Khutbah Jumat (Edisi 192) Tema : “Sya’ban Bulan Bersanding dengan Rasulullah saw”
khutbah-jumatWafizs Al-Amin Center
“Berbagi Cahaya Diatas Cahaya”
Khutbah Jumat (Edisi 192) Tema :
“Sya’ban Bulan Bersanding
dengan Rasulullah saw”
Oleh : Nur Anwar
Amin (adjie nung)
Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Alumni Pondok Pesantren Attaqwa KH.Noer Alie
Bekasi dan Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center Bekasi. Mohon Kirim
Donasi Anda : Zakat, Infaq, sedekah & Wakaf untuk Pembangunan
Asrama Yatim & Dhuafa ke No. Rek.7117.8248.23 (BSI) a.n. Yayasan Wafizs
Al-Amin Center. Donasi Anda sangat membantu meringankan beban mereka.
WA : +628161191890
klik aja adjie nung di Link YouTube, Instagram & Facebook
Khutbah ini disampaikan di Masjid Agung NURUL HIKMAH Pemda Kab. Bekasi
Jumat, 23 Januari 2026 M/04 Sya’ban1447 H.
مَعَاشِرَ
الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Bersyukur kita masih Allah swt pertemukan dengan bulan
Sya’ban bulan mulia, bulan yang penuh dengan kebaikan, bulan berkah dan bulan
untuk menyiram amal-amal sholeh. Habib
Zen bin Smit menyebutkan
رَجَبُ شَهْرُ التَّخَلِّي، وَشَعْبَانُ شَهْرُ
التَّحَلِّي، وَرَمَضَانُ شَهْرُ التَّجَلِّي
“Rajab adalah bulan pengosongan diri (dari
sifat-sifat tercela), Sya‘ban adalah bulan menghiasi diri (dengan sifat-sifat
terpuji) dan Ramadhan adalah bulan terungkapnya nur ghoib (bagi hati yang telah
bersih sehingga mampu menangkap cahaya ilahi)”.
Rajab bulan bersih-bersih dosa, Sya’ban bulan
berhias (hubungan dengan Nabi saw) dan Ramadhan bulan bersanding dengan Allah. Jika
Ingin merasakan nikmatnya ibadah, mulailah sejak bulan rajab sebagai
gerbangnya, masuklah yang benar, berhiaslah yang benar dan bersih-bersihlah
yang benar agar nanti pantas diterim disisi Allah swt.
Bulan Sya’ban hanya datang setahun sekali, saat berjumpa dengannya jangan disia-siakan belum
tentu Sya’ban tahun yang akan datang kita bisa bertemu, bulan Sya’ban bisa saja
datang kembali namun tidak ada jaminan usia kita masih ada untuk hari esok,
karena itu sekali berjumpa bikin yang berkualitas dengan amal-amal sholeh.
Diantara pentingnya kita ketahui keutamaan bulan Sya’ban adalah :
Pertama, Dilaporkan Amalan Seseorang Kehadapan
Allah swt.
Selama setahun amalan kita dilaporkan kehadapan
Allah swt pada bulan ini, jika ingin dilaporkan baik maka lakukan berbagai amal
sholeh sepanjang bulan Sya’ban. Usamah bin Zaid pernah menanyakan pada Nabi saw bahwa ia
tidak pernah melihat beliau melakukan puasa yang lebih semangat daripada puasa
Sya’ban, kemudian Rasulullah saw bersabda,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ
رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ
الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Bulan Sya’ban -bulan antara Rajab dan Ramadhan- adalah
bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai
amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk
berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An-Nasa’i).
Kedua, Perbanyak Dekatkan Diri kepada Nabi
saw.
Saatnya menyadingkan dan mendekatkan diri kita
dengan Rasulullah saw karena ayat perintah sholawat itu turun di bulan Sya’ban,
firman Allah swt
إِنَّ
اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya
bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk
Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab : 56).
Mumpung lagi Allah pertemukan dengan bulan Sya’ban
perbanyaklah dengan menyebut nama manusia yang paling sempurna, paling bersih
dari dosa dan yang bisa memberikan syafaat tuk umatnya yaitu baginda Rasulullah
saw dengan bersholawat, Nabi saw bersabda,
«أكثروا
الصلاة عليَّ، فإن الصلاة عليَّ نور في القبر، ونور على الصراط، ونور في الجنة»
“Perbanyaklah sholawat kepadaku karena sholawat itu
menjadi cahaya di alam kubur, cahaya diatas shirot (jembat) dan cahaya di dalam
surga”. (HR.
At-Thabrani).
Lebih hebat lagi yang dikatakan Imam As-Samarqandy :
لَيْسَ
شَيْءٌ مِنَ الْعِبَادَاتِ أَفْضَلُ مِنَ الصَّلَاةَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لِأَنَّ سَائِرَ الْعِبَادَاتِ أَمَرَ اللهُ تَعَالَى
بِهَا عِبَادَهُ. وَأَمَّا الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَقَدْ صَلَّى عَلَيْهِ أَوَّلاً هُوَ بِنَفْسِهِ، وَأَمَرَ
الْمَلَائِكَةَ بِذَلِكَ، ثُمَّ أَمَرَ الْعِبَادَ بِذَلِكَ
“Tidak ada sesuatu ibadah apa pun yang melebihi afdhalnya
dari ber-shalawat kepada Nabi saw karena sesungguhnya seluruh ibadah itu Allah
yang memerintahkan untuk dilaksanakan oleh para hamba-Nya. Adapun shalawat
kepada Nabi itu, Allah yang bershalawat kepadanya pertama kali dengan Diri-Nya
Sendiri kemudian Allah memerintahkan kepada para malaikat, baru Allah
memerintahkan kepada hamba-Nya untuk bershalawat kepada Nabi saw”.
Jangan pernah tinggalkan sholawat setiap hari baik di
bulan Sya’ban ataupun di bulan lain karena Ibnu ‘Ajibah menulis dalam kitab
tafsirnya dengan mengutip pendapat Al-Qasthalany :
اِعْلَمْ أَنَّ الصَّلَاةَ
عَلَيْهِ صَلَّى اللهَ عَلَيْهِ وَسَلَمَّ سُلَّمٌ وَمِعْرَاجُ الْوُصُوْلِ إِلَى
اللهِ؛ لِأَنَّ تَكْثِيْرَ الصَّلَاةَ عَلَيْهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
تُوْجِبُ مَحَبَّتَهُ ، وَمَحَبَّتُهُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ تُوْجِبُ
مَحَبَّةَ اللهِ تَعَالَى ، وَمَحَبَّتُهُ تَعَالَى لِلْعَبْدِ تَجْذِبُهُ إِلَى
حَضْرَتِهِ، بِوَاسِطَةٍ وَبِغَيْرِهَا
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya shalawat kepada Nabi saw
telah diberikan tangga dan mi’raj untuk sampai berjumpa kepada Allah. Dengan
demikian, memperbanyak shalawat dan salam kepada beliau, maka orang itu berhak
mendapat mahabbah-nya Nabi saw. Mahabbah-nya Nabi saw itu berhak mendapat
Mahabbah Allah. Mahabbah Allah kepada seorang hamba membuat hamba itu ditarik
kehadhirat-Nya dengan perantara shalawat itu bukan dengan yang lainnya”.
Rasulullah itu satu-satunya diantara para Nabi dan Rasul
yang ketika yaumul hisab itu sujud minta kepada Allah,
فَيُقَالُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ
وَسَلْ تُعْطَهْ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ ائْذَنْ لِي فِيمَنْ
قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَيَقُولُ وَعِزَّتِي وَجَلَالِي وَكِبْرِيَائِي
وَعَظَمَتِي لَأُخْرِجَنَّ مِنْهَا مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Lalu dikatakan: “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu
(dari sujud), berkatalah niscaya kau akan didengar, mintalah niscaya kau akan
diberi, mintalah izin syafa’at niscaya kau akan diberi izin.” Nabi berkata:
“Wahai Rabb, berilah aku izin (untuk mengeluarkan) orang yang mengucapkan la
ilaha illallah.” Allah berfirman: “Demi kegagahan-Ku, kemuliaan-Ku,
kebesaran-Ku, dan keagungan-Ku, Aku akan keluarkan dari neraka orang yang
mengucapkan la ilaha illallah.” (Bukhari Muslim).
Yang diminta Nabi saw itu syafaat untuk umatnya, maka
dari itu dekati Nabi, dengan mengikuti semua petunjuknya dan bersholawat
sebanyak-banyaknya.
مَعَاشِرَ
الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله
Kalau ingin syafaat itu (1). Dekati Allah dengan banyak
berdzikir kepada Allah swt. (2). Jadilah ahli al-quran. (3). Perbanyak sholawat
kepada Rasulullah saw. Dimana saja bisa
dilakukan, bersholawat sebelum tidur, sholawat dijalan, sambil mengerjakan
pekerjaan rumah dan lain-lain.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قا : قال رسول الله صلى الله
عليه وسلم : «لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا، وَلَا تَجْعَلُوا قَبْرِي
عِيدًا، وَصَلُّوا عَلَيَّ؛ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ».
(رواه أبو داود)
Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah bersabda : "Jangan
jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, dan janganlah kalian jadikan
kuburanku sebagai tempat perayaan. Ucapkanlah sholawat untukku, karena
sesungguhnya ucapan sholawat kalian akan sampai kepadaku di mana saja kalian
berada." (HR. Abu Daud).
Mari angkat tangan kita dan berdoa agar selalu diberi
keberhakan selama bulan Sya’ban ini dan bisa dipertemukan dengan bulan
Ramadhan.
اللَّهُمَّ
بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan
Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.” Amiiin Ya Robb.
بَارَكَ
اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه
مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ
هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم
uanaunuan



.jpeg)






