Khutbah JUMAT (edisi 199) Tema : “MAAFKANLAH AKU”
khutbah-jumat
Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah JUMAT 2026/1447 (edisi 199) Tema :
“MAAFKANLAH AKU”
Oleh : Nur Anwar
Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie
Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim
Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama
Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin
Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMI’ AL-FALAH Pengasinan Kota, Bekasi. Jumat,
20 Maret 2026 M/30 Ramadhan 1447 H.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Dipenghujung Ramadhan doa yang terus diulang dan diulang
adalah doa minta dimaafkan Allah swt. Doa ini diajarkan langsung oleh Nabi saw
pada Aisyah ra agar meraih maaf Allah di malam lailatul qodar.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ
عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي
Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka
memberikan maaf (menghapus kesalahan), karenanya maafkanlah aku (hapuslah
dosa-dosaku).”
Sebanyak apapun dosa dan kesalahan yang pernah kita
lakukan, jangan pernah takut untuk minta dimaafkan Allah karena Allah itu maha
Pemaaf. Mengapa Nabi saw tidak mengajarkan kita agar berdoa kepada Allah untuk
diberikan badan sehat, panjang umur, hati yang itiqomah dalam beribadah, rezeki
yang halal dan barokah serta minta agar diwafatkan dalam keadaan husnul
khotimah, tapi yang kita pinta adalah maaf dari Allah swt.
Minta maaf itu terbagi kepada dua, baik di bulan Ramadhan
ataupun diluar bulan Ramadhan, yaitu : (1). Minta maaf kepada Allah swt (2). Minta
maaf kepada manusia, agar bersih dosa kita kepada Allah dan dosa kita kepada
manusia.
Pertama, Minta Maaf kepada Allah.
Sepanjang bulan Ramadhan yang kita pinta kepada Allah
adalah فاعْفُ عَنِّي maafkanlah
aku ya Allah (hapuslah dosa-dosaku), فاعْفُ عَنِّي maafkanlah aku ya Allah (hapuslah dosa-dosaku) dan فاعْفُ عَنِّي maafkanlah aku ya Allah (hapuslah dosa-dosaku). Dengan wasilah bulan Ramadhan
dosa orang-orang yang berdoa akan Allah hapus dan bersihkan tanpa tersisa.
Para ulama memberikan dua makna rahasia العفو dalam doa yang diajarkan Nabi saw :
Pertama, العفو (maafnya Allah) itu lebih agung dan lebih dahsyat daripada ampunan (maghfiroh)
Allah : karena العفو itu,
(a). Menghapus dosa dan menghilangkan dosa hingga dihapus
bersih seakan tidak pernah ada.
(b). Tidak menghukum seorang hamba karenanya dan tidak
menyisakan bekas sedikit pun.
(c). Diantara para ulama memaknai العفو itu :
Az-Zajjaj : “Allah adalah Dzat yang memaafkan dosa dan
meninggalkan hukuman atasnya.”
Al-Khaththabi : “العفو
adalah memaafkan dosa tanpa membalasnya.”
Al-Halimi : “العفو adalah Allah swt
menggugurkan akibat dosa-dosa hamba-Nya. Bahkan bisa jadi Allah hapus karena
tobat, amal baik yang lebih besar, atau karena syafaat.”
Ibnul Qayyim : العفو
adalah bentuk kasih sayang yang sempurna. Allah bisa saja menghukum, tetapi
memilih untuk tidak melakukannya, bahkan menghapus dosa hingga tak terlihat.
Berbeda dengan kata المغفرة
(mengampuni) itu bermakna :
(1). السِّترُ (menutupi) dosa-dosa kita oleh Allah agar tidak
diperlihatkan dihadapan manusia baik saat di dunia ataupun saat di akhirat.
(2). الْوِقَايَةُ (perlindungan) Allah dari siksa api neraka.
Kalau المغفرة
hanya sekedar ditutupi namun catatan dosa-dosa kita masih tersimpan rapih
sedangkan العفو itu
diselamtkan dari api neraka dan dosa-dosa kita benar-benar dihapus bersih oleh Allah
swt dari buku catatan amal kita, karena sebab itulah Nabi saw mengajarkan kita
untuk selalu membaca doa ini sebanyak-sebanyaknya karena Nabi saw menginginkan
agar dosa umatnya tidak hanya sekedar ditutupi oleh Allah tetapi juga dihapus
bersih dari buku catatan amalnya seakan tidak pernah terjadi.
Maka dari itu kita sangatlah butuh kepada maghfiroh Allah
karena tanpa adanya maghfiroh Allah, dosa yang kita punya ini bukan hanya
memalukan tapi juga akan membahayakan kehidupan kita baik kehidupan dunia
maupun kehidupan akahirat.
Kedua, العفو (maafnya Allah) itu karena Nabi saw menginginkan agar umatnya hidup
bahagia di dunia dan akhirat, karena banyak dosa itulah yang menjadi sumber
masalah dalam kehidupan manusia di dunia, yang membuat manusia hidup tidak
bahagia, tidak tenang dan jika didalam diri kita banyak dosa maka hati akan menjadi
sempit, akan sulit untuk beribadah, rezeki tidak lancar, hati menjadi sempit, banyak
ujian musibah serta kemungkinan akan diwafatkan dalm kondisi su’ul khotimah.
Namun apabila dosa kita telah bersih maka hati akan menjadi lapang, mudah untuk
berbuat taat dalam melaksanakan ibadah, rezeki akan lancar, hidup pun akan
tenang, damai dan diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah.
Kata الْعَفْوَ
dalam Al-Qur’an sering digandengkan dengan nama Allah المغفرة.
Ini menunjukkan bahwa ampunan Allah swt mencakup penghapusan dosa dan juga
pengampunan siksaannya. Disebutkan dalam firmanNya,
إِنَّ اللَّهَ كَانَ
عَفُوًّا غَفُورًا
“Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisa: 43).
فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ
عَفُوًّا قَدِيرًا
“Sesungguhnya Allah adalah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.” (QS. An-Nisa: 149)
وَإِنْ تَعْفُوا
وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا…
“Jika kalian memaafkan, membiarkan, dan mengampuni.” (QS. At-Taghabun: 14)
Bahkan Nabi saw sangat menganjurkan untuk selalu berdoa
dengan dua ayat terakhir suroh al-Baqoroh
“وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا
وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ”
“Dan maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah
kami. Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah : 286).
Disebutkan dalam hadits dari Abu Mas’ud Al-Badri ra, Nabi
saw bersabda,
مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ
مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat
Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Para ulama menyebutkan bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surat
Al-Baqarah ini, maka Allah akan memberikan kecukupan baginya untuk urusan dunia
dan akhiratnya, juga ia akan dijauhkan dari kejelekan.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Kedua, Minta Maaf kepada Manusia.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah
terlepas dari kesalahan dan kekhilafan. Tidak ada seorang pun yang sempurna.
Karena itu, Islam mengajarkan dua sikap mulia yang menjadi kunci kebersihan
hati dan keharmonisan sosial, yaitu meminta maaf dan memaafkan. Keduanya bukan
hanya etika kehidupan, tetapi ibadah yang memiliki nilai sangat tinggi di sisi
Allah swt. memaafkan adalah membersihkan hati dari dendam, menghapus tuntutan,
dan melepaskan luka terutama sesama manusia. Al-Qur’an sangat memuji
orang-orang yang memaafkan.
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ
فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ
النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ١٣٤
“(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu
lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan
orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang
yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali 'Imran : 134).
فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ
فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ ٤٠
“Siapa yang memaafkan dan berdamai (kepada orang yang
berbuat jahat), maka pahalanya tanggungan Allah. Sesungguhnya Dia tidak
menyukai orang-orang zalim.” (QS. Asy-Syura : 40).
Langsung janji dari Allah menunjukkan bahwa memaafkan
memiliki keutamaan spiritual yang sangat tinggi dan menegaskan hubungan antara
memaafkan dan berharap ampunan Allah.
وَلْيَعْفُوْا
وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ
غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٢٢
“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah
kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.” (QS. An-Nur : 22).
Mudah memaafkan orang lain, maka Allah pun akan
menganugerahkan kemuliaan pada dirinya. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw
bersabda,
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ
مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ
أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ
“Sedekah tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaan untuknya. Dan tidak ada orang yang rendah hati karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim).
Sebelum ajal menjemput kita, maka selesaikanlah urusan
diantara sesama manusia, siapa yang memaafkan maka Allah akan muliakannya,
minta maaf itu mulia tapi memaafkan itu jauh lebih mulia dan lebih besar
pahalanya.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Mumpung masih Allah beri kesempatan kita bertemu
dipenghujung bulan suci Ramadhan, jangan tinggalkan satu doa dari Nabi saw.
اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ
آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعلْنِيْ
مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا
“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini yang
terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikan sebagai puasa terakhir,
jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi dan jangan jadikan aku sebagai
orang yang Engkau murkai.”
Syeikh Ali Jumat berkata ; ‘Siapa yang membaca doa ini di
akhir Ramadhan maka akan mendapatkan dua kebaikan (1) Dia akan kembali
dipertemukan oleh Allah dengan bulan suci Ramadhan. (2) Jika dia tidak kembali
dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan maka Allah akan menjadikan Ramadhannya
saat ini sebagai Ramadhan yang penuh dengan rahmat dan ampunan Allah.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ
اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم
uanaunuan


.jpeg)








