Khutbah Jumat (Edisi 203) Tema : “PERGI HAJI ITU MAMPU dan MAU”

Khutbah Jumat (Edisi 203) Tema : “PERGI HAJI ITU MAMPU dan MAU”

 

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 203) Tema  :

“PERGI HAJI ITU MAMPU dan MAU”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ NURUL HUDA Bulak Perwira Kota Bekasi. Jumat, 24 April 2026 M/06 Dzulqo’dah 1447 H.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله 

Musim haji sudah tiba lagi, jamaah Indonesia sudah diberangkatkan ke tanah suci kloter pertama pada 22 April 2026 bertepatan pada 4 Dzulqo’dah 1447 menuju kota Madinah. Dan setiap muslim beriman pasti sangat ingin pergi haji, ingin bertemu Baitulloh, ingin berjumpa dengan Rasulullah saw dan ingin berwukuf di Arofah sebagai puncak ibadah haji sekaligus momentum didilantiknya para tamu Allah menjadi muslim yang sempurna agamanya dan ibadah haji sudah bisa dilakukan sejak bulan syawal, dzulqo’dah dan sampai bulan dzulhijjah. Allah swt berfirman,

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ ۝١٩٧

“(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah : 197).


Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini bahwa para ulama berbeda pendapat dalam menentukan bulan haji. Sebagian berpendapat, bulan-bulan haji itu adalah syawal, dzulqo’dah dan sepeuluh hari pertama dari bulan dzulhijjah. Itu pula yang dikatan Ibnu Umar. Menurut pendapat yang lain, bula-bulan haji adalah syawal dzulqo’dah dan dzulhijjah secara keseluruhan yaitu pendapat Ibnu Umar, Thawus, Mujahid dan Qotadah.


Keinginan berhaji bisa terwujud ada dua hal yang harus dimiliki seseorang :

Pertama, Pergi Haji itu Mampu.

Mampu itu syarat mutlak dari Allah yang harus disiapkan bagi siapapun yang akan pergi haji. Allah swt berfirman,

وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Ali Imran: 97).


Disebutkan dalam Tafsir Ibnu Jarir Ibnu ‘Abbas ra menafsirkan istithoah (mampu) itu meliputi :

(1). Sehat badan, mampu melaksanakan semua rangkaian ibadah haji, sehat fisik menjadi paling utama dan paling selektif menentukan sesorang bisa berangkat haji atau tidaknya.

(2). Bekal uang yang cukup untuk biaya perjalanan dan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan.

(3). Ada kendaraan tanpa ada bahaya, mampu membayar transporttasi ke tanah suci, perjalanan aman dan pemerintah membuka lebar-lebar kesempatan untuk bisa berangkat haji bahkan membantu memfasilitasi akomodasi.


Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Allah swt mewajibkan haji kepada mereka yang mampu. Mampu karena memang dirinya mampu, ada juga mampu karena orang lain yang membantunya. Mampu disini adalah mampu dalam hal perbekalan dan mampu diperjalanan. Dari Anas bin Malik, Rasulullah saw ditanya mengenai ayat مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا “Apa yang dimaksud dengan kata سَبِيلًا disini ya Rasulullah..?”

وَعَنْ أَنَسٍ ( قَالَ: { قِيلَ يَا رَسُولَ اَللَّهِ, مَا اَلسَّبِيلُ? قَالَ: ” اَلزَّادُ وَالرَّاحِلَةُ ” } رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ, وَالرَّاجِحُ إِرْسَالُهُ 

Dari Anas ra, ia berkata, “Ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah sabil (jalan) itu?’ Beliau bersabda, ‘Bekal dan kendaran.’” (HR. Ad-Daruquthni).

جاء رَجُلٌ  الى النبى فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا يُوجِبُ الْحَجَّ؟ قَالَ: الزَّادُ وَالرَّاحِلَةُ

"Seorang laki-laki menghadap Nabi saw lalu bertanya, 'Wahai Rasulullah, perkara apa yang mewajibkan haji?' Beliau menjawab, 'tersedianya bekal dan kendaraan'" (HR. At-Tirmidzi).


Kedua, Pergi Haji itu Mau.

Banyak orang yang mampu untuk pergi haji secara materi, rumah megah, kendaraan mewah, kontrakan berbaris, tanahnya luas, penghasilan melebihi dari cukup, badan sehat, waktu tersedia dan pemerintah membuka leluasa namun ia tetap belum mau dan belum siap untuk pergi haji. Dalam kitab الفقه الاسلامى وادلنه karya Prof DR. Wahbah Az-Zuhaili dijelaskan bahwa kewajiban haji itu harus segara dilaksanakan jangan ditunda-tunda setelah terpenuhi kemampuan dan syarat-syarat lainnya, terutama menurut madzhab Imam Hanafi dan Imam Hambali, jika ia menundanya sampai bertahun-tahun, ia terhitung fasik dan kesaksiannya tidak diterima, sebab penundaannya adalah maksiat kecil. Dalil yang mereka kemukakan adalah :

وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Ali Imran: 97).

وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِۗ

“Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah  196).

Menurut mereka, perintah ini bersifat mendesak (harus segera dilakukan, tidak boleh ditinda-tunda). Mereka juga berhujjah dengan sejumlah hadits, diantara lain :

حُجُّوا قَبْلَ أَنْ لَا تَحُجُّوا

"Berhajilah kamu sebelum (datang masanya) kamu tidak dapat berhaji." (HR. Al-Hakim dan al-Baihaqi dari Ali).

تَعَجَّلُوا إِلَى الْحَجِّ - يَعْنِي الْفَرِيضَةَ - فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَا يَدْرِي مَا يَعْرِضُ لَهُ

"Bersegeralah menunaikan haji (maksudnya haji yang wajib/fardhu) karena sesungguhnya salah seorang dari kalian tidak mengetahui apa yang akan terjadi menghadang baginya." (HR. Ahmad dan Abul Qosim al-Ashbahani).

من لَمْ تَحْبِسْهُ حاجةٌ ظاهِرَةٌ، أوْ مَرضٌ حابِسٌ، أوْ سُلطانٌ جائِرٌ، ولمْ يَحُجَّ؛ فلْيَمُتْ إنْ شاءَ يهودِيًّا، وإنْ شاءَ نَصْرانِيًا

“Barangsiapa yang tidak terhalangi oleh kepentingan yang mendesak atau penyakit yang menahan atau penguasa yang kejam lalu ia meninggal sedangkan ia belum menunaikan ibadah haji, maka terserah ia mau mati dalam keadaanYahudi atau Nasrani“. (HR. Sa’id bin Manshur, Ahmad, Abu Ya’la dan al-Baihaqi).

مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً تُبَلِّغُهُ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ وَلَمْ يَحُجَّ ، فَلَا عَلَيْهِ أَنْ يَمُوتَ يَهُودِيًّا، أَوْ نَصْرَانِيًّا، وَذَلِكَ أَنَّ اللَّهَ يَقُولُ فِي كِتَابِهِ : (وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنْ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا)

“Siapa yang sudah memiliki harta yang cukup, kendaraan yang aman yang bisa mengantarkannya ke Baitullaah, namun belum juga menunaikan Haji, maka jika dia mati, mati dalam keadaan yahudi atau nasrani. Demikian itu karena fAllah berfirman didalam al-quran,.. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.”  (HR. At-Tirmidzi).


Dari beberapa riwayat ini menunjukkan bahwa haji harus (wajib) dilaksanakan segera, sebab Nabi saw memberikan ancaman terhadap orang yang menunda haji dari awal waktu dimana ia sanggup berangkat.

Bahkan Imam al-Baihaqi dan Ibnu Hibban yang memerintahkan untuk berhaji setiap lima tahun bagi orang yang sehat, kuat dan lapang rezekinya, jika tidak, niscaya dia tidak mendapatkan pahala dan jauh dari keridhoaan Allah swt. Dari riwayat Abu Sa’id al-Khudri, bahwa Rasulullah saw bersabda,

إِنَّ الله , عَزَّ وَجَلَّ , يَقُولُ : إِنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ لَهُ جِسْمَهُ ، وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الْمَعِيشَةِ تَمْضِي عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُومٌ

“Sungguh, Allaah Azaa Wa Jalla Berfirman : “Sungguh, seorang hamba yang telah Aku sehatkan badannya, Aku luaskan rezekinya, tetapi berlalu dari lima tahun dan dia tidak memenuhi undangan-Ku datang menunaukan Haji, maka sungguh dia orang yang benar-benar terhalangi dari segalanya”


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله 

Bisa jadi pergi haji jaman sekarang ini seperti hajinya Rasulullah saw yang hanya satu kali seumur hidup. Para ulama sepakat bahwa haji wajib satu kali seumur hidup, karenanya lakukanlah haji kali ini menjadi haji terbaik, haji yang paling sempurna dan berusaha keras agar meraih haji mabrur karena belum tentu bisa berulang tahun yang akan datang. Dari Abu Hurairah ra, ia berkata,

أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا. فَقَالَ رَجُلٌ أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ

“Rasulullah saw pernah berkhutbah di tengah-tengah kami. Beliau bersabda, “Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji bagi kalian, maka berhajilah.” Lantas ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun (kami mesti berhaji)?” Beliau lantas diam, sampai orang tadi bertanya hingga tiga kali. Rasulullah saw lantas bersabda, “Seandainya aku mengatakan ‘iya’, maka tentu haji akan diwajibkan bagi kalian setiap tahun, dan belum tentu kalian sanggup.” (HR. Muslim).


Hidup pun hanya bisa dirasakan satu kali dan tidak berulang, waktu kita hidup di dunia juga hanya satu kali one way, hanya satu kali kesempatan, begitu juga pergi haji Allah beri hanya satu kali kesempatan, maka lakukan dengan berbagai amal sholeh, jangan berbuat rofast, fusuq dan jidal. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi saw bersabda,

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari).

Perbanyak istighfar selama perjalanan haji dan sering-sering istighfarkan untuk orang lain karena istighfar para tamu Allah itu akan menghapus dosa dan dosa orag diistighfarkan. Pesan Nabi saw.

يغْفِرْ لِلْحَاجِّ وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الْحَاجُّ

“Diampuni dosa orang yang berhaji dan dosa orang yang dimintakan ampunan oleh orang yang berhaji” (HR. Al-Thabrani).

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم

uanuan





Telah HADIR KBIHU Wafizs Al-Amin Centre (KBIHU WAC), SIIAP MEMBERANGKATKAN JAMAAH HAJI REGULER 2027/1448.
Kenapa Memilih Haji Reguler bersama KBIHU WAC, Karena KBIHU WAC Itu :
#Nyaman
#Dilayani
#Pembimbing Profesional
CP : 08161191890

7 KEUNGGULAN HAJI & UMROH bersama KBIHU Wafizs Al-Amin Centre Itu :
1. Dibimbing Langsung oleh KH. Nur Anwar Amin,Lc biasa disapa Ustadz Adjie Nung  (UAN) Pim. Wafizs Al-Amin Center Bekasi. 
2. Dapat 7 Kali Umroh saat Musim Haji dan 4 kali Umroh saat musim Umroh dengan 4 Tempat Miqot (Tan'im, Ji'ronah, Hudaibiyah & Thoif Qornul Manazil) 
3. Nyaman, Dilayani & Pembimbing Profesional
4. Fasilitas Umroh Hotel *5 & Transportasi Bis Full Wifi
5. Sholat Qiamullail Berjamaah & Khotmul Qur'an
6. Bermalam 1 Malam Untuk Paket Umroh di Hotel Jeddah Sebelum go to Makkah
7. Jamaah Wanita Dibimbing Langsung Pembimbing Wanita oleh Usth Hj. Uswatun Hasanah, S.Pd. I



YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
0857-7814-1993
08161191890



UMROH AWAL MUSIM 1447/2026
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
05 JULI 2026
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
14 JULI  2026
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”

KABAR GEMBIRA...
Bagi Anda Yang Ingin BERANGKAT HAJI REGULER di Tahun 2027
SILAHKAN BERGABUNG....
Bimbingan Manasik Reguler
Dibimbing Langsung Oleh : Ustadz KH. Nur Anwar Amin,Lc Pim. Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Bisa BERGABUNG Bagi Anda Yang :
- Porsi Hajinya di tahun 2027
- Porsi Haji Kabupaten & Kota Bekasi
- Porsi Haji Mandiri
- Belum terdaftar di KBIHU Manapun
- Sudah terdaftar di KBIHU namun ingin Bimbingan Manasik Haji
- Rencana mau BADAL HAJI
- Rencana Mau Ibadah Umroh

JOIN US :
> Pembimbing Profesional
> Info Haji Terupdate
> Pelayanan Nyaman & Dilayani
> Lengkap Teori, Praktik Haji & Umroh & Senam Sehat
WA : 08161191890


YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
08161191890

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 08161191890 

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”