Khutbah Jumat (Edisi 195) Tema : “2 DZIKIR TERDAHSYAT SEPANJANG RAMADHAN”
khutbah-jumat
Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 195) Tema :
“2 DZIKIR TERDAHSYAT
SEPANJANG RAMADHAN”
Oleh : Nur Anwar
Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie
Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim
Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan
Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs
Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMI’ KHOIRUL UMMAH Kp. Pulo Timaha Kab.
Bekasi Jumat, 27Pebruari 2026 M/09 Ramadhan 1447 H.
مَعَاشِرَ
الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Bulan suci
telah tiba lagi, bersyukur kita berada didalamnya sehinga berpeluang besar
orang-orang yang berjumpa Ramadhan dosanya akan Allah swt hapus, sesuai dengan
nama Ramadhan (رمضان) berasal dari kata ar-ramad
(الرمض) yang berarti panas yang menyengat,
membakar, atau kekeringan. Diharapkan bertemu dengan bulan mulia ini dapat membakar
dosa-dosa manusia melalui ibadah dan amal saleh, sebagaimana matahari membakar
tanah. Begitu juga rasa dahaga tenggorokan yang terasa panas karena menahan
lapar dan haus saat berpuasa dapat membakar kesalahan yang pernah dilakukannya.
Imam Al-Qurthubi rohimahullah berkata,
وقِيلَ: إنَّما سُمِّيَ رَمَضانُ لِأنَّهُ يَرْمِضُ
الذُّنُوبَ، أيْ يَحْرِقُها بِالأعْمالِ الصّالِحَةِ
“Dan
dikatakan: dinamakan Ramadhan karena dia yarmadhu adz-dzunuub ‘melenyapkan
dosa-dosa’ yaitu membakar dosa-dosa tersebut dengan amalan shalih” (Al-Jami’ li
Ahkamil Qur’an).
Jangan
sampai kita sudah berada dibulan Ramadhan, lalu dosa-dosa kita tidak diampuni
Allah swt, maka menjadi orang yang rugi besar dan hina. Rasulullah saw
bersabda,
"رَغِمَ أَنْفُ
عَبْدٍ – أَوْ بَعُدَ – دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ"
"Sungguh
celaka/hina seorang hamba atau jauh (dari rahmat Allah) yang Ramadhan masuk
kepadanya, lalu (Ramadhan) berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum
diampuni" (HR. Ahmad).
Bahkan bukan
hanya tidak diampuni dosanya di bulan Ramadhan pun diluar Ramadhan berpeluang
besar tidak akan mendapatkan ampunanNya. Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
مَنْ لَمْ يُغْفَرْ لَهُ فِي رَمَضَانَ فَلَنْ يُغْفَرَ
لَهُ فِيْمَا سِوَاهُ
“Siapa saja
yang tidak diampuni di bulan Ramadhan, maka sungguh di hari lain (di luar
Ramadhan), ia pun akan sulit diampuni.” (Lathaif
Al-Ma’arif).
Setidaknya
ada dua dzikir terdahsyat yang bisa kita amalkan selama bulan Ramadhan agar betul-betul datangnya bulan suci
ini dapat membakar dosa-dosa kita, baik dosa besar, kecil, dosa baru ataupun
lama sekalipun dosa pernah membunuh orang, menyakiti orang tua, mencuri atau
dosa pernah berzina. Ini amalanya :
Pertama,
Dzikir Dipertengahan Malam.
Sepanjang
siang dan malam Ramadhan semua waktunya mustajab 24 jam selama satu bulan
penuh, diwaktu kapan saja kita berdoa pasti akan Allah ijabah doa-doa yang kita
pinta, terutama lagi dibaca waktu-waktu jeda antara dua salam sholat taraweh
dan doa ini boleh dibaca baik laki-laki dan wanita yang dalam keadaan suci
ataupun yang sedang haidh dan sanad ini langsung dari Nabi saw yang digajarkan kepada
Sayyidah Aisyah.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ
فَاعْفُ عَنِّي
"Ya
Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf.
Oleh karena itu, maafkanlah aku". (HR. Imam
At-Tirmidzi).
Doa ini
memohon agar dosa-dosanya dihapus sampai tidak berbekas dengan bertawassul pada
sifat Allah yang Maha Pemaaf, dibaca secara maksimal tiap malam Ramadhan terutama
lagi selama 10 malam terakhir Ramadhan untuk meraih keberkahan malam Laitul
Qodar yang nilai pahalanya lebih baik dari 1000 bulan setara dengan 83 tahun 4
bulan.
Kedua,
Dzikir di Waktu Sahur.
Dzikir ini
bisa dilakukan siapa saja baik oleh seorang suami setelah qiyamullail dan
seorang istri walaupun sedang haidh atau nifas tapi tetap menyiapkan makan sahur,
perbanyaklah istighfar dan amalan ini dapat dikerjakan saat sahur, itu sesuai
firman Allah swt.
وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ ١٨
“dan pada
akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzariyat : 18).
Istigfar
yang paling singkat dan dapat dibaca berulangkali minimal 100 kali,
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
“Astaghfirullah
(saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung)” (HR. Muslim).
Jika ingin lebih
bagus baca itighfar itu yang lebih panjang lagi,
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا
هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه
“Saya
memohon ampun kepada Allah,dzat yang tiada tuhan selain Dia yang Maha Hidup
lagi Maha Tegak. Aku bertaubat kepadaNya.”
(HR. Tirmidzi).
Atau kalau
pernah berbuat dosa besar dan ingin dimaafkan Allah swt seperti kisah Nabi Musa
AS saat menampar seseorang lalu orang itu meninggal dunia, maka Nabi Musa berdoa,
رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ١٦
“Dia (Musa)
berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka
ampunilah aku.” (QS. Al-Qashash : 16).
Dan doanya langsung
Allah jawab, Allah ampuni,
فَغَفَرَ لَهٗۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ ١٦
“Dia
(Allah) lalu mengampuninya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.” (QS. Al-Qashash : 16).
Atau pernah
berbuat salah meninggalkan keluarga, kurang perhatian pada keluarga, diuji
terus-menerus, pernah berbuat salah pada orang tua, ibu salah ke anak, istri salah
ke suami, sehingga ada ujian yang dialami tidak kunjung selesai, sakit tidak
pernah tuntas, dagang tak pernah laku, pekerjaan tidak dapat-dapat. Coba
silahkan cek, bisa jadi hubungan dengan orang tua yang kurang bagus, hubungan
sama keluarga kurang harmonis. Dzikirnya adalah kisah Nabi Yunus AS ketika dia
pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Allah swt tidak akan
menyulitkannya.
اللهم لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ
كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ ٨٧
“Tidak ada
tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang
zalim.” (QS. Al-Anbiya' : 87).
Doa Nabi
Yunus AS langsung Allah jawab,
فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ
وَكَذٰلِكَ نُـنْجِى الْمُؤْمِنِيْنَ ٨٨
“Kami lalu
mengabulkan (doa)-nya dan Kami menyelamatkannya dari kedukaan. Demikianlah Kami
menyelamatkan orang-orang mukmin.” (QS. Al-Anbiya'
: 88).
Kata Allah
‘Kami selamatkan dia, Kami selesaikan masalahnya’, perhatikan diujung ayatnya
Allah swt berfirman : وَكَذٰلِكَ نُـنْجِى
الْمُؤْمِنِيْنَ (Demikianlah Kami
menyelamatkan orang-orang mukmin).
Ayat ini
turun karena Nabi Yunus menyimpulkan bahwa kaumnya tidak lagi mau taat dan
berlaku baik lalu ditinggalkan kaumnya, padahal kaumnya ingin sadar, ingin jadi
baik, begitu Nabi Yunus pergi kaumnya malah beriman mendekat kepada Allah lalu
ditegurlah Nabi Yunus dan ditelanlah oleh ikan paus.
Point
pentingnya adalah bahwa jika ada orang yang beriman baik laki-laki ataupun
perempuan yang punya masalah serupa, cari kerjaan susah, hidup sulit, rumah
tangga berantakan, anak-anak carut marut, dililit hutang yang tak kunjung usai,
beban ekonomi tak terpecahkan atau bahkan lebih gelap lagi dari yang dialami
oleh Nabi Yunus saat dalam perut ikan, maka baca dzikir ini waktu sahur setelah
qiyamullail seblum sholat shubuh.
Dan yang
paling istimewanya lagi, bagi siapa saja yang bisa melakukan istighfar di waktu
sahur maka statusnya serupa dengan orang yang dapat melakukan empat amalan ini
:
اَلصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالْقٰنِتِيْنَ
وَالْمُنْفِقِيْنَ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ ١٧
“(Juga)
orang-orang yang sabar, benar, taat, dan berinfak, serta memohon ampunan pada
akhir malam.” (QS. Ali 'Imran : 17).
Dan orang yang
rajin istighfar di waktu sahur langsung dipersaksikan Allah, Allah langsung melihatnya,
Allah mengabulkan doanya, Allah menyelesaikan masalahnya, Allah berikan
kelapangan pada hatinya, ditambahkan kesabaran sehingga mudah mengatasi beragam
persoalan, sebesar apapun masalahnya lalu Allah kescilkan dan Allah
menghilangkan kesedihannya dengan kebahagiaan, ada 5 golongan :
A. اَلصّٰبِرِيْنَ (orang sabar saat diuji), Allah tanamkan
kelapangan pada hatinya, dicepatkan solusinya, dibahagiakan hidupnya. Makanya kalau
sedang ada masalah bersabar dahulu karena semua orang pun punya masalah, tidak
ada orang hidup yang tidak punya masalah dan Allah Maha adil, Allah memberikan masalah
kepada orang yang sanggup mengatasinya, jika dikira tidak sanggup maka tidak
akan diuji. Kaedahnya firman Allah swt.
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا
اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ ١٥٦
“(yaitu)
orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa
innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya
hanya kepada-Nya kami akan kembali).” (QS. Al-Baqarah
: 156).
Pribahasanya
kita berterimaksi kepada Allah, Engkau percayakan masalah ini kepadaku bukan
pada yang lain dan Engkau berikan kesanggupan kepadaku untuk menerimanya tidak
pada yang lain karena janjiMU,
اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ
وَرَحْمَةٌۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ ١٥٧
“Mereka
itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah
orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah
: 157).
Orang-orang
yang punya sikap seperti itu dipuji oleh Allah. Rahmat Allah diturunkan
seketika solusi diberikan وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ
الْمُهْتَدُوْنَ sabar, sabar itu bukan diam, sabar itu kesanggupan dan
ketenangan menerima ujian dari Allah disertai keyakinan untuk mendapatkan
solusinya.
B. وَالصّٰدِقِيْنَ (orang-orang yang membenarkan ajaran Allah
dan langsung mudah mengamalkannya). ketika Allah turunkan ayat tahajjud,
langsung ingin mengerjakan tahajjud, Allah turunkan ayat sodaqoh, langsug ingin
bersedekah dan orang seperti ini nilainya sangat tinggi.
C. وَالْقٰنِتِيْنَ (orang yang khusyu beribadah). Sholatnya
khusyu’ semata-mata karena Allah bukan karena manusia, bukan karena sholatnya tapi ia kerjakan karena Allah yang memanggil,
kalau pun Allah tidak meminta maka tidak ia kerjakan.
E. وَالْمُنْفِقِيْنَ
(orang yang senang berinfaq karena Allah), ia punya agenda tiap hari selama sebulan
walau hanya seribu rupiah, tidak dilihat besra kecilnya infaq yang penting
siapkan, seribu rupiah yang ditunaikan karena Allah lebih baik dibandingkan 1 milyar
selalu di update di media sosial.
Namun jika
4 point ini belum bisa dikerjakan maka kerjakan amalan ke 5 karena yang ke 5 ini
mengikat pada 4 point diatas, yaitu,
F. وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ (orang
yang senang dan rajin beristighfar khususnya di waktu sahur). Dahsyatnya istighfar
di waktu sahur, maka lakukan setiap hari agar semua problematika Allah beri
solusinya.
وعنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضِي اللَّه عنْهُما قَال: قالَ
رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: منْ لَزِم الاسْتِغْفَار، جَعَلَ اللَّه لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ
مخْرجًا، ومنْ كُلِّ هَمٍّ فَرجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ رواه أبو
داود
“Barang
siapa membiasakan istighfar niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap
kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang
tidak disangka-sangka”. (HR. Abu Dawud).
بَارَكَ
اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه
مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ
هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم
uanaunuan









