Khutbah IDUL FITRI 2026/1447 (edisi 198) Tema  :  “IDUL FITRI : MEMAAFKAN LEBIH MULIA DAN LEBIH BESAR PAHALANYA”

Khutbah IDUL FITRI 2026/1447 (edisi 198) Tema : “IDUL FITRI : MEMAAFKAN LEBIH MULIA DAN LEBIH BESAR PAHALANYA”

 

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah IDUL FITRI 2026/1447 (edisi 198) Tema  :

“IDUL FITRI : MEMAAFKAN LEBIH MULIA DAN LEBIH BESAR PAHALANYA”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid BESAR NURUL HUDA Kp. Gabus Pabrik, Desa Sriamur, Tambun Utara, Bekasi. Sabtu, 21 Maret 2026 M/01 Syawwal 1447 H.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله. اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ

 

أَمَّا بَعْدُ، فَيَآ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قال الله تعالى : وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Dengan terbenamnya matahari dipenghujung Ramadhan maka sempurnalah kita menjalankan ibadah puasa sebulan penuh disertai melakukan semua amal sholeh yang pahalanya disisi Allah saw amatlah sangat besar dan itulah bekal dalam perjalanan yang tersisa di dunia ini dan bekal perjalanan yang abadi di akhirat yang tidak ada kesudahannya. Itulah yang membuat kita gembira.

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ ۝٥٨

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus : 58).


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله.

Segala puji bagi Allah swt yang telah menyejukkan hati kita diatas aqidah yang benar, segala puji bagi Allah swt yang telah memberikan kita banyak nikmat sehingga dengan nikmat tersebut kita dapat melakukan amal-amal sholeh, segala puji bagi Allah swt yang telah menyampaikan usia kita sampai di akhir ujung Ramadhan, dimana banyak sekali saudara-saudara kita yang ingin bertemu dengan bulan Ramdhan tapi Allah swt mentakdirnya ia wafat sebelum datang bulan Ramadhan, betapa banyak orang yang sudah berjumpa Ramadhan tetapi Allah swt memberikan ia sakit sehingga ia tidak dapat berpuasa pada bulan Ramadhan.

اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Ramadhan telah berlalu, rasa lelah yang dirasakan orang-orang qiyamullail sudah hilang dan rasa letih yang dirasakan orang-orang yang rajin beribadah pun sudah berlalu, yang tersisa adalah pahala yang kelak akan mereka dapatkan disisi Allah swt,

Di hari raya yang fitri ini ada 4 point yang sangat penting untuk kita jadikan pembelajaran agar kesucian, kemenangan dan pahala besar yang selalu melekat dalam sanubari kita sehingga Ramadhan lalu berhasil mempatri diri kita menjadi orang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah swt. Diantaranya adalah :


Pertama, Pahala Puasa dan Sholat.

Berbahagialah bagi orang-orang yang puasa selama bulan Ramadhan, karena Rasulullah swt bersabda, dari Abu Hurairah,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim). Dosa orang tersebut habis dihapus oleh Allah swt.


Namun celaka dan dosa besar bagi orang-orang yang telah berani meninggalkan puasa, sengaja tidak berpuasa di bulan Ramadhan, pelakunya wajib segera bertaubat nasuha, jika tidak segera bertaubat, ancaman berat baginya.

عَنْ أَبي أُمَامَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ: بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِى رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعَىَّ، ثُمَّ انْطُلِقَ بِى فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا. قُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قَالَ: هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ  

“Dari Abu Umamah berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: ‘Pada saat aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang malaikat membawa pundakku. Kemudian mereka membawaku, saat itu aku mendapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya, dari mulutnya yang pecah keluar darah. Aku bertanya : ‘Siapa mereka?’ Ia menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum diperbolehkan waktunya berbuka puasa’.” (HR. An-Nasa’i).


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ رُخْصَةٍ رَخَّصَهَا اللَّهُ لَهُ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ الدَّهْرَ كُلَّهُ

Dari Abu Hurairah ra, “Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa tidak berpuasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa (udzur syar’i) keringanan yang Allâh berikan kepadanya, maka tidak akan diterima sekalipun ia berpuasa selama satu tahun semuanya.” (HR. Ahmad).   


Berbahagialah bagi orang-orang yang telah melakukan qiyam Ramadhan (sholat sunah taraweh) dan melakukan sholat lima waktunya dengan sempurna selama bulan Ramadhan karena Rasulullah swt bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari Muslim). Dosa orang tersebut habis dihapus oleh Allah swt.


Namun celaka dan dosa besar bagi orang-orang yang telah berani meninggalkan sholat terutama sholat 5 waktu dengan sengaja, berarti ia berani meninggalkan Allah swt, kalau sudah berani meninggalkan Allah, jangan pernah berharap akan bisa masuk dalam surgaNya, jangan pernah berharap dapat jaminan dari Allah bahkan orang tersebut akan dijerumuskan masuk dalam neraka saqor yaitu neraka yang sangat panas dan menghanguskan. Allah swt berfirman,

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43) وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ (44) وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ (45) وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ (46) حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ (47)

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.” (QS. Al-Mudattsir: 42-47).


Orang-orang yang sengaja berani meningglkan sholat, pelakunya dianggap tidak beragama islam, Umar bin al-Khattab mengatakan,

إِنَّ أَهَمَّ أُمُوْرِكُمْ عِنْدِي الصَّلاَةُ فَمَنْ حَفِظَهَا حَفِظَ دِيْنَهُ وَمَنْ ضَيَّعَهَا فَهُوَ لِمَا سِوَاهَا أَضْيَع وَلاَحَظَّ فِي الاِسْلاَمِ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ

“Menurutku, perkara yang paling penting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa yang menjaga shalatnya, maka ia berarti menjaga agamanya. Barangsiapa yang menyia-nyiakan shalat, berarti dalam hal lainnya ia lebih menyia-nyiakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat. ” (Ash Shalah, hal. 12).


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Kedua, Dua Kebahagiaan Bagi Orang yang Berpuasa.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

“Bagi orang yang berpuasa akan merasakan dua kebahagiaan: (1) kebahagiaan ketika berbuka, dan (2) kebahagiaan ketika berjumpa dengan Allah.” (HR. Muslim).

(فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ ) Kegembiraan fisik dan spiritual karena hari ini tidak berpuasa dapat menikmati makanan dan minuman setelah menahan lapar, serta rasa syukur karena berhasil menyelesaikan ibadah puasa satu bulan penuh.

(وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ ) Kebahagiaan saat bertemu Tuhannya  dan itu kegembiraan  tertinggi di akhirat kelak adalah ketika mendapatkan pahala berlipat, ridha Allah, dan balasan surga atas puasa yang telah dilakukannya.


Maka hari ini adalah hari bergembira bagi kaum muslimin dan merupakan hak bagi seorang muslim untuk bergembira pada hari ini, karenanya, bersenang-senanglah tetapi ingat, kesenangan itu ada batasnya tidak boleh melampoi syariat yang sudah ditetapkan Allah swt.

Hari raya umat islam berbeda dengan hari raya umat lain, hari raya umat islam itu dibuka dengan alunan gema takbir kepada Allah swt, sholat, sujud dan ruku karena itu merupakan keagungan agam islam.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ قَالُوا كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ

Anas berkata, Rasulullah saw ketika tiba di Madinah, sedangkan penduduknya memiliki dua hari khusus untuk permainan, maka beliau bersabda: "Apakah maksud dari dua hari ini?" mereka menjawab: "Kami biasa mengadakan permainan pada dua hari tersebut semasa masih Jahiliyyah." Maka Rasulullah saw bersabda : "Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian yang lebih baik dari kedua hari tersebut, yaitu hari raya idul Adlha dan hari raya Idul Fithri." (HR. Sunan Abu Daud).


Di hari bahagia ini silahkan berbagi kebahagiaan bersama keluarga, saling memberi hadiah, buat aneka kue dan makanan dan berkunjung antar sanak keluarga saudara yang kita inginkan karena sesungguhnya hari ini adalah hari kebahagiaan baig seluruh kaum muslimin, dan Allah sempurnakan kebahagiaan tersebut dengan diharamkan berpuasa pada hari ini.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الأَضْحَى وَيَوْمِ الْفِطْرِ

Dari Abu Hurairah ra. “Sesungguhnya Rasulullah saw melarang berpuasa pada dua hari raya yaitu Idul Fithri dan Idul ‘Adha”. (HR. Muslim).


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Ketiga, Saling Memaafkan (Menghapus Kesalahan).

Pada hari ini ada sebagian orang yang kebahagiaannya tidak sempurna disebabkan karena tidak saling tegur sapa kepada saudaranya, sedang bermusuhan dengan saudaranya bahkan terhadap orang tuanya sendiri pun marah menahun. Maka untuk orang tersebut ada pesan khusus dari Rasulullah saw.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ لَا تَرْتَفِعُ صَلَاتُهُمْ فَوْقَ رُءُوسِهِمْ شِبْرًا رَجُلٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ

Dari Ibnu Abbas, dari Rasulullah saw bersabda: "Tiga golongan yang shalatnya tidak akan di angkat (diterima) meski satu jengkal dari kepalanya : (1). Seorang laki-laki yang mengimami suatu kaum sementara mereka tidak menyukainya, (2). Seorang istri yang menghabiskan malamnya sementara suaminya murka kepadanya, dan (3). Dua bersaudara yang saling bermusuhan (memutuskan tali persaudaraan)." (HR. Ibnu Majah).


Maka orang tersebut tidak akan mendapatkan ampunan Allah swt, Nabi saw bersabda,

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا، إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

"Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka Allah akan mengampuni setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terdapat permusuhan. Maka dikatakan : 'Tundalah (ampunan) bagi kedua orang ini sampai mereka berdamai, tundalah (ampunan) bagi kedua orang ini sampai mereka berdamai, tundalah (ampunan) bagi kedua orang ini sampai mereka berdamai'." (HR. Muslim).


Jika kita ingin mendapatkan ampunan Allah swt seluas luasnya maka di hari fitri ini kesempatan emas untuk saling memaafkan, kesempatan untuk saling berkunjung dan meminta maaf kepada saudara-saudara kita. Jika sebaliknya, tidak mau minta maaf, tidak saling meridhoi bahkan nyaris memutuskan tali salaturrahim, maka kata Nabi saw “berdosa bagi orang yang memutuskan tali silaturahim dan tidak akan merasakan indahnya surga.

عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ قَالَ إِنَّ جُبَيْرَ بْنَ مُطْعِمٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ رَحْمٍ. رواه البخاري ، ومسلم ، وأبو داود ، الترمذي

Dari Jubair bin Muth’im ra. dari Rasulullah saw. Bersabda, “Tidak masuk surga pemutus silaturrahim.” (Bukhari Muslim).

إِنَّ الرَّحْمَةَ لَا تَنْزِلُ عَلَى قَوْمٍ فِيهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ

“Rahmat Allah tidak akan turun pada sekelompok kaum yang memutuskan silaturrahim”. Bahkan lebih seram lagi ancaman Nabi saw,

قَاطِعُ الرَّحِمِ مَلْعُونٌ وَلَوْ مَاتَ فِي جَوْفِ الكَعْبَةِ

“orang yng memutuskan silaturrahim dengan kerabatnya dilaknat, dimurkai Allah, diusir dari rahmat Allah walaupun matinya ditengah-tengah ka’bah” (HR. Imam Al Qudo’I).


Siapa yang meninggalkan rasa dendam dan mudah memaafkan orang lain, maka Allah pun akan menganugerahkan kemuliaan pada dirinya. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا

“Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya.” (HR. Muslim).

Maka tidak ada alasan bagi kita untuk memboikot atau memutuskan saudara kita, jangan pernah malu meski kita lebih tua, buang itu jauh-jauh, ingat pesan Nabi saw, siapa yang memafkan maka Allah akan muliakan dia, minta maaf itu mulia tapi memaafkan itu jauh lebih mulia dan lebih besar pahalanya.


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Orang-orang yang mampu menjalin tali silaturrahim itu merupakan ciri-ciri penduduk surga, dijelaskan dalam al-quran,

وَالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُوْنَ سُوْۤءَ الْحِسَابِۗ ۝٢١

“Orang-orang yang menghubungkan apa yang Allah perintahkan untuk disambungkan (seperti silaturahmi), takut kepada Tuhannya, dan takut (pula) pada hisab yang buruk.” (QS. Ar-Ra'd : 21).

Diantara ciri-ciri penduduk surga adalah mereka yang menyambung tali silaturrahmi, diujung ayat ini allah tegaskan

جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍۚ ۝٢٣

“(Yaitu) surga-surga ‘Adn. Mereka memasukinya bersama orang saleh dari leluhur, pasangan-pasangan, dan keturunan-keturunan mereka, sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu.” (QS Ar-Ra'd : 23).

Maka bagaimana mungkin kita akan masuk bersama ibu, kaka, adik dan suadara-saudara kita kedalam surga sementara di dunia kita tidak berbaikan dan tidak akur, bagaimana mungkin kita mendapatkan pahala surga yang dijanjikan Allah swt.

سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِۗ ۝٢٤

“(Malaikat berkata,) “Salāmun‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu) karena kesabaranmu.” (Itulah) sebaik-baiknya tempat kesudahan (surga).” (QS. Ar-Ra'd : 24).


Seakan-akan di ayat ini Allah mengatakan bahwa orang yang menyambung tali silaturrahim butuh kesabaran, dan ini benar, disbutkan dalam sebuah hadist, ada seorang laki-laki datang kepada Nabi saw dan dia berkata

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : أَنَّ رَجُلًا قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ لِي قَرَابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُونِي، وَأُحْسِنُ إِلَيْهِمْ وَيُسِيئُونَ إِلَيَّ، وَأَحْلُمُ عَنْهُمْ وَيَجْهَلُونَ عَلَيَّ، فَقَالَ : «لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ، فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ، وَلَا يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللَّهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ». (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki kaum kerabat, aku menyambung hubungan dengan mereka namun mereka memutuskan hubungan denganku. Aku berbuat baik kepada mereka, namun mereka berbuat jahat kepadaku. Aku bersikap santun (lemah lembut) kepada mereka, namun mereka bersikap bodoh (kasar) kepadaku." Maka Nabi saw bersabda: "Jika engkau benar seperti apa yang engkau katakan, maka seolah-olah engkau menyuapi mereka abu panas (yakni mereka mendapat dosa besar), dan pertolongan Allah akan senantiasa bersamamu melawan mereka selama engkau tetap melakukan hal tersebut (berbuat baik)." (HR. Muslim).


Jika kita benar-benar ingin mendapatkan keutamaan ini, jika kita ingin ditolong Allah swt maka sambunglah tali silaturrahim diantara kita. Janji Rasulullah saw tuk orang yang senang dengan tali silaturrahim,

"مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ"

 "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya (ditangguhkan ajalnya), maka hendaklah ia menyambung silaturahim". (HR. Bukhari & Muslim).

Cari rezeki dengan silaturrahim, panjangkan usia dengan silaturrahim maka hari ini adalah hari yang sangat tepat untuk menyambung tali yang dahulunya pernah putus lama hanya gara-gara urusan dunia, sementara Allah katakan itu,

قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيْلٌۚ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقٰىۗ وَلَا تُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا ۝٧٧

Katakanlah, “Kesenangan di dunia ini hanyalah sedikit, sedangkan akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun.” (QS. An-Nisa' : 77).

Dunia itu hanya perhiasan, hanya kenikmatan sesaat, sangat sedikit, dunia ini akan kita tinggalkan, tidak mungkin kita akan hidup lama di dunia ini, kita akan hidup di akhirat yang abadi dalam surgaNya Allah swt.


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Keempat, Nasehat Nabi saw Khusus untuk Kaum Wanita.

Pada hari ini Rasulullah saw mengkhususkan nasehat kepada kaum perempuan, betapa Nabi saw menunjukkan sangat sayang kepada kaum perempuan sampai-sampai mengkhususkan nasehat ini. Tatkala Rasulullah saw selesai khutbah id, beliau mendatangi para wanita sembari memberikan nasihat,

يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ، تَصَدَّقْنَ، فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ فَقُلْنَ: وَبِمَ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وَتَكْفُرْنَ العَشِيرَ، مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ، أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الحَازِمِ، مِنْ إِحْدَاكُنَّ، يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ

“Wahai kaum wanita, bersedekahlah. Sungguh aku melihat kalian adalah yang paling banyak akan menjadi penghuni neraka”. Mereka bertanya: ‘Mengapa begitu, wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab, ‘Kalian banyak melaknat dan mengingkari pemberian (kebaikan suami). Tidaklah aku melihat orang yang lebih kurang akal dan agamanya melebihi seorang dari kalian, wahai para wanita’.” (HR. Bukhari).


Karena itu bagi para perempuan :

(1). Hari ini banyaklah bersedekah untuk menghapus dosa-dosa dan menjauhkan dari siksa api neraka.

(2). Bahagiakanlah hati suami setiap hari terkhusus di hari ini, banyak berbuat baiklah kepada suami sebagimana dahulu ketika gadis berbakti kepada orang tua mendapatkan pahala yang sangat besar begitu juga berbakti kepada suami  akan memperoleh pahala besar pula, pintu surga pun terbuka lebar-lebar untuknya. Rasulullah saw bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ibnu Hibban, no. 4163 dan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath, 4715).


Betapa besarnya hak suami dalam rumah tangga, sehingga jika sujud kepada makhluk dibolehkan, maka suamilah yang paling berhak mendapatkannya. Nabi saw bersabda,

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنَ الْحَقِّ

“Seandainya aku memerintahkan seseorang untuk sujud pada yang lain, maka tentu aku akan memerintah para wanita untuk sujud pada suaminya karena Allah telah menjadikan begitu besarnya hak suami yang menjadi kewajiban istri” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Mari niatkan mulai saat ini untuk menurunkan ego kita, membelenggu hawa nafsu kita untuk minta maaf karena orang yang meminta maaf itu jauh lebih mulia daripada orang yang didatangin, jangan malu meminta maaf, mulailah dengan komunikasi wa, telepon untuk minta maaf, jangan malu karena engkau lebih mulia, engkau mampu mengendalikan hawa nafsumu dan egomu.

Bahkan na’udzubillah kalau sampai orang itu tidak memberi maaf, Imam Syafi’i mengatakan “Kalau udah ada orang dimintain maaf namun tidak mau memberi maaf maka orang itu hakekatnya adalah setan yang dilaknat Allah swt” karena kotor dan sombong hatinya. Sempurnakan nilai Ramadhan kita kali ini agar  kita termasuk orang-orang yang minal faizin wal maqbulin.

”Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M Mohon Maaf Lahir Batin.”

مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ فِيْ كُلِّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ. جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِيْ زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَاَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ لِيْ وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم


KHUTBAH KEDUA

الله أكبر – الله أَكْبَرُ – الله أَكْبَرُ – الله أَكْبَرُ –الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر كَبِيْرًا وَالحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً لاَ إِلَهَ إِلاّاَلله وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاّاَلله وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ المُناَفِقُوْنَ. اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ إِرْغاَماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلَآئِقِ وَالبَشَرِ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحَ الغُرَرِ. أَمَّا بَعْدُ:

 فَيآأَيُّهاَالحاَضِرُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَافْعَلُوْاالخَيْرَ وَاجْتَنِبُوْآ عَنِ السَّيِّآتِ. وَاعْلَمُوْآ أَنَّ الله أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّابِمَلَآئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقاَلَ تعالى مخبرا وامرا إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآأَيُّهاَالَّذِيْنَ آمَنُوْآ صَلُّوْآ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصِحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وأرض اللهم على أربعة الخلفاء الراشدين سيدنا ابي بكر وعمر وعثمان وعلي  وعلى بقية الصحابة التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَارْضَ الله ُعَنَّا وَعَنْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الراَحِمِيْنَ.

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِناَتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعُ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ انْصُرْأُمَّةَ سَيّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهُمَّ انْصُرْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ. وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الدِّيْنَ. وَاجْعَلْ بَلْدَتَناَ إِنْدُوْنِيْسِيَّا هَذِهِ بَلْدَةً تَجْرِيْ فِيْهَا أَحْكاَمُكَ وَسُنَّةُ رَسُوْلِكَ ياَ حَيُّ ياَ قَيُّوْمُ. يآاِلهَناَ وَإِلهَ كُلِّ شَيْئٍ. هَذَا حَالُناَ ياَالله ُلاَيَخْفَى عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنّاَ الغَلآءَ وَالبَلآءَ وَالوَبآءَ وَالفَحْشآءَ وَالمُنْكَرَ وَالبَغْيَ وَالسُّيُوفَ المُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَآئِدَ وَالِمحَنَ ماَ ظَهَرَ مِنْهَا وَماَ بَطَنَ مِنْ بَلَدِناَ هَذاَ خاَصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ المُسْلِمِيْنَ عاَمَّةً ياَ رَبَّ العَالمَيِنَ

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِاْلحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ اْلفَاتِحِيْنَ. رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهىَ عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

uanuan








Telah HADIR KBIHU Wafizs Al-Amin Centre (KBIHU WAC), SIIAP MEMBERANGKATKAN JAMAAH HAJI REGULER 2027/1448.
Kenapa Memilih Haji Reguler bersama KBIHU WAC, Karena KBIHU WAC Itu :
#Nyaman
#Dilayani
#Pembimbing Profesional
CP : 08161191890

7 KEUNGGULAN HAJI & UMROH bersama KBIHU Wafizs Al-Amin Centre Itu :
1. Dibimbing Langsung oleh KH. Nur Anwar Amin,Lc biasa disapa Ustadz Adjie Nung  (UAN) Pim. Wafizs Al-Amin Center Bekasi. 
2. Dapat 7 Kali Umroh saat Musim Haji dan 4 kali Umroh saat musim Umroh dengan 4 Tempat Miqot (Tan'im, Ji'ronah, Hudaibiyah & Thoif Qornul Manazil) 
3. Nyaman, Dilayani & Pembimbing Profesional
4. Fasilitas Umroh Hotel *5 & Transportasi Bis Full Wifi
5. Sholat Qiamullail Berjamaah & Khotmul Qur'an
6. Bermalam 1 Malam Untuk Paket Umroh di Hotel Jeddah Sebelum go to Makkah
7. Jamaah Wanita Dibimbing Langsung Pembimbing Wanita oleh Usth Hj. Uswatun Hasanah, S.Pd. I



YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
0857-7814-1993
08161191890



UMROH AWAL MUSIM 1447/2026
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
05 JULI 2026
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
14 JULI  2026
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”

KABAR GEMBIRA...
Bagi Anda Yang Ingin BERANGKAT HAJI REGULER di Tahun 2027
SILAHKAN BERGABUNG....
Bimbingan Manasik Reguler
Dibimbing Langsung Oleh : Ustadz KH. Nur Anwar Amin,Lc Pim. Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Bisa BERGABUNG Bagi Anda Yang :
- Porsi Hajinya di tahun 2027
- Porsi Haji Kabupaten & Kota Bekasi
- Porsi Haji Mandiri
- Belum terdaftar di KBIHU Manapun
- Sudah terdaftar di KBIHU namun ingin Bimbingan Manasik Haji
- Rencana mau BADAL HAJI
- Rencana Mau Ibadah Umroh

JOIN US :
> Pembimbing Profesional
> Info Haji Terupdate
> Pelayanan Nyaman & Dilayani
> Lengkap Teori, Praktik Haji & Umroh & Senam Sehat
WA : 08161191890


YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
08161191890

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 08161191890 

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”















 

 


Khutbah IDUL FITRI 2025/1446 (edisi 175) Tema  :  “IDUL FITRI : MERAJUT TALI SILATURRAHIM YANG TERPUTUS”

Khutbah IDUL FITRI 2025/1446 (edisi 175) Tema : “IDUL FITRI : MERAJUT TALI SILATURRAHIM YANG TERPUTUS”

 

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah IDUL FITRI 2025/1446 (edisi 175) Tema  :

“IDUL FITRI : MERAJUT TALI SILATURRAHIM YANG TERPUTUS”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ AL-FALAH Pondok Ungun Permai Bahagia, Babelan Bekasi. Senin, 31 Maret 2025 M/01 Syawwal 1446 H. 

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا ِلإِتْمَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَأَعَانَناَ عَلىَ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَجَعَلَنَا خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ للِنَّاسِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

 

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله. اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Marilah kita bersyukur kepada Allah swt atas nikmat islam dan iman serta kenikmatan sehat wal afiyat hingga mampu telah melaksanakan kewajiban puasa di bulan Ramadhan dengan sempurna dan pada hari ini akhirnya Allah beri kesempatan kita berjumpa di hari idul fitri semoga semua amal ibadah kita diterima Allah swt dan hari ini juga menjadi hari kemenangan untuk kita semua di hari yang sangat diagungkan Allah swt dan Nabi Muhammad saw sebagai hadiah termahal dari Allah swt untuk hambaNya yang taat menjalankan perintahNya selama satu bulan penuh.


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Setelah satu bulan penuh kita bermujahadah, bersungguh-sungguh, berusaha keras mengeratkan hubungan kita dengan Allah swt (حبل من الله), maka sampailah saatnya kini kita memperbaiki hubungan dengan diantara kita (حبل من الناس), karena hakekat idul fitri adalah ridho Allah, kita mendapatkan keridhoan dan kerelaan Allah swt, lebaran itu bukan hanya dengan makanan serba enak ataupun baju-baju yang serba baru akan tetapi hahekat lebaran adalah apabila hari ini Allah kabulkan semua amal ibadah kita dan Allah ridho kepada kita semua.


Imam Ali karromallahuwajha memberi makna idul fitri yang berbeda dengan kita, ketika ditanya kapan ied, kapan ied beliau berkata,

فَقَالَ الإِمَامُ عَلِيٌّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: اِعْلَمْ يَا أَخِي، أَنَّ العِيدَ لِمَنْ قَبِلَ اللهُ صَوْمَهُ، وَغَفَرَ ذَنْبَهُ، ثُمَّ قَالَ لَهُ: اليَوْمُ لَنَا عِيدٌ، وَغَدًا لَنَا عِيدٌ، وَكُلُّ يَوْمٍ لَا نَعْصِي اللهَ فِيهِ فَهُوَ عِنْدَنَا عِيدٌ

Ketahuilah wahai saudaraku.. : “Sesungguhnya hari raya itu bagi orang yang diterima puasanya dan diampuni dosanya oleh Allah swt. Hari ini hari raya bagi kami, esok juga hari raya bagi kami dan setiap hari saat kami tidak bermaksiat kepada Allah swt dihari tersebut maka itu adalah hari raya bagi kami.”

Sebuah ungkapan menarik dari Abu Yazid,

لَيْسَ اْلعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ اْلجَدِيْدَ, وَلاَ لِمَنْ اَكَلَ اْلقَدِيْدَ, وَلَكِنَّ اْلعِيْدُ لِمَنْ طَاعَتُهُ تَزِيْدُ, وَخَافَ اْلوَعِيْدَ

“Hari raya itu bukanlah orang berbaju baru dan bukan orang yang makan dendeng yang enak, tetapi orang yang beridul fitri adalah bagi siapa saja yang bertambah ketaatannya dan bertambah rasa takutnya”.


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Di hari raya ini ada 2 hadits yang sangat penting untuk kita jadikan pembelajaran agar kesucian dan kemenangan selalu melekat dalam sanubari kita, adalah :

Pertama, Beriman Kunci Utama Masuk Surga. Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda,

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “لاَ تَدْخُلُوا الجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman”.

Iman adalah kepercayaan atas wujud adanya Allah swt merupakan kunci kita menggapai ridho dan surga, tidak akan masuk surga tanpa iman. Begitu juga tidak disebut beriman yang sempurna sampai betul-betul saling mencintai antar sesama.

وَلا تُؤْمِنُوا حَتىَّ تحَابُّوا،

“Dan kalian tidak disebut beriman sampai kalian saling mencintai.”

Cinta saudara, cinta kerabat, cinta segenap umat baginda Rasulullah saw adalah bentuk dari kesempurnaan keimanan kita kepada Allah swt dan itulah syarat kita memasuki surga, Rasulullah saw bersabda,

أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْئٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحاَبَبْتُمْ؟

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang apabila kalian melakukannya, kalian pasti saling mencintai?” lantas Nabi bersanda,

أَفْشُوا السَّلاَم بَيْنَكُم” رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Sebarkanlah salam (kedamaian dan kasih sayang) di antara kalian.” (HR. Muslim).

Itu adalah kunci agar saling mencintai diantara kita, Nabi saw tidak menyuruh sebarkan berita hoax, kebencian, permusuhan dan berita yang tidak benar jika ingin masuk surga.


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Dimoment hari raya ini kita mesti menggapai ridho Allah, melalu meyebarkan kebaikan bukan menyebarkan fitnah dan namimah (adu domba), seperti saat ini umat islam rentan sekali untuk mudah di adu domba, maka Nabi saw mengatakan لاَ تَدْخُلُوا الجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا “tidak akan pernah engkau masuk surga kecuali beriman”, tidak akan beriman kecuali engkau saling mencintai dan engkau tidak akan saling mencintai sampai engkau tebarkan kebaikan, tebarkan rasa aman, kedamain dan keselamatan jangan tebarkan provokasi, kebohongan kesesatan dan berita yang tidak benar, bukankah Rasulullah saw berpesan,

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seorang (dikatakan) berdosa jika dia menyampaikan seluruh apa yang dia dengar.” (HR. Muslim).

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seorang (dikatakan) berdusta jika dia menyampaikan seluruh apa yang dia dengar.” (HR. Muslim).


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Kedua, Silaturrahim Kunci Masuk Surga. Dari Abdullah bin Salam ra berkata, Rasulullah saw bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ 

“Ketika Nabi Muhammad saw tiba di kota Madinah, orang-orang berduyun-duyun mendatangi beliau. Mereka berkata, ‘Rasul telah tiba!’. Akupun mengikuti kerumunan mereka untuk turut melihat. Ketika nampak wajah beliau, aku langsung tahu bahwa wajah beliau bukanlah wajah seorang pendusta. Hal pertama yang aku dengar dari beliau adalah “Wahai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, berikanlah makanan, jalin silaturahim, dan salatlah pada malam hari ketika orang-orang tengah tertidur. Maka kalian semua akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Ahmad, Turmudzi, dan Al-Hakim).


Hari ini adalah hari yang sangat tepat untuk kita saling memberi maaf satu dengan yang lainnya khususnya pada saudara dan kerabat kita, tidak ada kebaikan bagi seseorang yang memutus silaturrahim, maka dari itu, jika ada renggang hubungan antara kita dengan kerabat, di hari inilah saatnya kita memberi maaf dan meminta maaf, dalam al-quran Allah swt tidak ada satu ayatpun yang memerintahkan kita minta maaf tapi semua ayat mengatakan ‘berikan maaf’.

فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ ۝٤٠

“Siapa yang memaafkan dan berbuat baik (damai) (kepada orang yang berbuat jahat), maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS. Asy-Syura : 40).

وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ۝١٣٤

“dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali 'Imran : 134).

Selalu yang dipuji Allah adalah yang memaafkan. Dari itu mari saatnya di hari fitri ini kita untuk menjalin silaturrahim antar kerabat kita khususnya segenap hamba Allah swt, Rasulullah saw bersabda

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنْ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

“Bukanlah orang yang menyambung shilaturrahim (dengan sempurna) adalah (karena) membalas (kebaikan keluarga/kerabatnya), akan tetapi orang yang menyambung shilaturrahim adalah orang yang jika diputuskan hubungan shilaturrahim dengannya maka dia (justru) menyambungnya.” (HR. Bukhori).


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Syekh Qosim ‘Asyur dalam kitab Jawahir Qur’aniyah, halaman 362. Menceritakan bahwa Sayyidina Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abi Tholib ibunya fathimatuzzahroh binti Rasulullah saw, suatu ketika beliau memberi wasiat kapad anak-anaknya sambil berkata,

“Hati-hati wahai anak-anakku, jangan sekali-sekali engkau berteman dengan orang-orang putus silasiturrahim, (beliau tidak bisa membayangkan dosa orang yang putus silaturrahimnya) namun beliau wasiatkan agar kita tidak berteman dengan orang yang memutuskan silaturrahim, Imam Ali berkata,

فَإِنِّيْ وَجَدْتُهُ ‌مَلْعُونًا فِي الْقُرْآنِ فِي ثَلَاثَةِ مَوَاضِعَ

“Karena aku dapati ada 3 ayat dalam al-quran yang jelas-jelas melaknat orang yang memutuskan silaturrahim”.

فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُمْ ۝٢٢

“Apakah seandainya berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaanmu?.” (QS. Muhammad : 22).

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فَاَصَمَّهُمْ وَاَعْمٰٓى اَبْصَارَهُمْ ۝٢٣

“Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Lalu, Dia menulikan (pendengaran) dan membutakan penglihatan mereka.” (QS. Muhammad : 23).

الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ ۝٢٧

“(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan (silaturahmi), dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Baqarah : 27).

وَالَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْ ۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۙ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوْۤءُ الدَّارِ ۝٢٥

“Orang-orang yang melanggar perjanjian (dengan) Allah setelah diteguhkan, memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan (seperti silaturahmi), dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itulah orang-orang yang mendapat laknat dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam).” (QS. Ar-Ra'd : 25).


Maka itu Rasulullah saw senantiasa memerintahkan kepada kita untuk jangan sampai kita memutuskan silaturrahim, hari inilah yang tepat kiranya kita sambung kembali silaturrahim yang telah terputus diantara kita. Bahkan Nabi saw memberikan keuntungan kepada orang-orang yang senantiasa menjalin silaturrahim,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ، وَيُوَسَّعَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُدْفَعَ عَنْهُ مِيتَةُ السُّوءِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa yg ingin umurnya panjang dan berkah, rezekinya luas, meninggal dunia husnul khotimah, maka hendaklah bertqwalah kepad Allah dan sambunglah silaturrahim” (HR. al-Hakim).


Mafhum mukholafahnya adalah barangsiapa yang ingin umurnya pendek alias cepet mati atau umurnya tidak berkah, barangsiapa yang ingin rezekinya sempit, tidak berkah dan ingin mati su’ul khotimah maka putuskanlah silaturrahmi diantara kalian.

Maka dari itu benar-benar kita renungkan akibat putus dari silaturrahim, kalau hanya gara-gara urusan dunia bagi-bagi warisan, berapa milyar dibanding dengan laknat Allah yang sangat berat, berapa untungnya warisan dibanding murkanya Allah. Jelas-jelas Nabi saw mengatakan berdosa bagi orang yang memutuskan tali silaturahim tidak akan merasakan indahnya surga.

عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ قَالَ إِنَّ جُبَيْرَ بْنَ مُطْعِمٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ رَحْمٍ. رواه البخاري ، ومسلم ، وأبو داود ، الترمذي

Dari Jubair bin Muth’im ra. dari Rasulullah saw. Bersabda, “Tidak masuk surga pemutus silaturrahim.” (Bukhari Muslim).

إِنَّ الرَّحْمَةَ لَا تَنْزِلُ عَلَى قَوْمٍ فِيهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ

“Rahmat Allah tidak akan turun pada sekelompok kaum yang memutuskan silaturrahim”. Bahkan lebih seram lagi ancaman Nabi saw,

قَاطِعُ الرَّحِمِ مَلْعُونٌ وَلَوْ مَاتَ فِي جَوْفِ الكَعْبَةِ

“orang yng memutuskan silaturrahim dengan kerabatnya dilaknat, dimurkai Allah, diusir dari rahmat Allah walaupun matinya ditengah-tengah ka’bah” (HR. Imam Al Qudo’I).

Jangankan mati di masjid atau majlis taklim sekalipun mati ditengah ka’bah namun memutuskan  silaturrahim maka tetap dimurkai dan dilaknat Allah swt, dan kita tidak ada yang tahu matinya bagaimana, seperti apa dan dimana? Apakah masih berani untuk memutuskan silaturrahim dengan sanak kerabat.?


اَللهُ أَكْبَرُ ×٣، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Mari niatkan mulai saat ini untuk menurunkan ego kita, menginjak hawa nafsu kita untuk meminta maaf karena orang yang meminnta maaf itu jauh lebih mulia daripada orang yang didatangin, jangan malu meminta maaf, mulailah dengan komunikasi wa, telepon untuk minta maaf, jangan malu karena engkau lebih mulia, engkau mampu mengendalikan hawa nafsumu dan egomu.

Bahkan na’udzubillah kalau sampai orang itu tidak memberi maaf, Imam Syafi’i mengatakan “Kalau udah ada orang dimintain maaf namun tidak mau memberi maaf maka orang itu hakekatnya adalah setan yang dilaknat Allah swt” karena kotor dan sombong hatinya. Sempurnakan nilai Ramadhan kita kali ini agar  kita termasuk orang-orang yang minal faizin wal maqbulin.

”Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M Mohon Maaf Lahir Batin.”

مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ فِيْ كُلِّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ. جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِيْ زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَاَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ لِيْ وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

KHUTBAH KEDUA

الله أكبر – الله أَكْبَرُ – الله أَكْبَرُ – الله أَكْبَرُ –الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر كَبِيْرًا وَالحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً لاَ إِلَهَ إِلاّاَلله وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاّاَلله وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ المُناَفِقُوْنَ. اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ إِرْغاَماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلَآئِقِ وَالبَشَرِ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحَ الغُرَرِ. أَمَّا بَعْدُ:

 فَيآأَيُّهاَالحاَضِرُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَافْعَلُوْاالخَيْرَ وَاجْتَنِبُوْآ عَنِ السَّيِّآتِ. وَاعْلَمُوْآ أَنَّ الله أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّابِمَلَآئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقاَلَ تعالى مخبرا وامرا إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآأَيُّهاَالَّذِيْنَ آمَنُوْآ صَلُّوْآ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصِحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وأرض اللهم على أربعة الخلفاء الراشدين سيدنا ابي بكر وعمر وعثمان وعلي  وعلى بقية الصحابة التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَارْضَ الله ُعَنَّا وَعَنْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الراَحِمِيْنَ.

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِناَتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعُ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ انْصُرْأُمَّةَ سَيّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهُمَّ انْصُرْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ. وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الدِّيْنَ. وَاجْعَلْ بَلْدَتَناَ إِنْدُوْنِيْسِيَّا هَذِهِ بَلْدَةً تَجْرِيْ فِيْهَا أَحْكاَمُكَ وَسُنَّةُ رَسُوْلِكَ ياَ حَيُّ ياَ قَيُّوْمُ. يآاِلهَناَ وَإِلهَ كُلِّ شَيْئٍ. هَذَا حَالُناَ ياَالله ُلاَيَخْفَى عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنّاَ الغَلآءَ وَالبَلآءَ وَالوَبآءَ وَالفَحْشآءَ وَالمُنْكَرَ وَالبَغْيَ وَالسُّيُوفَ المُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَآئِدَ وَالِمحَنَ ماَ ظَهَرَ مِنْهَا وَماَ بَطَنَ مِنْ بَلَدِناَ هَذاَ خاَصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ المُسْلِمِيْنَ عاَمَّةً ياَ رَبَّ العَالمَيِنَ

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِاْلحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ اْلفَاتِحِيْنَ. رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهىَ عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

uanuan


Telah HADIR KBIHU Wafizs Al-Amin Centre (KBIHU WAC), SIIAP MEMBERANGKATKAN JAMAAH HAJI REGULER 2025.
Kenapa Memilih Haji Reguler bersama KBIHU WAC, Karena KBIHU WAC Itu :
#Nyaman
#Dilayani
#Pembimbing Profesional
CP : 08161191890

7 KEUNGGULAN HAJI & UMROH bersama KBIHU Wafizs Al-Amin Centre Itu :
1. Dibimbing Langsung oleh Ustadz Adjie Nung  (UAN) Pim. Wafizs Al-Amin Center Bekasi. 
2. Umrohnya 7 Kali Umroh saat Musim Haji dan 4 kali Umroh saat musim Umroh dengan 4 Tempat Miqot (Tan'im, Ji'ronah, Hudaibiyah & Thoif Qornul Manazil) 
3. Nyaman, Dilayani & Pembimbing Profesional
4. Fasilitas Umroh Hotel *5 & Transportasi Bis Full Wifi
5. Sholat Qiamullail Berjamaah & Khotmul Qur'an
6. Bermalam 1 Malam Untuk Paket Umroh di Hotel Jeddah Sebelum go to Makkah
7. Jamaah Wanita Dibimbing Langsung Pembimbing Wanita oleh Ustadzh Hj. Uswatun Hasanah, S.Pd. I


UMROH HEMAT 09 Hari Tahun 2024
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi
By Scoot Air

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
Ahad, 06 Oktober 2024
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
Rabu, 14 Oktober 2024
By Pesawat Scoot Air
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Center & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @wafizscenter & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”


KABAR GEMBIRA...
Bagi Anda Yang Ingin BERANGKAT HAJI REGULER di Tahun 2025
SILAHKAN BERGABUNG....
Bimbingan Manasik Reguler
Dibimbing Langsung Oleh : Ustadz H.Nur Anwar Amin,Lc Pimpinan Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Bisa BERGABUNG Bagi Anda Yang :
- Porsi Hajinya di tahun 2025
- Porsi Haji Kabupaten & Kota Bekasi
- Porsi Haji Mandiri
- Belum terdaftar di KBIHU Manapun
- Sudah terdaftar di KBIHU namun ingin Bimbingan Manasik Haji
- Rencana mau BADAL HAJI
- Rencana Mau Ibadah Umroh

JOIN US :
> Pembimbing Profesional
> Info Haji Terupdate
> Pelayanan Nyaman & Dilayani
> Lengkap Teori, Praktik Haji & Umroh
WA : 08161191890



YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
0857-7814-1993
08161191890


UMROH AWAL MUSIM 11 Hari Tahun 2024
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi
By Pesawat Saudia Airlines (SV 827)

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
Ahad, 14 Juli 2024
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah (11 Maret 2024) 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
Rabu, 24 Juli 2024
By Pesawat Saudia Airlines (SV 816) 
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Center & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @wafizscenter & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”