Khutbah Jumat (Edisi 205) Tema : “BERANGKAT HAJI, TIDAK DAPAT PAHALA HAJI”
khutbah-jumat
Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 205) Tema :
“BERANGKAT HAJI, TIDAK DAPAT PAHALA HAJI (Part.1)”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie
Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim
Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan
Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs
Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ NUURUSSAADAH Taman Wisma Asri Kota
Bekasi Jumat, 08 Mei 2026 M/20 Dzulqo’dah 1447 H.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Sampai saat ini jutaan umat islam sudah memadati dua kota
suci Makkah dan Madinah untuk memenuhi undangan Allah swt agar bisa berhaji dan
umroh. Karena itu, siapapun yang hendak menunaikan ibadah haji, baik tahap
persiapan, perencanaan ataupun juga akan menjelang keberangkatan, maka pesannya
adalah :
Pertama, Dari al-quran mengajarkan harus banyak belajar ilmu haji
dengan baik untuk menyempurnakan haji dan umroh yang akan dilakukan, sangat
disayangkan biaya sudah dikeluarkan, tenaga sudah disiapkan tetapi mendapatkan
penilaian yang nihil disisi Allah swt. Kalimat menyempurnakan ini, Allah swt menggunakan
kata تَمَام dari akar kata أتَمَّ – يُتِمُّ, firman
Allah swt,
وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِۗ
“Sempurnakanlah
ibadah haji dan umroh karena Allah”. (Al-Baqarah : 196).
Kedua, dalam al-quran kalimat menyempurnakan juga diungkapkan
dengan kata كَمَال dari akar kata أكْمَلَ - يُكْمِلُ, firman Allah swt.
اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ
عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu,
telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai
agamamu.” (Qs. Al-Maidah :
3).
Ketentuan dalam agama semua sudah sempurna tidak perlu
ditambah, tidak perlu dikurangi, seperti hadits Umar bin Al-Khathab ra,
وَقاَلَ : يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَمِ ؟
فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الإِسْلَامُ أَنْ
تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ،
وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ ،
وَتَحُجَّ البَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً
Selanjutnya ia berkata, “Hai Muhammad, beritahukan
kepadaku tentang Islam.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
“Islam itu engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah
selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, engkau mendirikan shalat,
mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke
Baitullah jika engkau mampu melakukannya.” (HR. Muslim).
Dalam hadits ini syahadat sudah sempurna jangan ditambahi
dan jangan dukurangi, begitu juga sholat jumlah rokaatnya sudah smpurna jangan
ditambahkan lagi ataupun dikurangi. Nabi saw saja yang sudah jelas masuk surga
sholat shubuhnya 2 rokaat apalagi kita yang belum jelas surganya jangan berani
menambahkan rokaatnya ataupun menguranginya.
Kalau ada kalimat تَمَام itu artinya kesempurnaan yang diharapkan bisa lebih, masih ingin
bertambah dan itu diperbolehkan sepanjang dibutuhkan. Sementara kalimat كَمَال itu kesempurnaan yang jangan dikurangi dan jangan ditambahkan. Maka
ketika Allah swt menyebutkan nikmat ‘عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ’ hari ni aku sempurnakan (cukupkan) nikmatKu untuk mu, Allah
menggunakan تَمَام (وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ ) karena sifat manusia umumnya kalau sudah diberikan, ingin tambah
dan tambah lagi, selalu ingin lebih, seperti butuh sepeda lalu Allah beri,
apakah kalau sudah dapat sepeda itu, cukup? Blm tentu, kalau sudah diberi
sepeda ingin motor, sudah dapat motor masih kurang juga, lalu ingin mobil,
sudah ada mobil ingin tambah lagi yang lain dan selalu begitu tambah lagi
sepanjang dibutuhkan.
Rahasia pergi haji dan umroh menggunakan kata تَمَام (وَاَتِمُّوا الْحَجَّ
وَالْعُمْرَةَ) bukan واكملوا الحج. Allah ingin mmberikan gabaran bahwa orang-orang yang bahkan
pernah haji dan umroh pun walau sudah dikerjakan berulang kali tetap saja selalu punya
keinginan kembali lagi mengulangnya, disitu ada kerinduan saat di Arofah, ada
keindahan saat di Muzdalifah, ada kekhusyu’an saat berada di Mina tengah malam bisa
sholat menyendiri dan bertaubat, dan ingin berada disana lagi, ada kenikmatan
saat didepan Ka’bah, rasanya semua masalah hilang seketika, ingin berada disitu
lagi. Itulah sebabnya haji dan umroh menggunakan kalimat تَمَام tidak menggunakan kalimat كَمَال.
Sekaligus Allah swt memberikan pesan bahwa jika ada yang
pernah haji diberi kesempatan lagi maka keberangkatan kali ini harus lebih baik
dari pada sebelumnya, mau sampai berapa kali lagi haji biar sempurna, yang tahun
lalu berangkat, mungkin ada sombongnya, ada riyanya lalu sekarang diberi kesemepatan
lagi biar sempurna.
Point pentingnya adalah :
(1). Lakukan sekali berangkat dengan sempurna dan dengan
kesempurnaan itu Allah berikan kemuliaan kepadanya, diberikan kemuliaan lebih dari
pada sebelumnya, sempurnakan ibadahnya, belajar lebih baik lagi, khusyukan dan
doakan orang-orang disekitarnya dengan penuh kebaikan.
(2). Niatkan Lillah (semata karena Allah).
وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِۗ
“Sempurnakanlah
ibadah haji dan umroh karena Allah”. (Al-Baqarah : 196).
Jauh-jauh sebelum berangkat mulai bersihkan niat,
murnikan tujuan untuk menunaikan ibadah ini semua karena hanya Allah saja tidak
ada niat yang lain. Ayat ini disampaikan oleh Allah, diberikatan kepada kita
melalui Rasulullah saw.
Kata لِلّٰهِۗ (semata-mata karena Allah) diawali huruf lam itu ‘li nya lil ghoyah’
sesuatu yang bermakna tujuan paripurna, puncak sasaran yang paling utama,
lakukan semuanya karena Allah, bukan karena
Ka’bahnya, bukan karena Jabal Rohmahnya, bukan Minanya, bukan Muzdalifahnya
semua kerjakan karena Allah swt saja.
Ingat baik-baik, kalau terdapat dalam ibadah penekanan
menggunkan lam lil ghoyah, tujuan yang mengarahkan semuanya karena Allah,
berarti ada yang menunaikan ibadah itu bukan karena Allah, banyak yang datang
ke Makkah dimulai dengan thowaf, baru datang saja sudah salah thowafnya, pamer
ingin memperlihatkan ibadahnya, tidak perduli siapa yang lihat, tidak peduli
kamera yang lihat, tidak peduli disamping siapa, karena sekarang banyak orang thowaf
itu karena kamera, bahkan live (siaran langsung), ini jadi masalah besar, hati-hati
riya, karena musuhnya ikhlas itu riya, sedangkan riya itu ketika terjadi
otomatis menggugurkan amalan, habis pahalanya. Bisa kita bayangkan?, sudah
habis uang banyak, habis tenaga, habis waktu, habis biaya, habis energi, habis
pula pahalanya, habis semua tidak ada yang didapat kecuali cape saja. Dampak
negatif dari riya yang sangat berbahaya, itu syirik kecil, contoh berinfaq riya
habis tidak ada nilainya. Firman Allah
swt
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا
صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ
النَّاسِ
“Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan
(pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima),
seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia,” (QS. Al-Baqoroh : 264).
Sholat juga ada riyanya. Firman Allah swt
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ ٤
“Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat,”
الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ ٥
“(yaitu) yang lalai terhadap salatnya,”
الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ ٦
“yang berbuat riya,” (QS. Al-Ma'un : 4-6).
Yang melakukan sholat saja masih bisa celaka apalagi yang
tidak sholat, orang yang sholatnya celaka yaitu orang yang riya, yang ingin dilihat
orang bukan ingin dilihat Allah itu ihsan namanya, ingin dilihat manusia riya
namanya, ingin didengar manusia sum’ah namanya. Haji riya yang sampai
disana hanya ingin update setatus saja, orang yang wukuf di Arofah hanya ingin
live medsos saja, itu hati-hati karena ini peluangnya besar sampai disana,
hilang pahalanya dan rugi besar, berapa banyak waktu dan tenaga hilang seketika
dan yang paling dahsyat ada orang belum berangkat sudah habis pahalanya itu yang
sangat bahaya karena sebelum berangkat sudah riya terlebih dahulu. Haji itu
fokus online kepada Allah swt.
Semoga bagi saudara-suadara kita yang Allah beri
kesempatan berhaji dan umroh tahun ini bisa memaksimalkan dan menyempurnkannya
dengan sebaik-baiknya karena kewajiban haji itu seumur hidup sekali. Meraih mabrur
itu lebih mudah daripada mempertahankan kemabruran sepanjang hayat.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ.
وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.
فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم
uanuan