Khutbah Jumat (Edisi 116) Tema : “IBUMU KERAMAT DUNIA”

Khutbah Jumat (Edisi 116) Tema : “IBUMU KERAMAT DUNIA”

 

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 116) Tema  :

“IBUMU KERAMAT DUNIA”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ AL-ITTIHAD Penggilingan Tengah Kebalen Kab. Bekasi. Jumat, 28 Juli 2023 M/10 Muharram 1445 H. 


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Memiliki kedua orang tua yang utuh adalah anugerah yang sangat tinggi karena dari sisinyalah kita akan memperoleh surga atau neraka, jika berbakti sekuat tenaga kita, memuliakan lebih dari segalanya, menghormati, melayani, membuat mereka bahagia, bisa tersenyum, bisa tertawa dan memperioritaskan dari apapun maka pintu surga dan ridho Allah akan terbuka lebar, namun jika sebaliknya, menghardiknya, menyakiti, tidak menghormati, sering membuatnya jengkel, marah, kesel dan tidak menyayanginya maka pintu neraka dan murka Allah akan terbuka lebar dan bahkan bisa menyebabkan keluar dari mulutnya sumpah serapah dan doa yang buruk akan terlontar darinya.


Banyak diluaran sana orang yang menyakiti kedua orang tuanya, mengusirnya, bahkan memasukkan mereka dalam panti jompo karena tidak mau merawat mereka yang sudah sepuh, sungguh durhaka anak yang seperti ini, mereka lupa berasal dari rahim ibunya, ibu yang mengandung, menyusui, darah dagingnya tumbuh dari air susunya, sejak kecil dirawat penuh kasih sayang yang tidak pernah pudar, doa-doanya mustajab dikabulkan tanpa hijab. Dari Abu Hurairah, Nabi saw bersabda,

رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.” (HR. Muslim).


Sayangi kedua orang tua kita terutama ibu, lebih sayang dari siapapun, patuhi titah orang tua kita lebih patuh dari siapapun dan mintalah doa kepada orang tua setiap saat dan setiap langkah karena dari mulut mereka terkabulnya segala doa, mintalah ridhonya karena disitu terletak ridho Allah swt.


Al-Quran Memuliakan Kedudukan Orang Tua.

Al-quran begitu sangat memuliakan dan mengagungkan kedudukan orang tua terutama Ibu. Perhatikan nasehat Luqman mengandengkan tentang penyembahan hanya kepada Allah swt dengan berbakti kepada orang tua menjadi point terpenting.

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13) وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (14)

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 13-14).


Bergandengan berbakti pada orang tua dengan mentauhidkan Allah swt dan larangan berbuat syirik. Ini semua menunjukkan agungnya amalan tersebut.

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.” (QS. An Nisa’: 36),


Begitu juga dalam ayat ini Allah melukiskan perjuangan seorang ibu sampai kita harus berbakti maksimal kepadanya, jangan sedikitpun disakitinya walau hanya berkata ‘ah’.

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim,” (QS. Al-Ahqaf : 15).


وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS. Al-Isra' Ayat 23).


Ibadah Tertinggi Kedua Setelah Kita Menyebah Allah swt.

Allah swt menggunakan kata اِحْسٰنًاۗ sebagai bentuk wasiat kepada manusia terhadapa anak-anaknya untuk berbakti. Memiliki orang tua itu dalam al-quran dan hadist jangan difahami, jika sudah meninggal dunia berarti sudah tidak punya orang tua, padahal tidak ada istilah mantan orang tua meskipun orang tua sudah wafat. Makanya al-quran menggunakan kata اِحْسٰنًاۗ (berbuat baik) minimal mendoakannya, apalagi saat mereka masih hidup belum bisa banyak berbakti, maka Allah beri peluang berbakti walau orang tua itu sudah tiada.


Perintah berbakti itu وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ langsung dari Allah swt, hal ini menujukan pesan bahwa informasi yang disampaikan Allah itu sangat penting, karena sangat penting maka konsekwensinya berpahala banyak, karena pahalanya banyak maka pengaruhnya adalah bisa mempercepat terkabulnya doa dan bisa mempercepat terampuninya dosa. Karena kata اِحْسٰنًاۗ  itu memiliki 3 arti : baik, diniatkan sebagai ibadah (berbakti kepada orang tua itu ibadah) dan mengandung pahala (hasanah) seperti firman Allah,

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

“Barangsiapa melakukan satu amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al An’am: 160).


Setelah Allah menetapkan kita harus mengabdi dan menghamba kepadaNya lalu peringkat kedua Allah meletakkan berbakti kepada kedua orng tua terutama lagi ibu, disebutkan hadits dari sahabat Abdullah bin Mas’ud ra, berkata :

سَأَلْتُ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم أَىُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ « الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا » . قَالَ ثُمَّ أَىُّ قَالَ « ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ » .قَالَ ثُمَّ أَىّ قَالَ « الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قَالَ حَدَّثَنِى بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِى

“Aku bertanya pada Rasulullah saw, Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?’ Beliau saw menjawab, ‘Shalat pada waktunya’. Lalu aku bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau saw mengatakan, ‘Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.’ Lalu aku mengatakan, ‘Kemudian apa lagi?’ Lalu beliau saw mengatakan, ‘Berjihad di jalan Allah.”

Lalu Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Nabi saw memberitahukan hal-hal tadi kepadaku. Seandainya aku bertanya lagi, pasti beliau akan menambahkan (jawabannya).” (HR. Bukhari dan Muslim).


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah saw dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi saw menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi saw menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi saw menjawab, ‘Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Imam Al-Qurthubi menjelaskan, “Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi saw menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Karena kesulitan seorang ibu lebih berat yaitu melewati masa hamil, kesulitan saat melahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui, hal ini hanya dialami oleh seorang ibu tidak dialami seorang ayah.


Berbakti Kepada Ibu Lebih Baik daripada Berjihad.

ini menunjukan keutamaan seorang ibu yang memiliki keistimewaan dihadapan Allah dan RasulNya, dari sini Nabi berisyarat bagaimana para sahabat untuk berbakti kepada ibundanya dalam keadaan hidup dan meraih pahala lebih baik dari berjihad. Dikisahkan dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash ra, ia berkata,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم يَسْتَأْذِنُهُ فِى الْجِهَادِ فَقَالَ « أَحَىٌّ وَالِدَاكَ » قَالَ نَعَمْ. قَالَ « فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ»

“Ada seseorang yang mendatangi Nabi saw, ia ingin meminta izin untuk berjihad. Nabi saw lantas bertanya, ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Ia jawab, ‘Iya masih.’ Nabi saw pun bersabda, ‘Berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya.” (HR. Muslim). Dalam riwayat Muslim lainnya disebutkan,

فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُمَا

“Kembalilah kepada kedua orang tuamu, berbuat baiklah kepada keduanya.” (HR. Muslim).


Pada Riwayat lain Nabi memanggil anak muda ini lalu berkata kepadanya : “Pulanglah Kembali kepada ibumu, buat dia tertawa sebagaiman engkau telah membuatnya menangis”.

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : جئْتُ أبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ، وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ، فَقَالَ : (اِرْخِعْ عَلَيْهِمَا؛ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا)

“Seseorang datang kepada Rasulullah saw dan berkata, “Aku akan berbai’at kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis.” Rasulullah saw bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim).


Para ulama mengomentari bahwa kedudukn seorang ibu sampai berbakti kepadanya dalam keadaan hidupnya, membahagiakannya, memuliakannya itu diutamakan bahkkan melebihi jihad dalam medan perang.


Bukti kejeniusan Ibnu Abbas  ketika didatangi oleh seseorang dimasa beliau menjdi mufti, seorang itu bertanya :  “aku punya persoalan, aku punya maksiat yang cukup tinggi yang aku kerjakan, bagaiman cara bertaubat kepada Allah swt, Ibnu Abbas berkata : Egkau masih punya ibu? Ia aku masih punya ibu, kata Ibnu Abbas : pergilah engkau pulang kemudian layani ibumu, bahagiakan ibumu dan berbuat baiklah kapadanya. Orng ini bertanya, kenapa engkau berfatwa demikian? engkau tidak menyuruh aku maksimalkan sholat, maksimalkan shodaqoh tapi yang diutaman berbakti ke ibu, Ibnu Abbas berkata : saya tidak melihat yang lebih utama utukmu saat ini kecuali yang itu. Senada dengan firman Allah swt.

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS. Al-Isra' Ayat 23).


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله  

Teruslah berbakti kepada kedua orang tua mumpung kita masih Allah beri kesempatan ini, berbakti kepadanya bisa dilakukan bukan hanya orang tua masih hidup namun saat mereka sudah wafatpun masih dianjurkan Allah dan RasulNya untuk berbakti kepadanya karena keberadaan mereka adalah keramat dunia, ridho mereka mampu membuka ridho Ilahi dan kebahagian dunia akhirat.  Pesan penting dari Anas bin Malik ra, Nabi saw bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Siapa yang suka untuk dipanjangkan umur dan ditambahkan rizki, maka berbaktilah pada orang tua dan sambunglah tali silaturahmi (dengan kerabat).” (HR. Ahmad).

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم

uanuan

Tulisan ini saya persembahkan untuk orang tua saya (karena sangat dekat beliau sudah seperti orang tua sendiri) almarhumah Hj. Nawiroh Binti H.Nawir telah berpulang kerahmatulloh pada hari kamis, 20 Juli 2023. beliau sudah saya anggap orang tua sendiri, sangat deket dengan saya, sangat sayang dengan saya dan keluarga saya, klo setiap lebaran saya selalu mendapatkan kiriman kue buatannya, beliau klo lagi masak yang saya suka selalu disuruh datang kerumahnya dan makan dirumahnya bahkan tak jarang sering dibungkusin juga, apalagi saat saya sakit, beliau pengen banget jenguk ke Rumah Sakit dan berjanji mau masakin saya sayur gabus kuning biar pasca operasi penyakit saya cepet sembuh. beliau orang yang sangat baik, pemurah, sering menolong orang, selalu menebar senyum.

Yang membuat saya sangat kehilangan, beliau klo mau pergi umroh pilihannya hanya satu yaitu ikut ke saya bahkan dalam waktu dekat beliau sudah berniat lagi untuk berumroh sekeluarga, ingin banget menghabiskan disisa usianya hanya tuk beribadah ke Baitullah. dan saya yakin banget beliau min ahlil jannah dan husnul khotimah. amiiiin ya Allah

Wafizs Al-Amin Center

“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”


 UMROH Yuuuk di Oktober 2023
No Transit by Saudia Airlines
KEUNGGULANNYA :
- Paket 10 Hari dg 4 Kali Umroh
- Free Perlengkapan Umroh
- Free City Tour THOIF
- By Saudia Airlines
- Berangkat 28 Oktober s/d 6 Nopember 2023
- Nyaman, Dilayani & Pembimbing Profesional. 
Minaaat...? WA aja 08161191890
Instagram @adjienung @wafizscenter
YouTube Nur Anwar Amin
 

Yuuuk UMROH AWAL Tahun 2024
Sambil Ibadah Plus Dapat Berlibur Mancanegara
#Keunggulannya :
- Paket 11 Hari dg 4 Kali Umroh
- Free Perlengkapan Umroh
- Free City Tour THOIF
- Free 1 Malam di Hotel Srilanka
- Free City Tour di Colombo
- By Srilanka Air
- Berangkat 04-14 Januari 2024
- #Nyaman #Dilayani #PembimbingProfesional
Minaaat...? WA aja 08161191890
Instagram @adjienung @wafizscenter
YouTube Nur Anwar Amin 


Yuuuk SILAKAN SEGERA DAFTAR UMROH, Berangkat 04-14 Agustus 2023 Hanya di Kantor Yayasan Wafizs Al-Amin Center Jl. Gudang Bin Ali no.73 Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi 17612 WA :  +628161191890 atau Klik lnfo Lengakapnya di nuranwaramin.com. (1 hari di Jeddah, 4 hari di Makkah, 3 hari di Madinah dan PP 2 hari)

Follow US : IG @adjienung, Facebook adjie nung, YouTube : Nur Anwar Amin dan IG @wafizscenter

Motto :

Nyaman, Dilayani & Pembimbing Profesional

“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”

YUUUK  BERWAKAF Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi Sedang Pembebasan Tanah Wakaf Untuk Pembangunan Masjid dan Majlis Taklim, Yang Berminat SEGERA BERWAKAF, Catet Nomor Rekening Yayasan  7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center