Khutbah Jumat (Edisi 210) Tema : “3 CARA RAIH SYAFA’AT DI BULAN MAULID NABI SAW”

Khutbah Jumat (Edisi 210) Tema : “3 CARA RAIH SYAFA’AT DI BULAN MAULID NABI SAW”

 

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 210) Tema  :

“3 CARA RAIH SYAFA’AT DI BULAN MAULID NABI SAW”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ ATTAQWA Ujungharapan Bahagia Kab. Bekasi Jumat, 21 Agustus2026 M/08 R. Awal 1447 H.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله 

Bersyukur kepada Allah swt sampai hari ini usia kita masih dipertemukan dengan bulan mulia, bulan dilahirkan sang pembawa cahaya dan rahmat, bulan orang yang paling mulia, bulan sang pemberi syafaat yaitu baginda Rasululloh saw. Semua orang beriman sangat butuh syafaat, terutama pada hari akhir nanti, hari yang sangat dahsyat, tidak terdapat bangunan, pepohonan untuk bernaung, tidak ada pula pakaian yang menutupi badan dan pada saat itu manusia saling berdesakan, mereka menemui kesulitan dan kesusahan yang tidak mampu dihilangkan selain minta bantuan kepada Allah melalui syafaat.


Di bulan agung ini kita telah dipertemukan Allah agar bisa meraih syafaat, jika ingin mendapatkan syafaat, lakukanlah tiga hal ini :

Pertama, Dekatkan Allah.

Syafa’at itu hanya terjadi jika ada izin Allah dan syafa’at hanyalah milik Allah swt

قُلْ لِّلّٰهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيْعًاۗ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ۝٤٤

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Hanya milik Allahlah Syafa’at (pertolongan) itu semuanya. Milik-Nya lah kerajaan langit dan bumi. Kemudian, hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.” (QS. Az-Zumar : 44).

Pada ayat kursi, sering kita baca setiap selesai sholat lima waktu,

مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ

“Siapakah yang bisa memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya?” (QS. Al-Baqoroh : 255).

وَكَمْ مِّنْ مَّلَكٍ فِى السَّمٰوٰتِ لَا تُغْنِيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـًٔا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ اَنْ يَّأْذَنَ اللّٰهُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَرْضٰى ۝٢٦

“Betapa banyak malaikat di langit yang syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna, kecuali apabila Allah telah mengizinkan(-nya untuk diberikan) kepada siapa yang Dia kehendaki dan ridai.” (QS. An-Najm : 26).


Karena syafaat itu hanya milik Allah, maka carilah untuk mendapatkannya dengan cara :

(1). Mentauhidkan Allah swt dan tidak menyekutukanNya dengan ikhlas dari hatinya dan jiwanya mengucapkan kalimat tauhid setiap saat.

قِيلَ يا رَسولَ اللَّهِ مَن أسْعَدُ النَّاسِ بشَفَاعَتِكَ يَومَ القِيَامَةِ؟ قالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: لقَدْ ظَنَنْتُ يا أبَا هُرَيْرَةَ أنْ لا يَسْأَلُنِي عن هذا الحَديثِ أحَدٌ أوَّلُ مِنْكَ لِما رَأَيْتُ مِن حِرْصِكَ علَى الحَديثِ أسْعَدُ النَّاسِ بشَفَاعَتي يَومَ القِيَامَةِ، مَن قالَ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، خَالِصًا مِن قَلْبِهِ، أوْ نَفْسِهِ

“Terdapat satu pertanyaan yang diajukan kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafaatmu pada hari kiamat?”. Rasulullah saw menjawab, “Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan masalah ini. Karena aku melihat engkau sangat tertarik terhadap hadis. Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan “laa ilaaha illallah” dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya.” (HR. Bukhari).


Dari Abu Said Al Khudri ra, bahwa Rasulullah saw bersabda,

قَالَ مُوْسَى يَا رَبِّ، عَلِّمْنِي شَيْئًا أَذْكُرُكَ وَأَدْعُوْكَ بِهِ، قَالَ : قُلْ يَا مُوْسَى : لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، قَالَ : يَا رَبِّ كُلُّ عِبَادِكَ يَقُوْلُوْنَ هَذَا، قَالَ مُوْسَى : لَوْ أَنَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعَ وَعَامِرَهُنَّ – غَيْرِي – وَالأَرْضِيْنَ السَّبْعَ فِي كِفَّةٍ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ فِي كِفَّـةٍ، مَالَتْ بِهِـنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

“Musa berkata: ‘Ya Rabb, ajarkanlah kepadaku sesuatu untuk mengingat-Mu dan berdoa kepada-Mu.’ Allah berfirman, “Ucapkan hai Musa لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ.” Musa berkata, “Ya Rabb, semua hamba-Mu mengucapkan itu.” Allah berfirman, “Hai Musa, seandainya ketujuh langit serta seluruh penghuninya–selain Aku–dan ketujuh bumi diletakkan dalam satu timbangan dan kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ diletakkan dalam timbangan yang lain, niscaya kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ lebih berat timbangannya.” (HR. Ibnu Hibban).


Syaikh Sulaiman At-Tamimi rahimahullah berkata, “Siapa saja yang mengucapkan kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ dengan penuh ikhlas dan yakin, serta ia mengamalkan konsekuensi dari kalimat tersebut, juga ia istiqamah di dalamnya, dialah yang termasuk orang-orang yang tidak memiliki rasa takut dan rasa sedih (terhadap apa yang ditinggalkan di dunia dan dihadapi nanti di akhirat, -pen).” (Taisir Al-‘Aziz Al-Hamid, 1:240).


(2). Banyak Berdzikir KepadaNya.

Ibnul Qoyyim mengatakan bahwa agama ini dibangun di atas dua landasan yaitu dzikir dan syukur. Lalu beliau rahimahullah menyebutkan firman Allah,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ

“Berdzikirlah pada-Ku, niscaya Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah pada-ku, janganlah kalian kufur.” (QS. Al Baqoroh : 152).

Begitu juga Nabi saw berpesan pada Mu’adz, “Demi Allah, aku sungguh mencintaimu. Aku wasiatkan padamu, janganlah engkau lupa untuk mengucapkan pada akhir shalat (sebelum salam),

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu.” (HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih).

Orang-orang yang senantiasa berdzikir sudah dijamiminkan Allah dalam firmanNya,

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab : 35).


Termasuk dzikir yang selalu dibaca pagi dan petang, dari Abu Ayyub Al-Anshari ra, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang shalat shubuh lalu ia mengucapkan “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ” sebanyak 10 kali maka ia seperti membebaskan 4 budak, dicatat baginya 10 kebaikan, dihapuskan baginya 10 kejelekan, lalu diangkat 10 derajat untuknya, dan ia pun akan terlindungi dari gangguan setan hingga waktu petang (masaa’). Jika ia menyebut dzikir yang sama setelah Maghrib, maka ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu.” (HR. Ahmad).


(3). Lakukan yang Allah Wajibkan. Hadits qudsi disebutkan dalam kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghozali

قالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  :(يَقُولُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: مَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ الْمُتَقَرِّبُونَ بِمِثْلِ أَدَاءِ مَا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِمْ، وَلَا يَزَالُ الْعَبْدُ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَلِسَانَهُ الَّذِي يَنْطِقُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا).

Nabi saw. bersabda, "Allah Swt. berfirman, 'Tidaklah orang­-orang mendekatkan diri pada-Ku dengan melaksanakan apa yang Kuwajibkan pada mereka, dan tidaklah se­orang hamba mendekatkan diri padaKu dengan amal­-amal sunah, sehingga Aku mencintainya. Jika Aku su­dah mencintainya, maka Aku menjadi telinganya yang mendengar, matanya yang melihat, lidahnya yang ber­bicara, tangannya yang memegang, dan kakinya yang berjalan." (kitab Bidayatul Hidayah).


Kedua, Dekat dengan Al-Quran.

(1). Jadilah Ahlul Quran.

Ahlul Quran adalah orang yang rajin membaca, menghafal, mentadaburi, dan mengamalkan isi Al-Qur'an. Al-Qur'an akan datang pada hari Kiamat sebagai pembela dan pemberi syafaat bagi orang-orang yang senantiasa menjaganya semasa di dunia. Menjadi ahlul quran adalah kemuliaan besar karena dianggap orang terkhusus yang dekat dengan Sang Pencipta.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Umamah ra, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena pada hari kiamat, ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya.” (HR. Muslim).

Dari Anas bin Malik ra, Nabi saw bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ هُمْ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ، أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ

“Sesungguhnya di antara manusia ada yang menjadi ‘ahli’ Allah”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah! Siapakah mereka?’ Beliau saw menjawab, “Mereka adalah ahli al-Qur’an, (merekalah) ahlullah (orang-orang yang dekat dan dicintai) Allah dan diistimewakan di sisi-Nya.” (HR. Ahmad).

Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah saw bersabda,

ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ

“Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” (HR. Ahmad).


(2). Sesuatu yang Berkaitan Al-Quran Jadi Mulia.

Seseorang yang selalu membersamai al-quran tidak akan pernah rugi bahkan diangkat menjadi mulia segalanya.

عَنْ أبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قالَ: يَجِيءُ القُرْآنُ يَوْمَ القِيامَةِ فَيَقُولُ: يا رَبِّ حَلِّهِ، فَيُلْبَسُ تاجَ الكَرامَةِ، ثُمَّ يَقُولُ: يا رَبِّ زِدْهُ، فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الكَرامَةِ، ثُمَّ يَقُولُ: يا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ، فَيَرْضى عَنْهُ، فَيُقالُ لَهُ: اقْرَأْ وارْقَ، ويُزادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً.

Diriwayatkan dari Abi Hurairah, dari Nabi saw bersabda : “Kelak di hari kiamat Al-Qur’an akan datang, seraya memohon kepada Tuhan : Ya Allah, pakaikanlah kemuliaan kepadanya (pembaca Al-Qur’an). Kemudian Allah memakaikan mahkota kemuliaan untuk pembaca Al-Qur’an. Lalu Al-Quran memohon Kembali : Ya Allah, tambahkanlah (kemuliaan). Kemudian diberikanlah pakaian kemuliaan. Selanjutnya Al-Qur’an memohon lagi : Ya Allah, ridhailah dia (pembaca Al-Qur’an). Kemudian Allah pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada pembaca Al-Quran : bacalah (Al-Qur’an seperti ketika di dunia) dan naiklah. Sebab setiap satu ayat akan dilipatkan satu kebaikan.” (HR. Turmudzi).


Kemuliaan itu akan terus bertambah, seperti kemuliaan yang berkaitan dengan al-quran. Diantaranya :

(1). Malaikat Jibril menempati kedudukan yang paling mulia, dikenal sebagai pemimpin para malaikat dan diberi gelar Ruhul Amin (ruh yang dipercaya). Allah swt berfirman,

وَاِنَّهٗ لَتَنْزِيْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ ۝١٩٢

“Sesungguhnya ia (Al-Qur’an) benar-benar diturunkan Tuhan semesta alam.” (QS. Asy-Syu'ara' : 192).

نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُۙ ۝١٩٣

“Ia (Al-Qur’an) dibawa turun oleh Ruhulamin (Jibril).” (QS. Asy-Syu'ara' : 193).

Kemuliaan malaikat Jibril karena bertugas sebagai perantara turunya al-quran dari Allah kepada RasulNya.


(2). Nabi Muhammad saw adalah nabi dan rasul yang paling mulia dan menjadi pemimpin para nabi, sehingga beliau digelari Sayyidul Anbiya wal Mursalin. Karena beliau adalah nabi yang menerima mukjizat terbesar dan terakhir, yaitu al-Qur’an. Melalui al-Qur’an, Allah mengangkat derajat Nabi Muhammad saw, memuliakan nama beliau, dan menyebarkan risalahnya untuk seluruh umat manusia.


(3). Tempat diturunkan al-quran yaitu kota Makkah menjadi kota yang paling mulia dimuka bumi karena menjadi saksi tempat pertama kali Allah turunkan al-quran dan Allah langsung bersumpah atas kemulian kota ini, firmanNya,

لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ ۝١

“Aku bersumpah demi negeri ini (Makkah),” (QS. Al-Balad : 1).

 

وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ ۝٢

“sedangkan engkau (Nabi Muhammad) bertempat tinggal di negeri (Makkah) ini.”  (QS. Al-Balad : 2).

Kota Makkah bukan hanya mulia karena tempat lahir kelahiran Nabi Muhammad saw tapi menjadi pusat ibadah dan kiblat umat islam sekaligus tempat menyempurnakan rukun islam kelima.


(4). Bulan mulia, yaitu bulan Ramadhan menjadi bulan paling mulia karena tercatat sebagai bulan diturunkan al-quran sehingga dijuluki Sayyidus Syuhur (pemimpin seluruh bulan), Syahrul Qur’an (bulan Al-Qur’an), dan Syahrul Maghfirah (bulan ampunan). Semua julukan ini menegaskan bahwa kemuliaan Ramadhan ada kaitan erat dengan  Al-Qur’an.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah : 185).


(5). Malam paling mulia yaitu lailatul qodar, malam peristiwa turunnya al-quran untuk pertama kali dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia dan peristiwa ini Allah abadikan dalam suroh al-qodr. FirmanNya

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ۝٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ۝٣

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar (1). Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? (2). Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan (3).” (QS. Al-qodr 1-3).


(6). Umat islam sebagai umat terbaik karena Allah anugerahkan al-quran sebagai pedoman hidupnya. Firman Allah,

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِۗ

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali 'Imran : 110).


Siapapun yang selalu berhubungan dengan al-quran akan menjadi umat yang terbaik, baik membacanya, mempelajari atau mengajarkannya serta mengamalkannya. Rasulullah saw bersabda :

 خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).


Ketiga, Banyak Sholawat pada Rasulullah saw.

Memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad saw adalah salah satu sebab utama untuk mendapatkan syafaat beliau di hari Kiamat. Rasululullah saw itu satu-satunya diantara nabi dan rasul yang ketika yaumul hisab itu sujud minta sama Allah saw .

فَيَقُولُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي فَيَقُولُ انْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مِنْهَا مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ شَعِيرَةٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ

lantas Allah berfirman 'Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, katakanlah engkau akan didengar, mintalah engkau akan diberi, mintalah syafaat (keringanan) engkau akan diberi syafaat (keringanan).' Maka aku menghiba 'Wahai tuhanku, umatku-umatku.' Allah menjawab, 'Berangkat dan keluarkanlah dari neraka siapa saja yang dalam hatinya masih terdapat sebiji gandum keimanan.' Maka aku mendatangi mereka hingga aku pun memberinya syafaat.” (HR. Bukhari).


Maka jika ingin syafaat Nabi saw, dekati Nabi saw, cara mendekatinya dengan mengiikuti semua petunjuknya. Allah berfirman,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (QS. Ali ‘Imran : 31).

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم

uanuan



Telah HADIR KBIHU Wafizs Al-Amin Centre (KBIHU WAC), SIIAP MEMBERANGKATKAN JAMAAH HAJI REGULER 2027/1448.
Kenapa Memilih Haji Reguler bersama KBIHU WAC, Karena KBIHU WAC Itu :
#Nyaman
#Dilayani
#Pembimbing Profesional
CP : 08161191890

7 KEUNGGULAN HAJI & UMROH bersama KBIHU Wafizs Al-Amin Centre Itu :
1. Dibimbing Langsung oleh KH. Nur Anwar Amin,Lc biasa disapa Ustadz Adjie Nung  (UAN) Pim. Wafizs Al-Amin Center Bekasi. 
2. Dapat 7 Kali Umroh saat Musim Haji dan 4 kali Umroh saat musim Umroh dengan 4 Tempat Miqot (Tan'im, Ji'ronah, Hudaibiyah & Thoif Qornul Manazil) 
3. Nyaman, Dilayani & Pembimbing Profesional
4. Fasilitas Umroh Hotel *5 & Transportasi Bis Full Wifi
5. Sholat Qiamullail Berjamaah & Khotmul Qur'an
6. Bermalam 1 Malam Untuk Paket Umroh di Hotel Jeddah Sebelum go to Makkah
7. Jamaah Wanita Dibimbing Langsung Pembimbing Wanita oleh Usth Hj. Uswatun Hasanah, S.Pd. I



YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
0857-7814-1993
08161191890


UMROH AWAL MUSIM 1448/2026
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  : 05 JULI 2026
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  : 14 JULI  2026
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”

KABAR GEMBIRA...
Bagi Anda Yang Ingin BERANGKAT HAJI REGULER di Tahun 2027
SILAHKAN BERGABUNG....
Bimbingan Manasik Reguler
Dibimbing Langsung Oleh : Ustadz KH. Nur Anwar Amin,Lc Pim. Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Bisa BERGABUNG Bagi Anda Yang :
- Porsi Hajinya di tahun 2027
- Porsi Haji Kabupaten & Kota Bekasi
- Porsi Haji Mandiri
- Belum terdaftar di KBIHU Manapun
- Sudah terdaftar di KBIHU namun ingin Bimbingan Manasik Haji
- Rencana mau BADAL HAJI
- Rencana Mau Ibadah Umroh

JOIN US : > Pembimbing Profesional
> Info Haji Terupdate
> Pelayanan Nyaman & Dilayani
> Lengkap Teori, Praktik Haji & Umroh & Senam Sehat
WA : 08161191890


YUUUK TUNAIKAN ZAKAT
"Sucikan Harta, Bahagiakan Dhuafa"
UPZ BAZNAS Wafizs Al-Amin Centre Menerima & Menyalurkan : 
Wakaf, Infaq, Zakat dan Sedekah
#Melalui Transfer Ke Rekening :
BSI : 711 7824 823
Mandiri : 156 00 1497 0331
BNI : 0814 1068 54
a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. 
Contact UPZ Wafizs Al-Amin Center WA :
08161191890

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Centre & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @kbihu_wac & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 08161191890 

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”