Khutbah Jumat (Edisi 131) Tema : “Do’a Terhindar dari Siksa Kubur dan Neraka Jahannam”

Khutbah Jumat (Edisi 131) Tema : “Do’a Terhindar dari Siksa Kubur dan Neraka Jahannam”

Wafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 131) Tema  :

“Do’a Terhindar dari Siksa Kubur dan Neraka Jahannam”
Oleh : Nur Anwar Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid JAMl’ AL-MUHAJIRIN Babelan Indah Bekasi. Jumat, 09 Desember 2023 M/16 Jumadil Awal 1445 H. 


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Mati dalam keadaan husnul khotimah, mati sedang melakukan kebaikan, mati selalu disebut-sebut amal sholeh dan kebaikannya adalah merupakan dambaan semua orang beriman, namun jangan sampai ketika hidup sering diomongin kejelekan dan dosanya sampai sudah mati pun dosa dan kejelekannya masih sering disebut-sebut dan digunjingkan orang lain. Seperti kisah Abu Lahab (Abdul ‘Uzza bin Abdil Mutholib) dan Istrinya yang bernama Ummu Jamil (Arwa binti Harb bin Umayya) saking buruk amalnya sehingga Allah swt abadikan dalam al-quran suroh Al-Lahab. Abu Lahab adalah manusia yang paling rugi, amalannya sia-sia, mendapatkan balasan yang jelek, disiksa dengan api yang sangat panas lagi berkobar-kobar dan Ummu Jamil istri Abu Lahab pada hari kiamat akan membantu menambah siksa Abu Lahab di neraka Jahannam. Oleh karena itu, Allah swt katakan dalam ayatNya,

وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (4) فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (5)

“Dan (begitu pula) istri Abu Lahab, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut (kalung rantai dari apai neraka).” (QS. Al-Lahab : 4-5).


Yaitu istri Abu Lahab akan membawa kayu bakar, lalu ia akan bertemu suaminya Abu Lahab. Lalu ia menambah siksaan Abu Lahab dan memang istri Abu Lahab dipersiapkan untuk melakukan hal ini karena kejahatan Ummu Jamil itu seorang yang suka namimah (mengadu domba), sering meletakkan duri dijalan yang biasa dilewati Rasulullah saw dan sering mengenakan kalung dengan kesombongan, sambil berkata “Aku menginfakkan kalung ini dan hasilnya digunakan untuk memusuhi Muhammad.”


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Agar hidup dan mati kita tidak seperti Abu Lahab dan istrinya yang dikenang dan diabadikan hanya keburukan, kejelekan dan dosanya saja. Ada doa yang disunnahkan Rasulullah saw bagi orang beriman diamalkan setelah membaca tasyahud akhir sebelum salam baik dalam sholat fardhu maupun sholat sunah, doa ini bukan hanya menyelamatkan dari fitnah kehidupan, kematian namun juga dijauhkan dari siksa neraka Jahannam, siksa kubur dan fitnah Dajjal. Disebutkan dalam kitab Riyadhus Sholihin, Kitab Al-Adzkar, Bab Keutamaan Dzikir dan Dorongan untuk Berdzikir.

وعن أَبي هريرةرضي الله عنه أنَّ رسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، قَالَ : إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أرْبَعٍ ، يقول : اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ. رواه مسلم

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan mengucapkan, : اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal).” (HR. Muslim).


Pertama, مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ (Dari Siksa Neraka Jahannam).

Jahannam secara bahasa adalah sumur yang dalam dan termasuk diantara nama neraka yang menunjukkan makna api yang besar, jauh dan dalam. Disunnahkan berdoa ini agar diberi perlindungan dari kekafiran, melakukan kemaksian dan dan hal-hal yang mengantarkan kepada siksa neraka Jahannam. Firman Allah swt.

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.” (QS. Al-Buruj: 10).


Dalamnya neraka Rasulullah saw gambarkan dalam hadits dari Abu Hurairah ra, ia berkata,

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم إِذْ سَمِعَ وَجْبَةً فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم تَدْرُونَ مَا هَذَا  قَالَ قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « هَذَا حَجَرٌ رُمِىَ بِهِ فِى النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفًا فَهُوَ يَهْوِى فِى النَّارِ الآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا

“Kami dulu pernah bersama Rasulullah s. Tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang jatuh. Nabi saw lantas bertanya, “Tahukah kalian, apakah itu?” Para sahabat pun menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Nabi saw kemudian menjelaskan, “Ini adalah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak 70 tahun yang lalu dan batu tersebut baru sampai di dasar neraka saat ini.” (HR. Muslim).


Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali untuk orang-orang yang kufur dan menentang hukum Allah swt dan mereka dilempar masuk dalam neraka Jahannam.

وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Dan orang-orang yang kafir kepada Rabbnya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al Mulk: 6).

Bagi orang yang beriman terus berdoa dan minta kepada Allah swt agar diajuhkan dari siksa neraka Jahannam. Allah swt berfirman,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (٦٥) إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (٦٦)

“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Al Furqan: 65-66).


Kedua, وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ (Dari Siksa Kubur).

Alam kubur adalah alam antara kematian dan hari kiamat atau disebut juga alam penantian sebelum masuk alam akhirat, setiap manusia yang mati pasti mamasuki alam kubur meski jenazahnya tidak dikuburkan seperti orang mati terbakar hangus menjadi arang atau mati dimakan binatang buas atau tenggelam dilautan lepas yang tidak bisa ditemukan jenazahnya. Contoh siksaan Fir’aun dan kaumnya di alam kubur Allah swt sebutkan dalam al-quran.

وَحَاقَ بِآَلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ (٤٥) النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ (٤٦)

“Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang , dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras“. (QS. Al Mu’min: 45-46).


Para ahli tafsir memaknai ayat ini:

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” Diantaranya Imam Asy-Syaukani ra mengatakan “Yang dimaksud ayat tersebut adalah siksaan di alam barzakh (alam kubur). (Fathul Qodir,4/705).


Nikmat dan siksa kubur adalah yang dialami pada ruh dan badan sekaligus. Ruh bisa jadi bersatu dengan badan, bisa pula terpisah. Agar kuburan kita terhindar dari azab maka sering-seringlah berdoa ini saat tasyahud akhirt dalam sholat. Bisa juga membaca suroh al-Mulk dapat mencegah siksa kubur dan mudahnya mendapatkan syafa’at setelah kematian.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبَّاسٍ الْجُشَمِىِّ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ  إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِىَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ

“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan pada kami Muhammad bin Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Qotadah, dari ‘Abbas Al Jusyamiy, dari Abu Hurairah, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Ada suatu surat dari al qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat dan dapat memberi syafa’at bagi yang membacanya, sampai dia diampuni, yaitu: “Tabaarakalladzii biyadihil mulku… (surat Al Mulk)” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad).


Ketiga, وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ (Dari Fitnah Kehidupan dan Kematian).

Yang dimaksud berlindung dari fitnah ketika hidup adalah tergoda dengan dunia, syahwatnya (cinta dunia berlebihan) sehingga bisa menyimpang dan sesat dan kebodohan di dalamnya, yang paling besar adalah godaan saat akan meninggal dunia. Karena hidup itu adalah fitnah (ujian), banyak orang saat hidup diuji dengan harta, suami istri bercerai disebabkan harta, keluarga banyak bermusuhan, tidak akur dengan saudara dan saling membunuh disebabkan karena berebut harta warisan, punya harta sedikit jadi fitnah, punya harta banyak juga jadi fitnah bahkan gara-gara terhimpit ekonomi banyak yang meninggalkan ibadah.


Sedangkan fitnah mati adalah ujian setelah kematian, menghadapi sakarotil maut, adanya pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur karena sehebat apapun, sekaya apapun seseorang semuanya pasti mengalami dan bertemu dengan sakarotil maut, tidak ada jaminan baik ia seorang ustadz, kiai, pedang, politikus maupun rakyat biasa.


Jika berhasil menjawab pertanyaan dua malaikat Munkar dan Nakir maka inilah yang menjadi patokan seseorang mendapatkan nikmat ataukah siksa kubur. Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda,

إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ يُقَالُ لأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَالآخَرُ النَّكِيرُ ، فَيَقُولَانِ : مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ ؟ فَيَقُولُ مَا كَانَ يَقُولُ : هُوَ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . فَيَقُولانِ : قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ هَذَا ، ثُمَّ يُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ سَبْعُونَ ذِرَاعًا فِي سَبْعِينَ ، ثُمَّ يُنَوَّرُ لَهُ فِيهِ ، ثُمَّ يُقَالُ لَهُ : نَمْ ، فَيَقُولُ : أَرْجِعُ إِلَى أَهْلِي فَأُخْبِرُهُمْ ، فَيَقُولَانِ : نَمْ كَنَوْمَةِ الْعَرُوسِ الَّذِي لا يُوقِظُهُ إِلا أَحَبُّ أَهْلِهِ إِلَيْهِ حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ.

وَإِنْ كَانَ مُنَافِقًا قَالَ : سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ فَقُلْتُ مِثْلَهُ لا أَدْرِي . فَيَقُولَانِ : قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ ذَلِكَ ، فَيُقَالُ لِلأَرْضِ : الْتَئِمِي عَلَيْهِ ، فَتَلْتَئِمُ عَلَيْهِ ، فَتَخْتَلِفُ فِيهَا أَضْلاعُهُ ، فَلا يَزَالُ فِيهَا مُعَذَّبًا حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ

“Apabila mayit atau salah seorang dari kalian sudah dikuburkan, ia akan didatangi dua malaikat hitam dan biru, salah satunya Munkar dan yang lain Nakir, keduanya berkata, “Apa pendapatmu tentang orang ini (Nabi Muhammad)?” Maka ia menjawab sebagaimana ketika di dunia, “Abdullah dan Rasul-Nya, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Keduanya berkata, “Kami telah mengetahui bahwa kamu dahulu telah mengatakan itu.” Kemudian kuburannya diperluas 70 x 70 hasta, dan diberi penerangan, dan dikatakan, “Tidurlah.” Dia menjawab, “Aku mau pulang ke rumah untuk memberitahu keluargaku.” Keduanya berkata, “Tidurlah, sebagaimana tidurnya pengantin baru, tidak ada yang dapat membangunkannya kecuali orang yang paling dicintainya, sampai Allah membangkitkannya dari tempat tidurnya tersebut.”

Apabila yang meninggal adalah orang munafik, ia menjawab, “Aku mendengar orang mengatakan aku pun mengikutinya dan saya tidak tahu.” Keduanya berkata, “Kami berdua sudah mengetahui bahwa kamu dahulu mengatakan itu.” Dikatakan kepada bumi, “Himpitlah dia, maka dihimpitlah jenazah tersebut sampai tulang rusuknya berserakan, dan ia akan selalu merasakan azab sampai Allah bangkitkan dari tempat tidurnya tersebut.” (HR. Tirmidzi).


Keempat, وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ (Dari Kejahatan Fitnah Al-Masih Ad-dajjal).

Al-Masih Ad-Dajjal adalah musibah besar yang ada di akhir zaman sehingga seorang muslim wajib meminta perlindungan pada Allah darinya. Rasulullah saw pun sangat sayang terhadap umatnya jangan sampai sekembalinya Rasulullah keharibaan Allah swt umatnya menjadi susah, sengsara dan tersesat, beliau ajarkan dan bentengi dari berbagai fitnah diantara yang sangat Rasulullah wanti-wanti adalah fitnah Dajjal karena fitnah yang satu ini adalah sebesar-besarnya fitnah yang ada hingga akhir zaman.


Al-Masiih Ad-Dajjal adalah lelaki buta sebelah, keluar pada akhir zaman, ia mengakui dirinya sebagai tuhan. Di antara dua matanya tertulis huruf KAF, FAA’, ROO, dibaca KAAFIR. Yang bisa membaca tulisan tersebut adalah seorang mukmin walaupun ia bukan seorang qaari’. Dajjal disebut Al-Masiih karena matanya itu diusap atau karena Dajjal akan mengusap muka bumi dengan mengelilinginya. Arti Dajjal adalah banyak berdusta. Dajjal akan keluar dari daerah timur dan keluarnya Dajjal merupakan tanda kiamat besar.


Modal utama untuk menghadapi fitnah Dajjal adalah dengan mengenal ajaran Islam dengan benar, terutama lebih mendalami nama dan sifat Allah. Karena dengan mengetahui hal ini, seseorang pasti tidak akan tertipu dengan tipu muslihat Dajjal. Dajjal itu manusia biasa yang butuh makan dan minum, sedangkan Allah tidak demikian. Dajjal itu buta, sedangkan Allah tidak. Tidak ada seorang pun yang dapat melihat Allah di dunia sampai ia mati. Adapun Dajjal bisa dilihat oleh manusia baik yang mukmin maupun yang kafir. Oleh karena itu, ini merupakan isyarat akan pentingnya iman, apalagi dengan mengenal serta memahami nama dan sifat Allah. Mengenai hal ini, kita dapat melihat pada kisah yang disebutkan dalam hadits Abu Sa’id Al Khudri berikut ini:

“Dajjal muncul lalu seseorang dari kalangan kaum mu`minin menuju ke arahnya lalu bala tentara Dajjal yang bersenjata menemuinya, mereka bertanya, ‘Kau mau kemana? ‘ Mu`min itu menjawab, ‘Hendak ke orang yang muncul itu.’ Mereka bertanya, ‘Apa kau tidak beriman ada tuhan kami? ‘ Mu`min itu menjawab: ‘Rabb kami tidaklah samar.’ Mereka berkata, ‘Bunuh dia.’ Lalu mereka saling berkata satu sama lain, ‘Bukankah tuhan kita melarang kalian membunuh seorang pun selain dia.’ Mereka membawanya menuju Dajjal. Saat orang mu`min melihatnya, ia berkata, ‘Wahai sekalian manusia, inilah Dajjal yang disebut oleh Rasulullah saw.’ Lalu Dajjal memerintahkan agar dibelah. Ia berkata, ‘Ambil dan belahlah dia.’ Punggung dan perutnya dipenuhi pukulan lalu Dajjal bertanya, ‘Apa kau tidak beriman padaku? ‘ Mu`min itu menjawab, ‘Kau adalah Al Masih pendusta? ‘ Lalu Dajjal memerintahkannya digergaji dari ujung kepala hingga pertengahan antara kedua kaki. Setelah itu Dajjal berjalan di antara dua potongan tubuh itu lalu berkata, ‘Berdirilah!’ Tubuh itu pun berdiri. Selanjutnya Dajjal bertanya padanya, ‘Apa kau beriman padaku?’ Ia menjawab, ‘Aku semakin mengetahuimu.’ Setelah itu Dajjal berkata, ‘Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dilakukan seperti ini setelahku.’ Lalu Dajjal mengambilnya untuk disembelih, kemudian antara leher dan tulang selangkanya diberi perak, tapi Dajjal tidak mampu membunuhnya. Kemudian kedua tangan dan kaki orang itu diambil lalu dilemparkan, orang-orang mengiranya dilempari ke neraka, tapi sesungguhnya ia dilemparkan ke surga.” Setelah itu Rasulullah saw bersabda, “Dia adalah manusia yang kesaksiannya paling agung di sisi Rabb seluruh alam” (HR. Muslim).

Hati-hati dengan Dajjal, jangan sampai kita termasuk orang yang terkena tipu muslihatnya, agar terhindar dari fitnah buruk Dajjal maka sering-sering membaca doa yang yang diajarkan Rasululloh saw Ini pada saat tasyahun akhir sholat.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم

uanuan






UMROH AWAL TAHUN 2024 UMROH 11 Hari
Wafizs Al-Amin Centre Bekasi
By Pesawat Saudia Airlines (SV 827)

KEUNGGULANNYA :
 3 Kali Manasik
4 Kali Umroh Dengan 4 Tempat Miqot
 Free Perlengkapan
Free Bermalam Di Hotel TRIDENT Jeddah. 

KEBERANGKATAN  :
Senin, 29 Januari 2024
 Pukul 14.00 Pelepasan Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center & Sholat Ashar Berjamaah
 Pukul 19.00 Kumpul di Bandara Soekarno Hatta (Lounge @Zukafia) 
Pukul 00.40 Take Off to Jeddah (30 Januari 2024) 
 Pukul 06.40 Tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah. 

KEPULANGAN  :
Kamis, 08 Pebruari 2024
By Pesawat Saudia Airlines (SV 816) 
Pukul 09.00 wib Tiba di Bandara Soekarno Hatta

#Follow US :
________
Media Sosial Yayasan Wafizs Al-Amin Center

Instagram : wafizscenter & @adjienung
Facebook  : Wafizs Al-Amin Center & Adjie Nung 
Youtube     : Wafizs Center & Nur Anwar Amin
Tiktok        : @wafizscenter & @adjienung

Informasi Pendaftaran Haji dan Umroh WA : 085778141993 - 08161191890 - 081584282565

Wafizs Al-Amin Centre 
“Berbagi Cahaya Di Atas Cahaya”


Dengan RAHMAT ALLAH. Alhamdulillah Wa Syukrulillah
TELAH TERBIT BUKU BARU
Judul : "Hamba Yang Beruntung Di Dunia & Akhirat"
Oleh NUR ANWAR AMIN, Lc
Follow Us :
Mr. Lukman +62 815-8428-2565
IG : @adjienung @wafizscenter
Facebook : adjie nung
YouTube : Nur Anwar Amin
Harga : Rp. 125.000
Alamat Kantor :
Yayasan Wafizs Al-Amin Center
Jl. Gudang Bin Ali No. 73
Ujungharapan Rt. 05/06 Kel. Bahagia Kec. Babelan Kab. Bekasi Jawa Barat.


YUUUK  BERWAKAF Di Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi Sedang Pembebasan Tanah Wakaf Untuk Pembangunan Masjid dan Majlis Taklim, Yang Berminat SEGERA BERWAKAF, Catet Nomor Rekening Yayasan  7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center