Khutbah Jumat (Edisi 208) Tema : “2 HAL YANG DIBENCI MANUSIA”

Khutbah Jumat (Edisi 208) Tema : “2 HAL YANG DIBENCI MANUSIA”

 

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 208) Tema  :

“2 HAL YANG DIBENCI MANUSIA”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ AL-BAROKAH Kav. VIP Babelan Kab. Bekasi Jumat, 31 Juli 2026 M/17 Shofar 1447 H.

 

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله 

Dalam berkehidupan kita pasti jumpai like and dislike (suka dan tidak suka) seperti hadits yang diriwayatkan dari sahabat Mahmud bin Labid radhiyallahu ‘anhu dalam Musnad Imam Ahmad. Rasulullah saw bersabda,

عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اثْنَتَانِ يَكْرَهُهُمَا ابْنُ آدَمَ الْمَوْتُ وَالْمَوْتُ خَيْرٌ لِلْمُؤْمِنِ مِنْ الْفِتْنَةِ وَيَكْرَهُ قِلَّةَ الْمَالِ وَقِلَّةُ الْمَالِ أَقَلُّ لِلْحِسَابِ. رواه أحمد فى مسنده

“Ada dua perkara yang dibenci (tiak suka) Bani Adam yaitu : Benci kematian padahal kematian itu lebih baik bagi seorang Mukmin daripada tertimpa fitnah (godaan agama). Dan benci harta yang sedikit padahal sedikitnya harta itu akan menyebabkan hisabnya semakin sedikit”. (HR Ahmad).


Sebagai seorang Mukmin, like and dislike itu sudah seharusnya tidak lagi berdasar pada subjektivitas pribadi yang sempit, kelompok atau golongan, akan tetapi seharusnya berdasar objektivitas yang luas yaitu berdasar nilai kebenaran universal yang terkandung dalam nilai-nilai Islam atau berdasarkan apa yang sudah menjadi ketentuan Allah dan RasulNya karena belum tentu sesuatu dislike dimata kita padahal itu baik untuk kita menurut Allah swt. Firman Allah swt.

كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡقِتَالُ وَهُوَ كُرۡهٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيْئًا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ 

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS. al-Baqarah : 216).


Kematian dan sedikit harta, dua perkara yang secara alami tidak disukai oleh manusia, padahal keduanya mengandung kebaikan dan hikmah besar bagi seorang mukmin. Manusia benci mati karena rasa takut berpisah dengan dunia dan keluarga, manusia menganggap mati adalah jurang pemisah antara kenikmatan dunia dengan dirinya, menganggap nikmat-nikmat yang melekat pada dirinya akan habis saat dia mati. Padahal kematian bagi orang beriman adalah keselamatan dari fitnah (ujian agama, kesesatan, atau cobaan berat yang merusak iman). Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata:

وَاللَّهِ الَّذِي لا إِلَهَ غَيْرُهُ، مَا مِنْ نَفْسٍ حَيَّةٍ إِلا الْمَوْتُ خَيْرٌ لَهَا إِنْ كَانَ بَرًّا، إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ: ” وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِ” وَإِنْ كَانَ فَاجِرًا , إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ: ” وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ ۚ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا

“Demi Allah Dzat yang tidak ada ilah untuk disembah kecuali Dia. Tidak ada satu jiwa pun yang mati kecuali kematian lebih baik darinya. Jika dia seorang yang baik, maka sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.’ (QS. Ali ‘Imran: 198).”


Pertama, Benci Mati.

Kenapa manusia benci (tdak suka) dengan kematian.? Padahal kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi dan pasti menjemput setiap yang makhluk hidup dimana pun bersembunyi. Firman Allah,

أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An-Nisa : 78).


Sampai orang tua pun membencinya karena benci terhadap kematian ini, berlaku umum, terutama pada anak-anak muda, begitu juga benci kematian ini terjadi pada orang-orang baik, karena tidak sedikit seseorang selalu minta didoakan agar diberi usia yang panjang. Demikian pula benci terhadap kematian terjadi pada diri orang-orang yang buruk, ahli maksiat dan pendosa, mereka tidak mengharapkan kematian. Hal ini sebagaimana dinyatakan Allah swt dalam firman-Nya tentang mereka,

وَلَا يَتَمَنَّوْنَهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيْهِمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِيْنَ

“Mereka tidak akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Jum'ah : 7).


Ingat.!, kematian menjadi nasehat terbaik, kematian akan menyadarkan kesombongan dan kematian memastikan bahwa hidup di dunia tidak akan kekal semua fana dan akan ditinggalkan.

Ada sebuah kisah pada masa Bani Abbasiyah raja Harun ar-Rasyid, saat dia sedang melakukan perjalanan dan melalui sebuah pemakaman. Di pemakaman itu ada seseorang yang disebut orang majhul majnun yakni bodoh dan gila. Padahal ia adalah seorang yang arif billah.

Bahlul yang dianggap gila dan sedang duduk merenung di atas kuburan pun berseru, “Wahai Harun… Harun…”.

Harun pun menjawab dengan nada sedikit mengejek, “Wahai orang gila…”

“Kapan kau akan sadar?” tanya Bahlul.

“Siapa yang gila, kau atau aku?” jawab Harun. “

Aku-lah yang berakal wahai Harun!” tegas Bahlul.

“Bagaimana bisa seperti itu?” tanya Harun sembari terbahak, dan turun dari kudanya.

Mendengar itu, Bahlul yang juga ikut tertawa pun menjelaskan, “Aku mengetahui bahwa istanamu tidak kekal, sedangkan kuburan itu kekal.”

“Itulah mengapa aku menyiapkan ini, sementara kau sibuk menyiapkan Istana, dan menelantarkan kuburanmu,” sambungnya.

“Kau takut dipindahkan dari dunia yang fana ke yang kekal. Padahal, kau tahu itu pasti, dan tidak bisa kita hindari,” imbuhnya lagi.

“Aku duduk di antara kuburan itu dan bertanya… Mana orang yang hina dan mana orang yang mulia?” kata Bahlul.

“Mana orang yang lemah dan mana yang kuat… dan di mana kesombongan yang selalu di-agung-agungkan?” lanjutnya.

“Cacing tanah datang dan pergi menghapus kekuatan dan kesombongan. Wahai orang yang ‘bertanya’, apakah kau tidak melihat pelajarannya?” kata Bahlul.

“Apakah ini tanda kegilaan, wahai Harun?” ujarnya bertanya.

Harun pun terdiam, wajahnya tampak berpikir. Ia menyerap kata demi kata yang Bahlul sampaikan.

Kemudian Harun mengangguk, dan berkata pada Bahlul, “Demi Allah, kau benar. Teruskan nasihatmu untukku.”

Bahlul kembali berpesan, “Dekatkanlah dirimu dengan Kitab Allah. Di sana ada kabar dan pelajaran.”

Mendengar itu, Harun menjawab, “Apakah kau punya permintaan yang bisa kuberikan untukmu?”

Bahlul pun mengaku, kalau ia punya tiga permintaan, dan akan berterima kasih jika Harun, dapat memberikannya.

“Tambahkanlah umurku,” pinta Bahlul.

“Aku tidak bisa…” jawab Harun.

Permintaan kedua Bahlul, “Lindungi-lah aku dari malaikat maut.”

“Aku tidak sanggup…” jawab Harun lagi.

Sedangkan permintaan ketiga Bahlul adalah, “Masukan aku ke surga, dan jauhkan aku dari neraka.”

“Jelas, aku tidak mampu…” kata Harun menyadari bahwa dirinya memang tidak sanggup.

Di akhir perbincangan, Bahlul kembali menegaskan, “Maka ketahuilah, bahwa kau hanyalah ‘hamba’, bukan ‘raja’. Aku tak ingin meminta apa pun darimu.”


Kedua, Benci Sedikit Harta.

Setiap orang selalu ingin memiliki harta yang banyak, dan sebaliknya tidak ingin memiliki harta yang sedikit sehingga sering berdoa minta diberikan rezeki dan harta yang banyak, benci terhadap kemiskinan. Dengan sikap demikian menjadikan ia akan selalu merasa kurang dan kurang, tidak merasa cukup terhadap apa yang sudah diberikan Allah swt. Umar Radhiyallahu ‘anhu tidak memungkiri hal ini, beliau berkata:

اللَّهُمَّ إِنَّا لاَ نَسْتَطِيعُ إِلاَّ أَنْ نَفْرَحَ بِمَا زَيَّنْتَهُ لَنَا،

“Ya Allah, sesungguhnya kami tidak kuasa selain turut bersenang hati dengan sesuatu yang telah Engkau jadikah indah di pandangan kami (yaitu harta benda).”

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ أَنْ أُنْفِقَهُ فِى حَقِّهِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu agar aku kuasa untuk membelanjakannya pada haknya (jalan-jalan yang benar).” (HR. Bukhari).

Namun ingat, harta adalah fitnah dan sarat dengan pertanggungjawaban. Semakin banyak harta, akan semakin lama dan semakin berat hisabnya. Allah telah mengingatkan dalam firmanNya,

اِنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ ۝١٥

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allahlah (ada) pahala yang besar.” (QS. At-Taghabun : 15).

Rasulullah saw juga mengingatkan dalam sabdabya,

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِى الْمَالُ

“Sesungguhnya pada setiap umat akan ditimpa fitnah, dan fitnah bagi umatku adalah harta.” (HR. Tirmidzi).


Dalam islam memiliki banyak harta dibolehkan namun harus pandai-pandai membelanjakannya dijalan yang benar karena harta itu akan ditanya dari mana diperoleh dan ke mana disalurkan. Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, Nabi saw bersabda,

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai : (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh (4) dimana ia infakkan (5) mengenai tubuhnya untuk apa digunakan.” (HR. Tirmidzi).


Dua hal yang dibenci manusia ini : mati dan miskin, dipahami betul oleh para shahabat, karena itu, Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata :

يَا حَبَّذَا الْمَكْرُوهَانِ: الْمَوْتُ وَالْفَقْرُ، وَأَيْمُ اللَّهِ أَلا إِنَّ الْغِنَى وَالْفَقْرَ وَمَا أُبَالِي بِأَيِّهِمَا ابْتُلِيتُ، إِنْ كَانَ الْغِنَى إِنَّ فِيهِ لَلْعَطْفِ، وَإِنْ كَانَ الْفَقْرُ إِنَّ فِيهِ لِلصَّبْرِ

“Alangkah bagusnya dua perkara yang dibenci (yaitu) kematian dan kefakiran. Demi Allah, ketahuilah sesungguhnya kekayaan atau kemiskinan, aku tidak peduli dengan yang mana dari keduanya aku diuji. Jika aku diuji dengan kekayaan, maka sesungguhnya di dalam kekayaan itu untuk menolong (agama). Jika aku diuji dengan kefakiran, maka sesungguhnya di dalam kefakiran itu untuk kesabaran.” (HR. Thabarani dan Ahmad).

Berdoalah selalu agar kelak mendapatkan hisab yang mudah,

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ فِى بَعْضِ صَلاَتِهِ « اللَّهُمَّ حَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيرًا ». فَلَمَّا انْصَرَفَ قُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ مَا الْحِسَابُ الْيَسِيرُ قَالَ « أَنْ يَنْظُرَ فِى كِتَابِهِ فَيَتَجَاوَزَ عَنْهُ إِنَّهُ مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَوْمَئِذٍ يَا عَائِشَةُ هَلَكَ وَكُلُّ مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ يُكَفِّرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةُ تَشُوكُهُ »

Dari Aisyah, ia berkata, saya telah mendengar Nabi saw pada sebagian shalatnya membaca, “اللَّهُمَّ حَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيرًا (Ya Allah hisablah aku dengan hisab yang mudah).” Ketika beliau berpaling saya bekata, “Wahai Nabi Allah, apa yang dimaksud dengan hisab yang mudah?” Beliau bersabda, “Seseorang yang Allah melihat kitabnya lalu memaafkannya. Karena orang yang diperdebatkan hisabnya pada hari itu, pasti celaka wahai Aisyah. Dan setiap musibah yang menimpa orang beriman Allah akan menghapus (dosanya) karenanya, bahkan sampai duri yang menusuknya.” (HR. Ahmad).

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم

uanuan




Telah HADIR KBIHU Wafizs Al-Amin Centre (KBIHU WAC), SIIAP MEMBERANGKATKAN JAMAAH HAJI REGULER 2027/1448.
Kenapa Memilih Haji Reguler bersama KBIHU WAC, Karena KBIHU WAC Itu :
#Nyaman
#Dilayani
#Pembimbing Profesional
CP : 08161191890

7 KEUNGGULAN HAJI & UMROH bersama KBIHU Wafizs Al-Amin Centre Itu :
1. Dibimbing Langsung oleh KH. Nur Anwar Amin,Lc biasa disapa Ustadz Adjie Nung  (UAN) Pim. Wafizs Al-Amin Center Bekasi. 
2. Dapat 7 Kali Umroh saat Musim Haji dan 4 kali Umroh saat musim Umroh dengan 4 Tempat Miqot (Tan'im, Ji'ronah, Hudaibiyah & Thoif Qornul Manazil) 
3. Nyaman, Dilayani & Pembimbing Profesional
4. Fasilitas Umroh Hotel *5 & Transportasi Bis Full Wifi
5. Sholat Qiamullail Berjamaah & Khotmul Qur'an
6. Bermalam 1 Malam Untuk Paket Umroh di Hotel Jeddah Sebelum go to Makkah
7. Jamaah Wanita Dibimbing Langsung Pembimbing Wanita oleh Usth Hj. Uswatun Hasanah, S.Pd. I



YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
0857-7814-1993
08161191890



UMROH AWAL MUSIM 1447/2026
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
05 JULI 2026
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
14 JULI  2026
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”

KABAR GEMBIRA...
Bagi Anda Yang Ingin BERANGKAT HAJI REGULER di Tahun 2027
SILAHKAN BERGABUNG....
Bimbingan Manasik Reguler
Dibimbing Langsung Oleh : Ustadz KH. Nur Anwar Amin,Lc Pim. Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Bisa BERGABUNG Bagi Anda Yang :
- Porsi Hajinya di tahun 2027
- Porsi Haji Kabupaten & Kota Bekasi
- Porsi Haji Mandiri
- Belum terdaftar di KBIHU Manapun
- Sudah terdaftar di KBIHU namun ingin Bimbingan Manasik Haji
- Rencana mau BADAL HAJI
- Rencana Mau Ibadah Umroh

JOIN US :
> Pembimbing Profesional
> Info Haji Terupdate
> Pelayanan Nyaman & Dilayani
> Lengkap Teori, Praktik Haji & Umroh & Senam Sehat
WA : 08161191890


YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
08161191890

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 08161191890 

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”