Khutbah Jumat (Edisi 144) Tema : “ZAKAT : Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa”

Khutbah Jumat (Edisi 144) Tema : “ZAKAT : Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa”

 

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 144) Tema  :

“ZAKAT : Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ ARROHMAH Kp. Irian Kota Bekasi. Jumat, 29 Maret 2024 M/18 Ramadhan 1445 H. 


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Kesempatan hidup hanya datang sekali tidak bisa berulang, hari ini kita masih bisa berkatifitas, bekerja dan melakukan berbagai amaliah sehari-hari namun belum tentu esok kita sudah dijemput malaikat Izroil, karena itu yang sekali datang bikin amal yang betul-betul berkualitas. Dalam al-quran Allah swt berfirman,

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَۗ فَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ ۝١٨

“Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah : 18).


Ayat ini sangat popular sekali bagaimana memakmurkan masjid, ternyata Allah swt dalam konteks kita hidup ini membedakan antara umur dan usia. Usia adalah  dari mulai dilahirkan di alam dunia ini sampai sekarang kita berada, baik digunakan untuk maksiat, ketaatan, pahala dan dosa, usia itu terus berjalan dan bertambah. Sementara umur adalah seberapa besar kita bisa memanfaatkan usia untuk kebaikan dan melakukan amal sholeh.


Bertemu dengan bulan Ramadhan ini dalam rangka makmurkan disisa usia kita dengan amal-amal sholeh agar Allah swt memberikan bekal sebanyak-sebanyaknya untuk pulang ke kampung akhirat, memakmurkan usia dengan sholat, puasa, tilawah al-quran, zakat, infaq, sedekah dan lain sebagainya.


Rasulullah saw adalah sosok suritauladan yang paling dermawan, terutama lagi beliau tambah dermawan saat di bulan Ramadhan, Dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi saw adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul saw adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Maka dari itu jika berbicra zakat, infaq dan sedekah lihat pesan Nabi saw didalam  hadits ini dari Abu Hurairah ra,

 يُصبِحُ العِبادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلانِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

"Setiap pagi, dua malaikat turun mendampingi seorang hamba. Yang satu mendoakan : Wahai, Tuhan! Berikanlah ganti rugi bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya. Dan yang satu lagi berkata : Wahai, Tuhan! Musnahkanlah harta si bakhil." (HR. Muttafaq Alaih).


Sunah bersedekah saat menuju masjid sebelum sholat shubuh dan dapatkan do’a malaikat ini karena menyedekahkan hartanya sebelum sholat shubuh itu lebih afdhol, semua itu akan Allah ganti. Namun sebaliknya, Allah swt akan memusnahkan bagi orang yang hari ini bakhil, tidak mau mengeluarkan sedekahnya karena saking pelitnya jangankan pahalanya diminta, dosanya pun tidak akan diberikan.


Allah perintahkan hidup itu harus seimbang, memiliki hubungan vertikal  (حبل من الله) kepada Allah swt dan horizontal (حبل من الناس) antar sesama manusia, sholat yang Allah perintahkan itu menghubungkan kita langsung kepada Allah swt sementara zakat, infaq dan sedekah menghubungkan kita dengan manusia lainnya. Tidak bisa, hidup seseorang angkat tangan berdoa ke langit minta rezeki lalu Allah berikan, sementara tetangga sebelah lagi susah dan tidak peduli sehingga hidupnya menjadi miring, padahal disebutkan dalam al-quran berulangkali sebanyak 32 kali perintah sholat dan perintah zakat itu selalu beriringan dan berdampingan. Diantaranya :

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan janganlah kalian campur adukkan yang hak dengan yang batil, dan janganlah kalian sembunyikan yang hak itu, sedangkan kalian mengetahui. Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah : 42-43).

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ۝١١٠

Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu akan kamu dapatkan (pahalanya) di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah : 110).

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ ۝٥

“Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istikamah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al-Bayyinah : 5).


Sebagai seorang muslim yang baik senantiasa memposisikan dirinya secara beriringan antara ibadah individu dan ibadah sosial karena kata Ibnu Katsir rahimahullah : shalat adalah ibadah badan yang paling mulia. Sedangkan zakat adalah bentuk berbuat ihsan (kebaikan) kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan. Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 624.


Jika perintah Allah disebutkan berulang kali pertanda perintah itu sangat penting, berpahala besar, jangan sampai lupa dan ditinggalkan karena di akhir jaman ini banyak orang lupa untuk menunaikan zakatnya dan Allah selalu mengulang-ulang perintah sholat dan zakat agar manusia tidak lupa dan lalai karena hisab yang paling lama di akhirat itu adalah hisab harta. Dari Abu Barzah Al-Aslami ra, Nabi saw bersabda,

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya untuk apa digunakannya.” (HR. Tirmidzi).


Makanya dalam al-quran ayat-ayat zakat itu lebih banyak Allah simpan dalam suroh at-taubah supaya sebelum meninggal dunia ini bertaubat terlebih dahulu tentang harta dan Allah terus mengingatkan lagi jangan sampai lupa berzakat, infaq dan sedekahnya agar saat kembali menghadap Allah swt benar-benar bersih.

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ۝١٠٣

“Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah : 103).


Secara bahasa zakat itu adalah :

Pertama, الطهارة (Suci), harta yang dikeluarkan zakat, infaq, sedekahnya akan menjadi harta yang suci, jika kita makan, keluarga kita makan dari harta yang bersih sangat berpeluang untuk bisa masuk dalam surga karena surga itu hanya menerima orang-orang yang bersih.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً،

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib).” (HR. Muslim).


Zakat itu mensucikan, membersihkan dan bikin tenang. Allah swt berfirman

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ۝١٠٣

“Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah : 103).

Pembersihan harta disini karena masih terdapat hak orang lain didalamnya. Fiman Allah swt.

وَفِىۡۤ اَمۡوَالِهِمۡ حَقٌّ لِّلسَّآٮِٕلِ وَالۡمَحۡرُوۡمِ

“Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.” (QS. Az-Zariyat Ayat 19).


Karena banyak orang yang menimbun harta kekayaannya hanya untuk dirinya sendri, maka orang ini akan mendapatkan azab yang pedih. Firman allah swt

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنَّ كَثِيۡرًا مِّنَ الۡاَحۡبَارِ وَالرُّهۡبَانِ لَيَاۡكُلُوۡنَ اَمۡوَالَ النَّاسِ بِالۡبَاطِلِ وَيَصُدُّوۡنَ عَنۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ‌ؕ وَالَّذِيۡنَ يَكۡنِزُوۡنَ الذَّهَبَ وَالۡفِضَّةَ وَلَا يُنۡفِقُوۡنَهَا فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِۙ فَبَشِّرۡهُمۡ بِعَذَابٍ اَلِيۡمٍۙ

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.” (QS. At-Taubah Ayat 34).


يَّوْمَ يُحْمٰى عَلَيْهَا فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْۗ هٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ ۝٣٥

“Pada hari ketika (emas dan perak) itu dipanaskan dalam neraka Jahanam lalu disetrikakan (pada) dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan), “Inilah apa (harta) yang dahulu kamu simpan untuk dirimu sendiri (tidak diinfakkan). Maka, rasakanlah (akibat dari) apa yang selama ini kamu simpan.” (QS. At-Taubah : 35).


Kedua, النماء والزيادة (Berkembang dan Bertambah).

Harta yang dikeluarkan untuk zakat, infaq sedekah bukan malah berkurang tapi terus akan bertambah. Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim).

Bahkan Allah swt sudah janjikan dalam al-quran akan menggantinya dengan yang baik. Firman Allah swt.

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).

Begitu juga riwayat dari Asma’ binti Abi Bakr, Rasulullah saw bersabda padaku,

لاَ تُوكِي فَيُوكى عَلَيْكِ

“Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rizki untukmu.”

Dalam riwayat lain disebutkan,

أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ

“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.” (HR. Bukhori Muslim).

Sehingga Nabi saw pernah menyemangati Bilal untuk bersedekah,

أَنْفِقْ بِلاَل ! وَ لاَ تَخْشَ مِنْ ذِيْ العَرْشِ إِقْلاَلاً

“Berinfaklah wahai Bilal! Janganlah takut hartamu itu berkurang karena ada Allah yang memiliki ‘Arsy (Yang Maha Mencukupi).” (HR. Al-Bazzar dan Ath-Thabrani dalam Al-Kabir).


Ketiga, البركة (Berkah), Imam Nawawi rahimahullah berkata :

البَرَكة: هي ثبوتُ الخير ودوامه، أو كثرةُ الخير وزيادته، أو هما معاً

“Keberkahan itu adalah tetap dan berkesinambungannya kebaikan, banyaknya dan bertambahnya kebaikan atau keduanya bersamaan”

Berkah menurut Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah :

البركة حقيقتها الثبوت واللزوم والاستقرار

“Albarakah hakikatnya adalah tetap, mesti dan stabil.”

Jika seseorang yang ingin memiliki harta yang utuh, tetap bahkan terus berkembang, bisa mencukupi kebutuhan hidupnya, keluarganya dan bisa bersedekah maka hartanya itu penuh dengan keberkahan.


Ada 5 Point Yang Harus Diketahui :

(1). Zakat itu kewajiban bagi yang cukup nishob dan haul (setahun), dengan pajak saja kita patuh yang urusan dunia, apalagi dengan zakat urusan akhirat harus lebih patuh, dimana hisab harta itu prosesnya panjang dan lama. Allah swt ingatkan dengan sedekah itu akan meringankan sakaratul maut.

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ ۝١٠

“Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antaramu. Dia lalu berkata (sambil menyesal), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)-ku sedikit waktu lagi, aku akan dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang saleh.”  (Al-Munafiqun : 10).


Ayat ini sangat jelas bahwa orang pada saat sakaratul maut itu yang diminta atau ditunda kematiannya bukan untuk sholat tahajjud, bukan untuk perga haji, bukan untuk qiyamullail, tapi orang itu berdoa kepada Allah swt hanya ingin bersedekah sebntar saja di dunia, yang diminta hanya sedekah, terkadang banyak orang kaya sudah masuk ruang ICU, sudah mau sakaratul maut baru dia mencari anak-anak yatim dan orang miskin untuk bersedekah.


(2). Orang yang rajin sedekah, infaq dan tidak pernah lupa dengan kewajiban zakatnya, nanti di akhirat Allah swt sediakan pintu khusus bagi para dermawan. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah saw bersabda,

مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ نُودِىَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللَّهِ ، هَذَا خَيْرٌ . فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ

“Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”


(3). Hisab harta adalah yang paling berat yang akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah swt, karena harta itu dari mana didapat dan untuk apa saja digunakan.


(4). Orang yang menunaikan zakat, infaq sedekahnya maka Allah jamin akan mensucikan tiga hal : Allah sucikan hartanya, Allah sucikan jiwanya, (orang sering zakat dia tahu mana harta miliknya dan mana yang bukan haknya) dan Allah sucikan perilakunya. seperti guru yang rajin zakat akan nampak berkahnya, pedagang yang rajin zakat kelihatan usahanya itu berkah berkembang, dia tau mana timbangan yang benar dan yang dikurangi, begitu juga semua profesi.

(5). Zakat itu ada dua macam : zakat fitah dan zakat mal. Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata,

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

“Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Mari kita istiqomah untuk menunaikan zakat ketika ini sudah masuk kewajiban namun jika belum wajib zakat, kita mampunya sedekah, infaq maka perbanyaklah itu, karena ini jalan yang akan menyelamatkan kita , sehingga Allah swt berkahi harta-harta kita, dijauhi dari harta yang haram, supaya anak-anak, keluarga kita menjadi orang yang sholeh dan sholehah. Amiiin ya Robb.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم

uanuan


YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
0857-7814-1993
08161191890




UMROH AWAL MUSIM 11 Hari Tahun 2024
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi
By Pesawat Saudia Airlines (SV 827)

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
Ahad, 14 Juli 2024
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah (11 Maret 2024) 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
Rabu, 24 Juli 2024
By Pesawat Saudia Airlines (SV 816) 
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Center & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @wafizscenter & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”