turun keimanan kita, dan ini adalah hal yang wajar dalam beribadah karena iman kita itu masih level يزيد وينقص (kadang bertambah, kadang berkurang) bisa naik, bisa turun bukan level iman para Nabi dan Rasul yang يزيد ولا ينقص (selalu bertambah dan tidak pernah berkurang), ataupun level iman para malaikat yang selalu stabil لا يزيد ولا ينقص  (tidak bertambah dan tidak berkurang) asalkan jangan iman level orang-orang munafik ينقص ولا يزيد (selalu berkurang dan tidak pernah bertambah), turun terus merosot tidak bertambah.


Dalam beribadah kadang kita merasa semangat, kadang pula merasa malas dan memang Nabi saw sudah menyatakan itu dalam haditsnya. Dari Abdulloh bin Amr ra, Nabi saw bersabda: 

إنَّ لكلِّ عملٍ شِرَّةٌ ولكلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ ، فمن كانت شِرَّتُه إلى سنَّتي فقد افلح  ومَنْ كانَتْ فَتْرَتُه إِلى غيرِ ذَلِكَ فقدْ هَلَكَ

“Sesungguhnya setiap amalan itu punya masa semangat, dan setiap masa semangat itu punya masa jeda (malas). Maka barangsiapa masa jedanya (malasnya) itu (diarahkan) kepada sunnah, maka sungguh dia telah beruntung. Dan barangsiapa masa jeda (malasnya) itu (diarahkan) kepada yang selain itu maka sungguh dia telah binasa.” (HR. Ahmad).


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَكِنِّي أَنَا أَنَامُ وَأُصَلِّي وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ فَمَنْ اقْتَدَى بِي فَهُوَ مِنِّي وَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً ثُمَّ فَتْرَةً فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى بِدْعَةٍ فَقَدْ ضَلَّ وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّةٍ فَقَدْ اهْتَدَى

Rasulullah saw bersabda: "Tapi aku kadang tidur dan kadang shalat (malam), kadang puasa dan kadang berbuka, maka barangsiapa yang mengikutiku maka ia termasuk golonganku dan barangsiapa yang membenci sunnahku berarti tidak termasuk golonganku, setiap amal itu ada saat-saat rajinnya dan ada saat jeda (malasnya), maka barangsiapa yang malasnya menuju bid'ah maka ia sesat dan barangsiapa malasnya menuju sunnah maka ia mendapat petunjuk." (HR. Ahmad).


Ibadah adalah suatu hal yang pokok bagi kehidupan seorang muslim, dalam kitab fi zhilal al-quran Sayyid Qutub menyebutkan ibadah itu sebagai wazhifah ilahiyah (tugas yang diembankan oleh Allah) untuk manusia, dengan demikian kata beliau “orang yang beribadah kepada Allah swt berarti orang itu telah memfungsikan hakekat penciptaannya, tapi sebaliknya orang yang melalaikan ibadah berarti orang tersebut dianggap mendisfungsikan hakekat penciptaannya.


Disamping sebagai kewajiban, ibadah juga salah satu sarana mendapatkan ridho Allah swt, tidak ada kebahagiaan yang besar yang kita dapatkan dalam hidup ini baik di dunia terutama lagi di akhirat selain kita mendapatkan keridhoan Allah swt, apalah artinya kita diberikan harta yang banyak, berlimpah, jabatan tinggi tapi tidak diridhoi Allah swt karena kita mendapatkannya dengan cara yang tidak benar, apalah artinya kita diberikan umur yang panjang, kesehatan yang baik, tapi tidak diridhoi Allah karena kita tidak memanfaatkan umur, usia, dan kesehatan ini untuk beribadah kepada Allah swt.

Diantara sebab seseorang turun semangat ibadahnya (فَتْرَةً) :

Pertama, Banyak Dosa dan Maksiat.

Orang yang hidup bergelimang dengan dosa dan kemaksiatan pastinya ia akan mendapatkan kemurkaan dari Allah swt. Dan salah satu bentuk kemurkaan Allah swt terhadap orang yang hidupnya bergelimah dosa dan kemasiatan itu Allah akan cabut halawatul iman (manisnya iman) sehingga ia tidak lagi merasakan lezat dan nikmatnya beribadah kepada Allah swt. Orang semacam ini akan merasa berat untuk melaksanakan ibadah, kalau pun ia beribadah kadang inginnya terburu-buru dan cepat-cepat selesai yang penting sholat, masalah khusyu’ dan ruh sholatnya terkadang kurang diperhatikan, itu bisa terjadi karena banyak dosa, Nabi saw bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ فَإِنْ زَادَ زَادَتْ فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَهُ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ { كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ }

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya apabila seorang mukmin berbuat dosa, maka akan ada titik hitam di dalam hatinya, jika ia bertaubat, meninggalkannya serta meminta ampun maka hatinya akan kembali putih, namun jika ia menambah (dosanya) maka akan bertambah (titik hitam), maka itulah penutup (hati) yang di sebutkan dalam firman Allah dalam kitab-Nya; "Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka." (QS Al Muthafifin: 14). (HR. Ibnu Majah).


Kedua, Tidak Memahami Urgensi Ibadah yang Dilakukan.

(1). Ibadah yang kita lakukan ini sesungguhnya itu bukan untuk Allah swt, sholat puasa apapun bentuk ibadah lainnya pada hakekatnya bukan untuk Allah swt, karena sesungguhnya Allah tidak membutuhkan ibadah manusia, Allah tidak perlu ibadah kita justru manfaatnya untuk kehidupan kita terutama kehidupan di akhirat yang akan dapat menentukan kita termasuk su’ada atau asykiya (bahagia atau sengsara).


Ibadah yang kita lakukan ini sedikitpun tidak akan ada pengaruhnya, tidak bernilai atau bermanfaat bagi Allah swt bahkan sebuah hadits qudsi menyebutkan,

يَاعِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا, يَاعِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ aرَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَانَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا

“Wahai hamba-hamba-Ku, kalau seandainya orang-orang pertama di antara kalian dan orang-orang terakhir (belakangan) baik manusia atau jin semua berada pada satu hati yang paling bertakwa diantara kalian, tidaklah hal itu menambah atas kerajaan (kekuasaan)-Ku sedikitpun.” (HR. Muslim).

Begitu juga sebaliknya,

يَاعِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَانَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا

“Wahai hamba-hamba-Ku, jika orang-orang yang pertama dan terakhir dari kalian semua berada pada satu hati yang paling durhaka diantara kalian, tidaklah hal itu akan mengurangi kerajaan (kekuasaan)-Ku sedikitpun.” (HR. Muslim).


Jadi, ibadah kita bukan untuk Allah tapi untuk diri kita sendiri, urgensi ibadah merupakan bentuk identitas kita sebagai seorang muslim, jika kita mengaku seorang muslim maka kita harus beribadah, jika kita mengaku hamba Allah maka harus beribadah.


(2). Ibadah sebagai simbol bentuk ketundukan manusia dihadap Allah swt, ibadah juga sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah swt yang telah begitu banyak memberikan kenikmatan. Ibadah juga untuk mendapatkan sarana meraih keberkahan. Maka orang yang hidupnya jika tidak beribadah, tidak akan memiliki keberkahan, kita diberi umur panjang lalu tidak sholat, tidak ibadah berarti umur kita itu dianggap tidak berkah.


Ketiga, التَّكَاسُل (malas).

Faktor seseorang malas ibadah karena ia lupa kepada kematian, ia sadar hidup di dunia hanya sementara, suatu saat cepat atau lambat ia akan meninggalkan kehidupan dunia ini dan menghadap Allah dengan mempertanggungjawabkan apa yang pernah ia lakukannya.


Malas ibadah itu karena mengkonsumsi makanan yang haram, malas melakukan kebaiakan, berat untuk ibadah, itu bisa jadi ada sesuatu yang haram masuk dalam tubuh kita, sebaliknya orang yang biasa mengkonsumsi yang halal ia akan dimudahkan untuk ibadah, merasa ringan. Rumus ini sesuai dengan yang dikatakan ahli tasawuf Imam al-Ghazali dalam karyanya Ihya’ Ulumiddin mengutip sebuah riwayat dari Abdulloh Sahl al-Tustari :

وَقَالَ سَهْلٌ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: مَنْ أَكَلَ الْحَرَامَ عَصَتْ جَوَارِحُهُ شَاءَ أَمْ أَبَى، عَلِمَ أَوْ لَمْ يَعْلَمْ، وَمَنْ كَانَتْ طَعِمَتْهُ حَلَالاً أَطَاعَتْهُ جَوَارِحُهُ وَوَفَقَتْ لِلْخَيْرَاتِ

Sahl al-Tustari ra berkata, “Orang yang memakan harta haram, tubuhnya mau tidak mau akan bermaksiat kepada Allah secara sadar atau tidak sadar, sedang orang yang memakan harta halal, tubuhnya mau tidak mau akan taat kepada Allah dan dia diberi Taufik senantiasa melakukan banyak kebaikan.”


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Semangat dalam melakukan sesuatu terkadang mengalami pasang surut naik turun tapi dalam ibadah tentunya itu berbahaya. Pada awalnya barangkali orang hanya meninggalkan perkara-perkara yang sunah tapi jika semakin hari semangat ibadah semakin kendor, bisa jadi ibadah yang wajib pun akan ikut ditinggalkan pula, itu yang sangat dikhawatirkan. Karena itu jika kita merasakan penurunan semangat ibadah maka berusaha menjemput kembali semangat tersebut jangan sampai kebablasan karena nanti akan merasa berat kembali.

Bagaimana upaya kita untuk menumbuhkan kembali semangat ibadah kepada Allah swt.?

Pertama, Menjaga Anggota Tubuh dari Maksiat dan Dosa.

Menjaga tujuh anggota tubuh dari pengaruh dosa dan menjaga diri dari dosa adalah salah satu cara kita untuk memudahkan semangat ibadah, karena jika kita jauh dari maksiat, jauh dari dosa maka hati seseorang itu akan bersih, karena dosa itu membuat noda hitam dalam hatinya dan hati yang bersih senantiasa akan dimudahkan oleh Allah untuk ibadah.


Maka kita bersyukur kalau merasa dimudahkan ibadah, diringankan ibadah, berarti dosa kita sedikit, namun kalau merasa malas ibadah berarti kita diselimuti banyak dosa, apa lagi tidak beribadah samasekali, kalau ibadah bawaannya males, benar-benar tidak mau ibadah, berarti dosanya sudah terlalu banyak sehingga noda dosa itu menutupi hatinya, susah hidayah masuk, taufik Allah susah masuk sehingga berat untuk ibadah. Ayat yang patut jadi renungan pada firman Allah swt,

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al Muthoffifin: 14).


Makna ayat di atas diterangkan dalam hadits berikut,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ) »

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya : “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban da Ahmad).


Kedua, Memohon Taufik dari Allah swt.

Kenapa ini penting kita lakukan, karena kita beribadah kepada Allah swt pastinya kita membutuhkan motivasi yang kuat dan membangun motivasi yang kuat tersebut tidak selayaknya kita mengandalkan diri kita tapi juga harus berdoa banyak mohon kepada Allah swt untuk  meminta taufikNya agar diberikan petunjuk Allah untuk dimudahkan beribadah karena tanpa taufik Allah mustahil  kita bisa beribadah dan melakukan kebaikan dalam hidup ini, mustahil kita bisa beribadah berbuat baik itu tidak lepas dari taufik Allah (pertoloongan Allah) yang memudhkan kita untuk melakukan ibadah dan kebaikan-kebaikan. Baginda Rasul saw pernah mengajarkan sebuah doa kepada seorang sahabat bernama Mu’adz bin Jabal diantara tujuannya senantiasa kita diberi kekuatan dan kemampuan untuk terus ibadah kepadaNya, bersabda

فَقَالَ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ وَأَوْصَى بِذَلِكَ مُعَاذٌ الصُّنَابِحِيَّ وَأَوْصَى بِهِ الصُّنَابِحِيُّ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ

Rasulullah saw menggandeng tangannya dan berkata: "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku mencintaimu." Kemudian beliau berkata: "Aku wasiatkan kepadamu wahai Mu'adz, janganlah engkau tinggalkan setiap selesai shalat untuk mengucapkan, “اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ" (Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir dan bersyukur kepadaMu serta beribadah kepadaMu dengan baik.) Mu'adz mewasiatkan dengan hal tersebut kepada Ash Shunabihi dan Ash Shunabihi mewasiatkan hal tersebut kepada Abdurrahman. (HR. Abu Daud).


Ketiga, Berusaha Menganggap Ibadah itu sebagai Kebutuhan bukan sebagai Kewajiban.

Karena sebuah kewajiban itu terkadang kesannya memberatkan, kewajiban seakan-akan membuat seseorng itu merasa terpaksa melakukannya termasuk dalam hal beribadah. Karena itu harus dirubah maindsetnya (pola fikir), anggap ibadah itu sebagai kebutuhan sehingga kita merasa kekurangan disaat kita melawatkannya atau jika tidak beribadah merasa ada yang kurang.


Kira-kira kalau meninggalikan sholat ada perasaan berdosakah, ada merasa tidak tenang dalam diri kita?. Kalau imannya bagus pasti merasakan tidak tenang, merasa berdosa, merasa bersalah jika sampai meninggalikan ibadah, namun kalau tidak merasa bersalah, tidak merasa berdosa meningglkan ibadah berarti imannya lowbet perlu di charger lagi.


Keempat, Memperbanyak Dzikrul Maut (ingat mati).

Karena mengingat kematian menjadi motivasi yang berlipat untuk bisa mematuhi printah agama dan juga menjauhi larangan-laranganNya karena itu dalam sudut pandang ilmu fiqih dzikrul maut hukumnya sunah tapi melakukannya dengan sering itu sunah muakkadah (sangat dianjurkan). Berkata Syaikh Ibnu Hajar al-Haitami,

(لَيَكْثُرَ) كُلُّ مُكَلَّفٍ نَدْبًا مُؤَكَّدًا وَإِلَّا فَأَصْلُ ذِكْرِهِ سُنَّةً أَيْضًا (ذِكْرُ الْمَوْتِ) لِأَنَّهُ أَدْعَى إِلَى امْتِثَالِ الْأَوَامِرِ وَاجْتِنَابِ الْمَنَاهِيْ

“Hendaknya setiap mukallaf itu memperbanyak ingat kematian sebagai sunah muakkad bahkan menyebutnya saja itu hukumnya sunah, karena hal itu lebih mendorong seseorang utk melakukan perintah-perintah Allah dan meninggalkan laranganNya.” Berdasarkan hadits shohih Rasulullah bersabda :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم« أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ » يَعْنِى الْمَوْتَ

Rasulullah saw bersabda : “Perbanyaklah mengingat pemutus (penghancur) kelezatan, yaitu kematian.” (HR. Tirmidzi).

Mengingat kematian penting dilakukan sesering mungkin bukan untuk melemahkan gairah hidup, tetapi untuk memompa semangat kita yang lebih besar lagi sehingga bisa mengisi kehidupan dengan kebaikan-kebaikan.


Kelima, Bergaul dengan Orang Sholeh (lingkungan yang baik).

Bergaul atau berkumpul dengan orang sholeh dampaknya akan memberikan motivasi untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan karena teman yang sholeh itu biasanya akan mendukung, menguatkan, mengingatkan kita ibadah dan kebaikan.

Tentang teman yang baik ini Rasul saw pernah ditanya oleh Ibnu Abbas : ‘Ya Rasulullah siapakah teman yang pantas untuk dijadikan teman.? Nabi menjawab,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ” أَيُّ جُلَسَائِنَا خَيْرٌ؟ قَالَ: «مَنْ ذَكَّرَكُمُ اللَّهَ رُؤْيَتُهُ، وَزَادَ فِي عِلْمِكُمْ مَنْطِقُهُ، وَذَكَّرَكُمْ بِالْآخِرَةِ عَمَلُهُ»(رواه أبو يعلى)

“Yakni siapa yang mengingatkan kalian kepada Allah jika kalian memandangnya, dan menambah  ilmu kalian perkataannya, dan mengingatkan kalian tentang akhirat amalannya.” (Riwayat Abu Ya’la dalam Al Musnad).


Cari teman seperti ini, jangan kita berkumpul dengan teman-teman malah bertambah dosa, kalau teman bertambah dosa maka tinggalkan segera, cari pergaulan yang kalau kita ngobrol itu akan bertambah ilmu, bukan bertambah dosa. Banyak fakta menunjukan bahwa bergaul dengan orang yang taat akan memotivasi seseorng untuk menambah ketaatannya, sebaliknya jika bergaul dengan orang yang ahli maksiat akan menjerumuskan kepada kemasiatan dan dosa, maka benar yang dikatakan Ibnu Kholdun ada sebuah ungkapan menarik الْإِنْسَانُ اِبْنُ بِيْئَتِهِ manusia itu tergantung pada kondisi lingkungan hidupnya.


Orang-orang yang sekitarnya akan membentuk karakter dan pribadi seseorang, kalau kita teman yang baik, lingkungan yang baik maka akan membentuk karakter pribadi yang baik pula, tetapi kalau temannya rusak, lingkungannya tidak baik maka akan mempengaruhi karakter pribadi yang tidak baik pula. Nabi sangat memperhatikan lingkungan, rumah dan temah bekerja. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad).

Terdapat dalam kitab tanbihul ghoofilin karya Imam Abi Laist As-Samarqondy

قَالَ الْحُكَمَاءُ : مَنْ جَلَسَ مَعَ ثَمَانِيَةِ أَصْنَافٍ مِنَ النَّاسِ زَادَهُ اللهُ ثَمَانِيَةَ أَشَيَاءَ

Berkata para ahli hikmah : Barang siapa yang duduk bersama 8 orang kelompok manusia, Allah akan menambahi 8 perkara bersamanya ;

(١). مَنْ جَلَسَ مَعَ الْأَغْنِيَاءِ زَادَهُ اللهُ حُبَّ الدُّنْيَا وَالرُّغْبَةِ فِيْهَ

“Barangsiapa yang duduk dengan orang-orang kaya, Allah akan menambahi cinta kepada dunia dan semangat untuk mendapatkan dunia.”

(٢). وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْفُقَرَاءِ زَادَهُ اللهُ الشُّكْرَ وَالرِّضَا بِقِسْمَةِ اللهِ تَعَالَى

“Barangsiapa yang duduk bersama orang-orang miskin, Allah akan menambahi perasaan Syukur dan ridho atas pembagian Allah.”

(٣). وَمَنْ جَلَسَ مَعَ السُّلْطَانِ زَادَهُ اللهُ الْكِبْرَ وَقَسَاوَةَ الْقَلْبِ

“Barangsiapa yang duduk dengan para pemimpin, Allah akan menambahi perasaan sombong dan keras hati.”

(٤). وَمَنْ جَلَسَ مَعَ النِّسَاءِ زَادَهُ اللهُ الْجَهْلَ وَالشَّهْوَةَ

“Barangsiapa yang duduk dengan perempuan, Allah akan menambahi kebodohan dan syahwat.”

(٥). وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصِبْيَانِ زَادَهُ اللهُ اللَّهْوَ وَالْمَزَاحَ

“Barangsiapa yang duduk dengan anak-anak kecil, Allah akan menambahi lupa dan canda-an.”

(٦). وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الفُسَّاقِ زَادَهُ اللهُ الْجُرْأَةَ عَلَى الذُّنُوْبِ وَالْمَعَاصِيْ وَالْإِقْدَامِ عَلَيْهَا، وَالتَّسْوِيْفَ فِيْ التَّوْبَةِ

“Barangsiapa yang duduk dengan orang-orang fasik, Allah akan menambahi berani atas dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan & menyodorkan diri untuk berbuat maksiat serta menunda-nunda akan taubat.”

(٧). وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصَّالِحِيْنَ زَادَهُ اللهُ الرُّغْبَةَ فِيْ الطَّاعَاتِ

“Barangsiapa yang duduk dengan orang-orang sholeh, Allah akan menambahi perasaan cinta akan perbuatan ketaatan.”

(٨). وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْعُلَمَاءِ زَادَهُ الْعِلْمَ وَالْوَرَعَ.

الْمَصْدَرُ: تَنْبِيْهُ الْغَافِلِيْنَ

“Barangsiapa yang duduk dengan para ulama, Allah akan menambahi ilmu dan perasaan tidak cinta atas dunia.” (tanbihul ghoofilin.Hal : 320 Cetakan : Dar Ibn Hazem Tahun : 2013 ).

Ibnu Rusy berkata :

قَالَ اِبْنُ رُشْدٍ: لَا يَنْبَغِيْ أَنْ يُصْحَبَ إِلاَّ مَنْ يُقْتَدَى بِهِ فِيْ دِيْنِهِ وَخَيْرِهِ؛ لِأَنَّ قَرِيْنَ السُّوْءِ يُرْدِيْ

“Sudah sepantasnya yang dijadikan teman kecuali orang yang dapat di teladani agama dan kebaikannya. Teman yang buruk pasti membawa kehinaan dan celaka.”

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم

uanuan

UMROH HEMAT 09 Hari Tahun 2024
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi
By Scoot Air

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
Ahad, 06 Oktober 2024
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
Rabu, 14 Oktober 2024
By Pesawat Scoot Air
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Center & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @wafizscenter & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”


KABAR GEMBIRA...
Bagi Anda Yang Ingin BERANGKAT HAJI REGULER di Tahun 2025
SILAHKAN BERGABUNG....
Bimbingan Manasik Reguler
Dibimbing Langsung Oleh : Ustadz H.Nur Anwar Amin,Lc Pimpinan Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Bisa BERGABUNG Bagi Anda Yang :
- Porsi Hajinya di tahun 2025
- Porsi Haji Kabupaten & Kota Bekasi
- Porsi Haji Mandiri
- Belum terdaftar di KBIHU Manapun
- Sudah terdaftar di KBIHU namun ingin Bimbingan Manasik Haji
- Rencana mau BADAL HAJI
- Rencana Mau Ibadah Umroh

JOIN US :
> Pembimbing Profesional
> Info Haji Terupdate
> Pelayanan Nyaman & Dilayani
> Lengkap Teori, Praktik Haji & Umroh
WA : 08161191890




YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
0857-7814-1993
08161191890



UMROH AWAL MUSIM 11 Hari Tahun 2024
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi
By Pesawat Saudia Airlines (SV 827)

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
Ahad, 14 Juli 2024
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah (11 Maret 2024) 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
Rabu, 24 Juli 2024
By Pesawat Saudia Airlines (SV 816) 
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Center & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @wafizscenter & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”