Khutbah JUMAT 2026/1447 (edisi 200) Tema : “Syawal Momentum Terbaik Tuk Silaturrahim ”
khutbah-jumat
Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah JUMAT 2026/1447 (edisi 200) Tema :
“Syawal Momentum Terbaik Tuk Silaturrahim ”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie
Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim
Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama
Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin
Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMI’ AL-AMANAH Perumnas I Kota,
Bekasi. Jumat, 27 Maret 2026 M/07 Syawal 1447 H.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Bersyukur kepada
Allah swt sampai hari ini kita masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan
Syawal, minimalnya ada dua amalan yang sangat baik dan dianjurkan Nabi saw selama
bulan syawal adalah :
Pertama, Puasa
sunah 6 hari bulan Syawal. Pahalanya setara
dengan berpuasa setahun jika digabungkan dengan puasa Ramadhan. Dari Abu Ayyub
Al Anshoriy, beliau saw bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ
شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa
yang telah berpuasa Ramadhan kemudian diiringin berpuasa enam hari di bulan
Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).
Kedua,
Silaturrahim.
Moment yang
sangat utama untuk mempererat hubungan pasca Ramadhan adalah silaturrahmi,
berkunjung keluarga, menyambung kembali tali persaudaraan yang barangkali
pernah terputus lama disebabkan urusan dunia yang sedikit dan sepele dan orang yang
suka dengan silaturrahmi itu banyak keuntungannya :
(1). Memperpanjang
umur dan melapangkan rezeki. Dari Abu
Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ
يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa yang
suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung
silaturrahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ibnu ‘Umar
radhiyallahu ‘anhuma berkata,
مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي
أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ
“Siapa yang
bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan
diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan
mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan).
Carilah
rezeki dengan sering bersilaturrahim, panjangkanlah usia dengan sering bersilaturrahim
maka di bulan Syawal ini adalah hari yang sangat tepat untuk menyambung tali
yang dahulunya pernah putus lama hanya gara-gara urusan dunia, kata Allah swt
قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيْلٌۚ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ
لِّمَنِ اتَّقٰىۗ وَلَا تُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا ٧٧
Katakanlah,
“Kesenangan di dunia ini hanyalah sedikit, sedangkan akhirat itu lebih baik
bagi orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun.” (QS. An-Nisa' : 77).
Dunia itu hanya
kenikmatan sesaat, sangat sedikit, dunia ini akan kita tinggalkan selamanya,
tidak mungkin kita akan hidup lama di dunia ini, esok dunia ini akan kita
tinggalkan, harta berlimpah, rumah mewah, kendaran berharga, jabatan tinggi
semua tidak akan ikut bersama kita saat di alam kubur dan kita akan hidup di
akhirat yang abadi dalam surgaNya Allah swt.
(2).
Ciri-ciri Penghuni Surga. Orang-orang yang mampu
menjalin tali silaturrahim telah dijelaskan dalam al-quran sebagai penduduk
surga,
وَالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ
يُّوْصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُوْنَ سُوْۤءَ الْحِسَابِۗ ٢١
“Orang-orang
yang menghubungkan apa yang Allah perintahkan untuk disambungkan (seperti
silaturahmi), takut kepada Tuhannya, dan takut (pula) pada hisab yang buruk.” (QS. Ar-Ra'd : 21).
Dipenghujung
ayat ini Allah telah tegaskan,
جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ
اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَدْخُلُوْنَ
عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍۚ ٢٣
“(Yaitu)
surga-surga ‘Adn. Mereka memasukinya bersama orang saleh dari leluhur,
pasangan-pasangan, dan keturunan-keturunan mereka, sedangkan malaikat-malaikat
masuk ke tempat mereka dari semua pintu.” (QS
Ar-Ra'd : 23).
Maka
bagaimana mungkin kita akan masuk bersama ibu, kaka, adik dan suadara-saudara
kita kedalam surga sementara di dunia kita tidak berbaikan dan tidak akur,
bagaimana mungkin kita mendapatkan pahala surga yang dijanjikan Allah swt.
سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى
الدَّارِۗ ٢٤
“(Malaikat
berkata,) “Salāmun‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu) karena
kesabaranmu.” (Itulah) sebaik-baiknya tempat kesudahan (surga).” (QS. Ar-Ra'd : 24).
(3). Memaafkan
dan mempererat hubungan.
Orang yang
pemaaf itu lebih mulia daripada yang meminta maaf karena menunjukkan kekuatan
hati, ketakwaan, dan kelapangan dada untuk melepas kezhaliman. Memaafkan itu mendatangkan
kemuliaan dari Allah swt, Siapa yang mudah memaafkan orang lain, maka Allah pun
akan menganugerahkan kemuliaan pada dirinya. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah
saw bersabda,
وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا
“Tidaklah
Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin
memuliakan dirinya.” (HR. Muslim).
Memaafkan
merupakan sifat terpuji dan akhlak mulia yang telah diperintahkan oleh Allah swt.
خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَٰهِلِينَ
“Jadilah engkau pema’af
dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada
orang-orang yang bodoh”. (QS. al-A’raaf : 199).
Jika kita
mudah memaafkan yang lain maka pahalanya ditanggung allah swt.
فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ
“Maka
barang siapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan)
Allah.” (QS. Asy-Syura: 40)
Tugas kita
adalah memaafkan meski sering dihina dan dibuly, Rasulullah saw pernah
memberikan wasiat pada Jabir bin Sulaim,
وَإِنِ امْرُؤٌ
شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ
فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ
“Jika ada
seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui
ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau
ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
Ada kisah budak
dari ‘Ali bin Al-Husain rahimahullah, ketika itu ia menuangkan air pada ‘Ali
untuk persiapan shalat. Tiba-tiba wadah yang digunakan itu jatuh lalu pecah
lantas melukai tuannya (‘Ali). ‘Ali lantas mengangkat kepala dan memandang
budak wanita itu. Budak itu lantas mengatakan, ingatlah Allah berfirman,
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ
“(Ciri-ciri
penghuni surga adalah) orang-orang yang menahan amarahnya.”
‘Ali
berkata, “Aku tidak jadi memarahimu.”
Terus budak
itu membacakan lagi,
وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ
“(Ciri-ciri
penghuni surga adalah) dan mema’afkan (kesalahan) orang.”
‘Ali
berkata, “Saya sudah memaafkanmu.”
Terus budak
itu membacakan lagi,
وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Allah
menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
‘Ali
berkata, “Sekarang engkau bebas (merdeka).”(HR. Al-Baihaqi).
(4). Akhlak
mulia.
Pesan Nabi
saw untuk orang yang suka menjalin silaturrahim, Beliau bersabda,
أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى أَفْضَلِ الْأَخْلَاقِ فِي
الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَتَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ
وَتُعْطِي مَنْ مَنَعَكَ
"Maukah
aku tunjukkan akhlak yang paling mulia di dunia dan akhirat? (Yaitu) engkau
memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung hubungan dengan orang yang
memutuskan silaturahmi denganmu, dan memberi kepada orang yang tidak memberi
kepadamu." (HR. Ibnu Majah,
At-Tirmidzi).
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Namun ingat,
jangan sampai kita termasuk orang-orang yang memutuskan tali silaturrahim, itu
celaka besar :
(1). Tidak akan
masuk surga, karena perbuatam tersebut
termasuk dosa besar. Dari Jubair bin Muth’im ra, Rasulullah saw bersabda
وَعَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ
رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم, لَا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعٌ يَعْنِي:
قَاطِعَ رَحِمٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
“Tidak akan
masuk surga orang yang memutus silaturahim.”
(Muttafaqun ‘alaih).
(2). Hukumannya
Allah segerakan di dunia. Rasulullah saw
bersabda,
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ
لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ
مِنَ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
“Tidak ada
satu dosa yang lebih pantas untuk disegerakan hukuman bagi pelakunya di dunia
bersamaan dengan hukuman yang Allah siapkan baginya di akhirat daripada baghyu
(kezaliman dan berbuat buruk kepada orang lain) dan memutuskan tali kerabat.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad, Tirmidzi dan Abu Dawud).
(3). Sholatnya
ditolak Allah swt. Dari Ibnu Abbas, dari
Rasulullah saw bersabda: "Tiga golongan yang shalatnya tidak akan di
angkat (diterima) meski satu jengkal dari kepalanya, diantaranya adalah
وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ
“Dua bersaudara yang saling bermusuhan (memutuskan
tali persaudaraan)." (HR. Ibnu Majah). Maka
orang tersebut tidak akan mendapatkan ampunan Allah swt, Nabi saw bersabda,
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ
وَيَوْمَ الْخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا،
إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ:
أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا،
أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
"Pintu-pintu
Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka Allah akan mengampuni setiap hamba
yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, kecuali seseorang yang antara
dia dan saudaranya terdapat permusuhan. Maka dikatakan : 'Tundalah (ampunan)
bagi kedua orang ini sampai mereka berdamai, tundalah (ampunan) bagi kedua
orang ini sampai mereka berdamai, tundalah (ampunan) bagi kedua orang ini
sampai mereka berdamai'." (HR.
Muslim).
(4).
Katagori dosa besar. Disbutkan dalam sebuah
hadist, ada seorang laki-laki datang kepada Nabi saw dan dia berkata,
"Wahai
Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki kaum kerabat, aku menyambung hubungan
dengan mereka namun mereka memutuskan hubungan denganku. Aku berbuat baik
kepada mereka, namun mereka berbuat jahat kepadaku. Aku bersikap santun (lemah
lembut) kepada mereka, namun mereka bersikap bodoh (kasar) kepadaku." Maka
Nabi saw bersabda:
فَقَالَ : لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ، فَكَأَنَّمَا
تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ، وَلَا يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللَّهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا
دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ». (رواه مسلم)
"Jika engkau benar seperti apa yang
engkau katakan, maka seolah-olah engkau menyuapi mereka abu panas (yakni mereka
mendapat dosa besar), dan pertolongan Allah akan senantiasa bersamamu melawan
mereka selama engkau tetap melakukan hal tersebut (berbuat baik)." (HR. Muslim).
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Mari jangan
pernah bosan untuk mengisi bulan syawal ini dengan amal sholeh dan
silaturrahmi, bisa jadi ini menjadi syawal terakhir kita berjumpa, dan terus
berdoa moga syawal tahun akan datang kita masih diberi kesempatan tuk bertemu
kembali dalam keadaan taat kepada Allah swt dan RasulNya. amiin
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ
اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم
uanaunuan



.jpeg)








